alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tenaga Kerja Ilegal Ikut Pulang

Gelombang Pemulangan Pekerja Migran ke Lumajang di Masa Pandemi Hampir sebulan, ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) pulang ke Lumajang. Sebagian besar pulang karena masa kontrak kerja yang sudah habis. Ada juga karena sudah tidak betah bekerja di luar negeri. Mereka dijemput Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Momen pemulangan tenaga kerja ini dimanfaatkan sejumlah oknum PMI ilegal untuk pulang. Pasalnya, ditemukan selisih antara jumlah PMI yang terdaftar pulang di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang dengan PMI yang dijemput oleh Dishub Lumajang. Jumlah selisihnya yakni 63 orang.

Nugraha Yudha, Kepala Dishub Lumajang, mengatakan, hingga Jumat lalu, pihaknya sudah menjemput 324 PMI di Surabaya. “Catatan kami, ada 324 PMI yang sudah dijemput. Jumlah ini berbeda jauh dengan data dari Disnakertrans Lumajang yang hanya 261 orang,” katanya.

Dia menduga, ada sejumlah oknum PMI ilegal yang memanfaatkan momen kepulangan tersebut. “Memang rata-rata pulang karena masa kontrak kerja yang sudah habis. Bisa jadi, mereka yang masa kontrak belum habis juga ikut pulang. Bahkan, dimungkinkan oknum PMI ilegal juga ikut pulang untuk memanfaatkan kesempatan balik ini. Sehingga, data kami dengan Disnakertrans tidak sama,” ujarnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Momen pemulangan tenaga kerja ini dimanfaatkan sejumlah oknum PMI ilegal untuk pulang. Pasalnya, ditemukan selisih antara jumlah PMI yang terdaftar pulang di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang dengan PMI yang dijemput oleh Dishub Lumajang. Jumlah selisihnya yakni 63 orang.

Nugraha Yudha, Kepala Dishub Lumajang, mengatakan, hingga Jumat lalu, pihaknya sudah menjemput 324 PMI di Surabaya. “Catatan kami, ada 324 PMI yang sudah dijemput. Jumlah ini berbeda jauh dengan data dari Disnakertrans Lumajang yang hanya 261 orang,” katanya.

Dia menduga, ada sejumlah oknum PMI ilegal yang memanfaatkan momen kepulangan tersebut. “Memang rata-rata pulang karena masa kontrak kerja yang sudah habis. Bisa jadi, mereka yang masa kontrak belum habis juga ikut pulang. Bahkan, dimungkinkan oknum PMI ilegal juga ikut pulang untuk memanfaatkan kesempatan balik ini. Sehingga, data kami dengan Disnakertrans tidak sama,” ujarnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Momen pemulangan tenaga kerja ini dimanfaatkan sejumlah oknum PMI ilegal untuk pulang. Pasalnya, ditemukan selisih antara jumlah PMI yang terdaftar pulang di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang dengan PMI yang dijemput oleh Dishub Lumajang. Jumlah selisihnya yakni 63 orang.

Nugraha Yudha, Kepala Dishub Lumajang, mengatakan, hingga Jumat lalu, pihaknya sudah menjemput 324 PMI di Surabaya. “Catatan kami, ada 324 PMI yang sudah dijemput. Jumlah ini berbeda jauh dengan data dari Disnakertrans Lumajang yang hanya 261 orang,” katanya.

Dia menduga, ada sejumlah oknum PMI ilegal yang memanfaatkan momen kepulangan tersebut. “Memang rata-rata pulang karena masa kontrak kerja yang sudah habis. Bisa jadi, mereka yang masa kontrak belum habis juga ikut pulang. Bahkan, dimungkinkan oknum PMI ilegal juga ikut pulang untuk memanfaatkan kesempatan balik ini. Sehingga, data kami dengan Disnakertrans tidak sama,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/