alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Santri Berbisnis, Kenapa Tidak?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Santri masa kini harus mengikuti perkembangan zaman. Termasuk dalam berbisnis. Geliat inilah yang mulai digagas oleh forum Komunikasi Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren). Santri jangan hanya mengkaji ihwal akidah, namun juga harus paham berbisnis.

Misalnya dalam pertemuan Koppontren pekan kemarin, ada penguatan dari pelaku usaha yang telah mahir. Praktisi itu saling berbagi ide dan tips agar santri bisa mengembangkan Koppontren.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengasuh Ponpes Manarul Qur’an KH Abdul Wadud Nafis mengatakan, jika untuk mencetak lulusan santri terbaik yang fasih mengenai agama, dipastikan seluruh pesantren memiliki metode tersebut. Namun berbicara wirausaha, kebanyakan pesantren belum meresponsnya. Padahal urusan ekonomi juga perlu diperhatikan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Santri masa kini harus mengikuti perkembangan zaman. Termasuk dalam berbisnis. Geliat inilah yang mulai digagas oleh forum Komunikasi Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren). Santri jangan hanya mengkaji ihwal akidah, namun juga harus paham berbisnis.

Misalnya dalam pertemuan Koppontren pekan kemarin, ada penguatan dari pelaku usaha yang telah mahir. Praktisi itu saling berbagi ide dan tips agar santri bisa mengembangkan Koppontren.

Pengasuh Ponpes Manarul Qur’an KH Abdul Wadud Nafis mengatakan, jika untuk mencetak lulusan santri terbaik yang fasih mengenai agama, dipastikan seluruh pesantren memiliki metode tersebut. Namun berbicara wirausaha, kebanyakan pesantren belum meresponsnya. Padahal urusan ekonomi juga perlu diperhatikan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Santri masa kini harus mengikuti perkembangan zaman. Termasuk dalam berbisnis. Geliat inilah yang mulai digagas oleh forum Komunikasi Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren). Santri jangan hanya mengkaji ihwal akidah, namun juga harus paham berbisnis.

Misalnya dalam pertemuan Koppontren pekan kemarin, ada penguatan dari pelaku usaha yang telah mahir. Praktisi itu saling berbagi ide dan tips agar santri bisa mengembangkan Koppontren.

Pengasuh Ponpes Manarul Qur’an KH Abdul Wadud Nafis mengatakan, jika untuk mencetak lulusan santri terbaik yang fasih mengenai agama, dipastikan seluruh pesantren memiliki metode tersebut. Namun berbicara wirausaha, kebanyakan pesantren belum meresponsnya. Padahal urusan ekonomi juga perlu diperhatikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/