alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Penyakit Mulut dan Kuku Ditangani kalau Ada Pengaduan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – LEMAHNYA penanganan Pemkab Lumajang terhadap hewan sakit terindikasi PMK makin terlihat. Sebab, setiap hari jumlah hewan yang terinfeksi itu dikabarkan terus bertambah. Gara-garanya, satgas di tingkat kecamatan sampai desa belum semua terbentuk. Sehingga, penanganan cenderung menunggu pengaduan.

Beberapa hari lalu, pemkab membuka pengaduan lewat WhatsApp. Namun, tidak semua peternak melaporkan kondisi hewan ternaknya yang sakit pada nomor tersebut. Kepala DKPP Lumajang Hairil Diani mengatakan, sampai saat ini ada beberapa camat yang baru melaporkan kesiapan satgas di tingkat kecamatan.

Rencananya penanganan PMK ini bakal dilakukan secara berjenjang. Sehingga, perlakuannya mirip pasien korona. “Kalau waktu vidcon dengan bupati dan wabup memang diminta seperti itu. Tetapi, kami belum monitoring, karena masing-masing kecamatan tidak sama gerakan dan kecepatan meresponsnya,” katanya.

Wabah PMK Datanya Masih Dirahasiakan

Mobile_AP_Rectangle 2

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – LEMAHNYA penanganan Pemkab Lumajang terhadap hewan sakit terindikasi PMK makin terlihat. Sebab, setiap hari jumlah hewan yang terinfeksi itu dikabarkan terus bertambah. Gara-garanya, satgas di tingkat kecamatan sampai desa belum semua terbentuk. Sehingga, penanganan cenderung menunggu pengaduan.

Beberapa hari lalu, pemkab membuka pengaduan lewat WhatsApp. Namun, tidak semua peternak melaporkan kondisi hewan ternaknya yang sakit pada nomor tersebut. Kepala DKPP Lumajang Hairil Diani mengatakan, sampai saat ini ada beberapa camat yang baru melaporkan kesiapan satgas di tingkat kecamatan.

Rencananya penanganan PMK ini bakal dilakukan secara berjenjang. Sehingga, perlakuannya mirip pasien korona. “Kalau waktu vidcon dengan bupati dan wabup memang diminta seperti itu. Tetapi, kami belum monitoring, karena masing-masing kecamatan tidak sama gerakan dan kecepatan meresponsnya,” katanya.

Wabah PMK Datanya Masih Dirahasiakan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – LEMAHNYA penanganan Pemkab Lumajang terhadap hewan sakit terindikasi PMK makin terlihat. Sebab, setiap hari jumlah hewan yang terinfeksi itu dikabarkan terus bertambah. Gara-garanya, satgas di tingkat kecamatan sampai desa belum semua terbentuk. Sehingga, penanganan cenderung menunggu pengaduan.

Beberapa hari lalu, pemkab membuka pengaduan lewat WhatsApp. Namun, tidak semua peternak melaporkan kondisi hewan ternaknya yang sakit pada nomor tersebut. Kepala DKPP Lumajang Hairil Diani mengatakan, sampai saat ini ada beberapa camat yang baru melaporkan kesiapan satgas di tingkat kecamatan.

Rencananya penanganan PMK ini bakal dilakukan secara berjenjang. Sehingga, perlakuannya mirip pasien korona. “Kalau waktu vidcon dengan bupati dan wabup memang diminta seperti itu. Tetapi, kami belum monitoring, karena masing-masing kecamatan tidak sama gerakan dan kecepatan meresponsnya,” katanya.

Wabah PMK Datanya Masih Dirahasiakan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/