alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Kaget karena Karantina Tidak Ketat

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Nugraha Yudha M, Kepala Dishub Lumajang, mengungkapkan, ada sejumlah PMI yang nakal saat dilakukan penjemputan. “Memang ada yang nakal. Petugas sudah memanggilnya, tapi tidak kunjung datang. Bahkan, sudah dicari hingga ke kamar-kamar. Kami tunggu selama dua jam. Karena tidak segera datang, akhirnya kami tinggal dan diikutkan ke rombongan besoknya,” ungkapnya.

Selain itu, ada sepasang suami istri yang berbeda identitas. Khawatir bukan suami istri yang sah, petugas memeriksa identitas buku nikah mereka. “Identitas kartu tanda penduduk (KTP) suami asal Lumajang. Sedangkan istri dari Banyuwangi. Karena berbeda, kami koordinasikan dengan Pemprov dan Pemkab Banyuwangi. Kami juga pastikan mereka pasangan yang sah melalui buku nikah. Hasilnya, keduanya ikut pulang ke Lumajang,” jelasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer:
Editor:

- Advertisement -

Sementara itu, Nugraha Yudha M, Kepala Dishub Lumajang, mengungkapkan, ada sejumlah PMI yang nakal saat dilakukan penjemputan. “Memang ada yang nakal. Petugas sudah memanggilnya, tapi tidak kunjung datang. Bahkan, sudah dicari hingga ke kamar-kamar. Kami tunggu selama dua jam. Karena tidak segera datang, akhirnya kami tinggal dan diikutkan ke rombongan besoknya,” ungkapnya.

Selain itu, ada sepasang suami istri yang berbeda identitas. Khawatir bukan suami istri yang sah, petugas memeriksa identitas buku nikah mereka. “Identitas kartu tanda penduduk (KTP) suami asal Lumajang. Sedangkan istri dari Banyuwangi. Karena berbeda, kami koordinasikan dengan Pemprov dan Pemkab Banyuwangi. Kami juga pastikan mereka pasangan yang sah melalui buku nikah. Hasilnya, keduanya ikut pulang ke Lumajang,” jelasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer:
Editor:

Sementara itu, Nugraha Yudha M, Kepala Dishub Lumajang, mengungkapkan, ada sejumlah PMI yang nakal saat dilakukan penjemputan. “Memang ada yang nakal. Petugas sudah memanggilnya, tapi tidak kunjung datang. Bahkan, sudah dicari hingga ke kamar-kamar. Kami tunggu selama dua jam. Karena tidak segera datang, akhirnya kami tinggal dan diikutkan ke rombongan besoknya,” ungkapnya.

Selain itu, ada sepasang suami istri yang berbeda identitas. Khawatir bukan suami istri yang sah, petugas memeriksa identitas buku nikah mereka. “Identitas kartu tanda penduduk (KTP) suami asal Lumajang. Sedangkan istri dari Banyuwangi. Karena berbeda, kami koordinasikan dengan Pemprov dan Pemkab Banyuwangi. Kami juga pastikan mereka pasangan yang sah melalui buku nikah. Hasilnya, keduanya ikut pulang ke Lumajang,” jelasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer:
Editor:

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/