alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Rutin Berbagi di Masa Pandemi

Makin Eksis dengan Slogan Ambil Secukupnya Beri Semampunya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sikap ringan tangan masyarakat Indonesia memang tidak bisa disepelekan. Tidak hanya saat ditimpa musibah atau bencana, orang lain akan membantu. Akan tetapi, dalam hal lain pun sikap tolong-menolong sangat mudah ditemui. Seperti yang terlihat dalam kegiatan rutin Jumat Pagi di Desa/Kecamatan Klakah, kemarin.

Sejak pukul 06.00, masyarakat sekitar sudah memadati Kantor Unit Pengelola Kelembagaan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (UPK DAPM) Eks PNPM Klakah. Mereka bukan mengantre untuk sembako. Melainkan menunggu paket bantuan donatur. Sebab, setiap Jumat sejumlah donatur dengan sukarela membagikan paket bantuan tersebut untuk masyarakat. Mereka meletakkan bantuan pada rak yang sudah disediakan penyelenggara.

Kasno T. Kasim, Ketua UPK DAPM, mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap Jumat pagi. Awalnya, setiap pelaksanaan pihaknya hanya membagikan rata-rata 70 paket. Namun, seiring berjalannya waktu, bantuan dari masyarakat terus mengalir. Jumlahnya tidak hanya puluhan. Namun, bisa mencapai ratusan paket bantuan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sekarang setiap Jumat bisa 150 sampai 200 paket. Memang awalnya hanya dari internal UPK. Lama-lama masyarakat yang tahu juga ikut tergerak untuk menjadi donatur. Dengan sukarela mereka memberikan beragam bantuan. Misalnya nasi bungkus, minyak goreng, telur, mi instan, sayur-mayur, gula, kopi, daging ayam, jamur tiram, tahu, makanan olahan, dan lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal, kegiatan tersebut menggunakan alokasi dana sosial UPK. Namun, kini pihaknya tidak bergantung pada dana itu. Sebab, akhir-akhir ini kesadaran berbagi masyarakat kian tinggi. “Slogan kami adalah ‘silakan ambil secukupnya, silakan beri semampunya’. Mereka yang awalnya hanya mengambil, sekarang sudah ikut menjadi donatur. Memang, ini adalah nilai bermanfaat yang dirasakan. Sebab, dalam beberapa waktu ini kami melihat ada perkembangan baik. Mereka yang biasanya mengambil justru ikut menyumbang,” jelasnya.

Pihaknya berharap kesadaran, kepedulian, dan tolong-menolong terus tumbuh. Oleh sebab itu, dia tidak memberikan syarat khusus bagi donatur dan penerima. Siapa saja bisa mengambil dan memberi. Namun, jumlah paket yang bisa diambil per orang adalah satu paket.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sikap ringan tangan masyarakat Indonesia memang tidak bisa disepelekan. Tidak hanya saat ditimpa musibah atau bencana, orang lain akan membantu. Akan tetapi, dalam hal lain pun sikap tolong-menolong sangat mudah ditemui. Seperti yang terlihat dalam kegiatan rutin Jumat Pagi di Desa/Kecamatan Klakah, kemarin.

Sejak pukul 06.00, masyarakat sekitar sudah memadati Kantor Unit Pengelola Kelembagaan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (UPK DAPM) Eks PNPM Klakah. Mereka bukan mengantre untuk sembako. Melainkan menunggu paket bantuan donatur. Sebab, setiap Jumat sejumlah donatur dengan sukarela membagikan paket bantuan tersebut untuk masyarakat. Mereka meletakkan bantuan pada rak yang sudah disediakan penyelenggara.

Kasno T. Kasim, Ketua UPK DAPM, mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap Jumat pagi. Awalnya, setiap pelaksanaan pihaknya hanya membagikan rata-rata 70 paket. Namun, seiring berjalannya waktu, bantuan dari masyarakat terus mengalir. Jumlahnya tidak hanya puluhan. Namun, bisa mencapai ratusan paket bantuan.

“Sekarang setiap Jumat bisa 150 sampai 200 paket. Memang awalnya hanya dari internal UPK. Lama-lama masyarakat yang tahu juga ikut tergerak untuk menjadi donatur. Dengan sukarela mereka memberikan beragam bantuan. Misalnya nasi bungkus, minyak goreng, telur, mi instan, sayur-mayur, gula, kopi, daging ayam, jamur tiram, tahu, makanan olahan, dan lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal, kegiatan tersebut menggunakan alokasi dana sosial UPK. Namun, kini pihaknya tidak bergantung pada dana itu. Sebab, akhir-akhir ini kesadaran berbagi masyarakat kian tinggi. “Slogan kami adalah ‘silakan ambil secukupnya, silakan beri semampunya’. Mereka yang awalnya hanya mengambil, sekarang sudah ikut menjadi donatur. Memang, ini adalah nilai bermanfaat yang dirasakan. Sebab, dalam beberapa waktu ini kami melihat ada perkembangan baik. Mereka yang biasanya mengambil justru ikut menyumbang,” jelasnya.

Pihaknya berharap kesadaran, kepedulian, dan tolong-menolong terus tumbuh. Oleh sebab itu, dia tidak memberikan syarat khusus bagi donatur dan penerima. Siapa saja bisa mengambil dan memberi. Namun, jumlah paket yang bisa diambil per orang adalah satu paket.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sikap ringan tangan masyarakat Indonesia memang tidak bisa disepelekan. Tidak hanya saat ditimpa musibah atau bencana, orang lain akan membantu. Akan tetapi, dalam hal lain pun sikap tolong-menolong sangat mudah ditemui. Seperti yang terlihat dalam kegiatan rutin Jumat Pagi di Desa/Kecamatan Klakah, kemarin.

Sejak pukul 06.00, masyarakat sekitar sudah memadati Kantor Unit Pengelola Kelembagaan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (UPK DAPM) Eks PNPM Klakah. Mereka bukan mengantre untuk sembako. Melainkan menunggu paket bantuan donatur. Sebab, setiap Jumat sejumlah donatur dengan sukarela membagikan paket bantuan tersebut untuk masyarakat. Mereka meletakkan bantuan pada rak yang sudah disediakan penyelenggara.

Kasno T. Kasim, Ketua UPK DAPM, mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap Jumat pagi. Awalnya, setiap pelaksanaan pihaknya hanya membagikan rata-rata 70 paket. Namun, seiring berjalannya waktu, bantuan dari masyarakat terus mengalir. Jumlahnya tidak hanya puluhan. Namun, bisa mencapai ratusan paket bantuan.

“Sekarang setiap Jumat bisa 150 sampai 200 paket. Memang awalnya hanya dari internal UPK. Lama-lama masyarakat yang tahu juga ikut tergerak untuk menjadi donatur. Dengan sukarela mereka memberikan beragam bantuan. Misalnya nasi bungkus, minyak goreng, telur, mi instan, sayur-mayur, gula, kopi, daging ayam, jamur tiram, tahu, makanan olahan, dan lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal, kegiatan tersebut menggunakan alokasi dana sosial UPK. Namun, kini pihaknya tidak bergantung pada dana itu. Sebab, akhir-akhir ini kesadaran berbagi masyarakat kian tinggi. “Slogan kami adalah ‘silakan ambil secukupnya, silakan beri semampunya’. Mereka yang awalnya hanya mengambil, sekarang sudah ikut menjadi donatur. Memang, ini adalah nilai bermanfaat yang dirasakan. Sebab, dalam beberapa waktu ini kami melihat ada perkembangan baik. Mereka yang biasanya mengambil justru ikut menyumbang,” jelasnya.

Pihaknya berharap kesadaran, kepedulian, dan tolong-menolong terus tumbuh. Oleh sebab itu, dia tidak memberikan syarat khusus bagi donatur dan penerima. Siapa saja bisa mengambil dan memberi. Namun, jumlah paket yang bisa diambil per orang adalah satu paket.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/