alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Emosi Lihat Jenazah Tengkurap

Diketahui Setelah Keluarga Membongkar Peti Jenazah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kesempatan keluarga untuk mengikuti pemulasaraan jenazah yang terpapar korona telah dilakukan. Namun, tidak sedikit keluarga lainnya yang penasaran mengenai posisi jenazah ketika hendak dimakamkan. Akibatnya, mereka nekat membongkar peti pemulasaraan.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Sentono, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun. Melihat jenazah di dalam peti itu ternyata posisinya tengkurap membuat keluarga semakin emosi. Mereka semakin nekat mengeluarkan jenazah dari peti lalu memakamkannya dengan cara pemakaman pada umumnya.

Romli, salah satu kerabat almarhum, menceritakan, almarhum yang berinisial JM ini sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto. Dia didiagnosis pneumonia. Namun, setelah dilakukan tes swab PCR, hasilnya positif sampai dinyatakan meninggal dunia.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Rencananya, jenazah itu mau dimakamkan langsung, dari rumah sakit dibawa ke tempat pemakaman umum. Tetapi, keluarga minta dibawa ke rumah terlebih dahulu untuk disalati bersama meskipun jenazahnya dalam mobil. Setelah disalati dan dibawa ke makam, keluarga mau lihat posisi jenazah,” jelasnya.

Camat Yosowilangun Indriono Krishna Mukti mengatakan, sejak awal sebetulnya tidak ada permasalahan yang prinsip. Artinya, mediasi di rumah sakit telah berjalan dan keluarga juga setuju jenazah dimakamkan dengan protokol korona. Setelah itu, ketika dibawa ke pemakaman, warga ingin dibuka dulu dan dimakamkan biasa.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kesempatan keluarga untuk mengikuti pemulasaraan jenazah yang terpapar korona telah dilakukan. Namun, tidak sedikit keluarga lainnya yang penasaran mengenai posisi jenazah ketika hendak dimakamkan. Akibatnya, mereka nekat membongkar peti pemulasaraan.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Sentono, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun. Melihat jenazah di dalam peti itu ternyata posisinya tengkurap membuat keluarga semakin emosi. Mereka semakin nekat mengeluarkan jenazah dari peti lalu memakamkannya dengan cara pemakaman pada umumnya.

Romli, salah satu kerabat almarhum, menceritakan, almarhum yang berinisial JM ini sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto. Dia didiagnosis pneumonia. Namun, setelah dilakukan tes swab PCR, hasilnya positif sampai dinyatakan meninggal dunia.

“Rencananya, jenazah itu mau dimakamkan langsung, dari rumah sakit dibawa ke tempat pemakaman umum. Tetapi, keluarga minta dibawa ke rumah terlebih dahulu untuk disalati bersama meskipun jenazahnya dalam mobil. Setelah disalati dan dibawa ke makam, keluarga mau lihat posisi jenazah,” jelasnya.

Camat Yosowilangun Indriono Krishna Mukti mengatakan, sejak awal sebetulnya tidak ada permasalahan yang prinsip. Artinya, mediasi di rumah sakit telah berjalan dan keluarga juga setuju jenazah dimakamkan dengan protokol korona. Setelah itu, ketika dibawa ke pemakaman, warga ingin dibuka dulu dan dimakamkan biasa.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kesempatan keluarga untuk mengikuti pemulasaraan jenazah yang terpapar korona telah dilakukan. Namun, tidak sedikit keluarga lainnya yang penasaran mengenai posisi jenazah ketika hendak dimakamkan. Akibatnya, mereka nekat membongkar peti pemulasaraan.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Sentono, Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun. Melihat jenazah di dalam peti itu ternyata posisinya tengkurap membuat keluarga semakin emosi. Mereka semakin nekat mengeluarkan jenazah dari peti lalu memakamkannya dengan cara pemakaman pada umumnya.

Romli, salah satu kerabat almarhum, menceritakan, almarhum yang berinisial JM ini sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto. Dia didiagnosis pneumonia. Namun, setelah dilakukan tes swab PCR, hasilnya positif sampai dinyatakan meninggal dunia.

“Rencananya, jenazah itu mau dimakamkan langsung, dari rumah sakit dibawa ke tempat pemakaman umum. Tetapi, keluarga minta dibawa ke rumah terlebih dahulu untuk disalati bersama meskipun jenazahnya dalam mobil. Setelah disalati dan dibawa ke makam, keluarga mau lihat posisi jenazah,” jelasnya.

Camat Yosowilangun Indriono Krishna Mukti mengatakan, sejak awal sebetulnya tidak ada permasalahan yang prinsip. Artinya, mediasi di rumah sakit telah berjalan dan keluarga juga setuju jenazah dimakamkan dengan protokol korona. Setelah itu, ketika dibawa ke pemakaman, warga ingin dibuka dulu dan dimakamkan biasa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/