alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Wabah PMK Datanya Masih Dirahasiakan

Keseriusan Pemerintah Daerah Menangani Wabah Baru. Wabah PMK rupanya masih dianggap enteng oleh Pemkab Lumajang. Sebab, database hewan yang terinfeksi, sembuh, maupun kondisi lainnya saat ini dirahasiakan. Terkesan seperti masih kocar-kacir. Padahal, database itu penting menjadi acuan penanganan secara akurat.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak 9 Mei lalu, kasus hewan berkuku belah yang terindikasi tertular PMK muncul di Lumajang. Awalnya indikasi itu diketahui di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian. Ada sekitar 14 peternak yang melaporkan. Lalu, menyusul beberapa desa di sekitarnya hingga dikabarkan merata hampir seluruh kecamatan.

Informasi yang berhasil dihimpun, sementara hanya terdapat tiga kecamatan yang nyaris nihil PMK. Di antaranya Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, dan Kecamatan Tekung. Sementara, kecamatan lainnya informasinya sudah banyak hewan yang sakit hingga mati. Tetapi, database mengenai penyebaran di desa mana saja belum diketahui.

Tak Tahu Pasar Ditutup, Pedagang Hewan di Lumajang Tetap Berjualan

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lumajang H. Idris Marzuqi mengatakan, tidak sedikit peternak yang sangat khawatir mengenai penyebaran penyakit tersebut. Bahkan, tidak sedikit pula peternak yang sudah kehilangan hewan perliharaannya. Padahal, hewan peliharaan itu menjadi harapan untuk menyejahterakan keluarganya.

“Korona memang perlahan berlalu, tetapi wabah baru pada hewan ternak sedang mengancam. Saya berharap Pemkab Lumajang lebih serius menangani. Karena kenyataannya apa yang disampaikan mengenai kasus bisa disembuhkan, tetapi di masyarakat, setiap hari sapi-sapi milik warga banyak yang mati tidak dilaporkan,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak 9 Mei lalu, kasus hewan berkuku belah yang terindikasi tertular PMK muncul di Lumajang. Awalnya indikasi itu diketahui di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian. Ada sekitar 14 peternak yang melaporkan. Lalu, menyusul beberapa desa di sekitarnya hingga dikabarkan merata hampir seluruh kecamatan.

Informasi yang berhasil dihimpun, sementara hanya terdapat tiga kecamatan yang nyaris nihil PMK. Di antaranya Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, dan Kecamatan Tekung. Sementara, kecamatan lainnya informasinya sudah banyak hewan yang sakit hingga mati. Tetapi, database mengenai penyebaran di desa mana saja belum diketahui.

Tak Tahu Pasar Ditutup, Pedagang Hewan di Lumajang Tetap Berjualan

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lumajang H. Idris Marzuqi mengatakan, tidak sedikit peternak yang sangat khawatir mengenai penyebaran penyakit tersebut. Bahkan, tidak sedikit pula peternak yang sudah kehilangan hewan perliharaannya. Padahal, hewan peliharaan itu menjadi harapan untuk menyejahterakan keluarganya.

“Korona memang perlahan berlalu, tetapi wabah baru pada hewan ternak sedang mengancam. Saya berharap Pemkab Lumajang lebih serius menangani. Karena kenyataannya apa yang disampaikan mengenai kasus bisa disembuhkan, tetapi di masyarakat, setiap hari sapi-sapi milik warga banyak yang mati tidak dilaporkan,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejak 9 Mei lalu, kasus hewan berkuku belah yang terindikasi tertular PMK muncul di Lumajang. Awalnya indikasi itu diketahui di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian. Ada sekitar 14 peternak yang melaporkan. Lalu, menyusul beberapa desa di sekitarnya hingga dikabarkan merata hampir seluruh kecamatan.

Informasi yang berhasil dihimpun, sementara hanya terdapat tiga kecamatan yang nyaris nihil PMK. Di antaranya Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, dan Kecamatan Tekung. Sementara, kecamatan lainnya informasinya sudah banyak hewan yang sakit hingga mati. Tetapi, database mengenai penyebaran di desa mana saja belum diketahui.

Tak Tahu Pasar Ditutup, Pedagang Hewan di Lumajang Tetap Berjualan

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lumajang H. Idris Marzuqi mengatakan, tidak sedikit peternak yang sangat khawatir mengenai penyebaran penyakit tersebut. Bahkan, tidak sedikit pula peternak yang sudah kehilangan hewan perliharaannya. Padahal, hewan peliharaan itu menjadi harapan untuk menyejahterakan keluarganya.

“Korona memang perlahan berlalu, tetapi wabah baru pada hewan ternak sedang mengancam. Saya berharap Pemkab Lumajang lebih serius menangani. Karena kenyataannya apa yang disampaikan mengenai kasus bisa disembuhkan, tetapi di masyarakat, setiap hari sapi-sapi milik warga banyak yang mati tidak dilaporkan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/