alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pesan Makanan dengan Alamat Palsu

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – SAAT ini, memesan makanan tidak perlu berkunjung ke tempat penjualannya. Cukup klik saja, makanan sudah tiba di depan rumah. Namun, apa jadinya jika tidak memesan makanan, tapi tiba-tiba datang seorang pedagang mengantarkannya. Mirisnya, alamat yang dituju salah. Artinya, pemesan memberikan alamat palsu mengatasnamakan orang lain.

Seperti yang dialami akun Facebook Sherina Wuland. Dirinya jadi sasaran alamat order makanan dengan jumlah banyak, yaitu burger dan kebab berjumlah 28 bungkus. Jika dihitung bisa menghabiskan uang Rp 250 ribu. Alhasil, pedagang hanya bisa menunggu kejelasan dari pemesan makanan tersebut. Informasinya, pemesan bernama Angga. Sudah dicoba dihubungi berkali-kali, namun tidak direspons.

Penyakit Mulut dan Kuku Ditangani kalau Ada Pengaduan

Mobile_AP_Rectangle 2

Warganet yang melihat unggahan itu merasa iba. Sebab, pedagang dan orang yang salah alamat jadi sasaran kejahilan orang tidak bertanggung jawab. Apalagi pedagang, jadi salah satu pihak yang paling dirugikan. Sebab, banyak modal yang dikeluarkan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – SAAT ini, memesan makanan tidak perlu berkunjung ke tempat penjualannya. Cukup klik saja, makanan sudah tiba di depan rumah. Namun, apa jadinya jika tidak memesan makanan, tapi tiba-tiba datang seorang pedagang mengantarkannya. Mirisnya, alamat yang dituju salah. Artinya, pemesan memberikan alamat palsu mengatasnamakan orang lain.

Seperti yang dialami akun Facebook Sherina Wuland. Dirinya jadi sasaran alamat order makanan dengan jumlah banyak, yaitu burger dan kebab berjumlah 28 bungkus. Jika dihitung bisa menghabiskan uang Rp 250 ribu. Alhasil, pedagang hanya bisa menunggu kejelasan dari pemesan makanan tersebut. Informasinya, pemesan bernama Angga. Sudah dicoba dihubungi berkali-kali, namun tidak direspons.

Penyakit Mulut dan Kuku Ditangani kalau Ada Pengaduan

Warganet yang melihat unggahan itu merasa iba. Sebab, pedagang dan orang yang salah alamat jadi sasaran kejahilan orang tidak bertanggung jawab. Apalagi pedagang, jadi salah satu pihak yang paling dirugikan. Sebab, banyak modal yang dikeluarkan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – SAAT ini, memesan makanan tidak perlu berkunjung ke tempat penjualannya. Cukup klik saja, makanan sudah tiba di depan rumah. Namun, apa jadinya jika tidak memesan makanan, tapi tiba-tiba datang seorang pedagang mengantarkannya. Mirisnya, alamat yang dituju salah. Artinya, pemesan memberikan alamat palsu mengatasnamakan orang lain.

Seperti yang dialami akun Facebook Sherina Wuland. Dirinya jadi sasaran alamat order makanan dengan jumlah banyak, yaitu burger dan kebab berjumlah 28 bungkus. Jika dihitung bisa menghabiskan uang Rp 250 ribu. Alhasil, pedagang hanya bisa menunggu kejelasan dari pemesan makanan tersebut. Informasinya, pemesan bernama Angga. Sudah dicoba dihubungi berkali-kali, namun tidak direspons.

Penyakit Mulut dan Kuku Ditangani kalau Ada Pengaduan

Warganet yang melihat unggahan itu merasa iba. Sebab, pedagang dan orang yang salah alamat jadi sasaran kejahilan orang tidak bertanggung jawab. Apalagi pedagang, jadi salah satu pihak yang paling dirugikan. Sebab, banyak modal yang dikeluarkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/