alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ratusan Pinandita Doakan Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Melewati dua bulan pascabencana erupsi Gunung Semeru (04/12), Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Jawa Timur menggelar acara Shanti Puja di Pura Mandara Giri Semeru Agung, kemarin pagi. Ratusan pinandita tersebut berdoa untuk keselamatan masyarakat Lumajang.

Sekitar pukul 08.00, kurang lebih 300 pinandita yang berasal dari kabupaten/kota se-Jawa Timur itu memasuki pelataran utama pura. Mereka langsung duduk bersila membentuk barisan dengan menghadap canang atau perlengkapan persembahyangan. Sejumlah ritual keagamaan khidmat mereka panjatkan.

Ketua PSN Jawa Timur I Made Jiwa Astika mengatakan, kegiatan doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan dan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi belakangan ini. Termasuk mendoakan keselamatan untuk ribuan korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Melihat kondisi alam yang akhir-akhir ini mengalami bencana, angin puting beliung dan erupsi Gunung Semeru, kami pinandita atau orang suci dalam Hindu yang biasanya memimpin atau menjadi penghubung antara umat dengan Tuhan Yang Mahakuasa sama-sama berdoa dengan sarana yang ada,” katanya.

Selain menggelar doa bersama, sebelumnya pihaknya juga memberikan pelatihan untuk peningkatan kompetensi pinandita. Sebab, sebagai pemangku atau pemimpin upacara keagamaan harus mampu menjaga nilai-nilai yang sudah diajarkan. “Ini pilot project pertama. Makanya sengaja digelar di Pura Mandara,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Melewati dua bulan pascabencana erupsi Gunung Semeru (04/12), Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Jawa Timur menggelar acara Shanti Puja di Pura Mandara Giri Semeru Agung, kemarin pagi. Ratusan pinandita tersebut berdoa untuk keselamatan masyarakat Lumajang.

Sekitar pukul 08.00, kurang lebih 300 pinandita yang berasal dari kabupaten/kota se-Jawa Timur itu memasuki pelataran utama pura. Mereka langsung duduk bersila membentuk barisan dengan menghadap canang atau perlengkapan persembahyangan. Sejumlah ritual keagamaan khidmat mereka panjatkan.

Ketua PSN Jawa Timur I Made Jiwa Astika mengatakan, kegiatan doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan dan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi belakangan ini. Termasuk mendoakan keselamatan untuk ribuan korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Melihat kondisi alam yang akhir-akhir ini mengalami bencana, angin puting beliung dan erupsi Gunung Semeru, kami pinandita atau orang suci dalam Hindu yang biasanya memimpin atau menjadi penghubung antara umat dengan Tuhan Yang Mahakuasa sama-sama berdoa dengan sarana yang ada,” katanya.

Selain menggelar doa bersama, sebelumnya pihaknya juga memberikan pelatihan untuk peningkatan kompetensi pinandita. Sebab, sebagai pemangku atau pemimpin upacara keagamaan harus mampu menjaga nilai-nilai yang sudah diajarkan. “Ini pilot project pertama. Makanya sengaja digelar di Pura Mandara,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Melewati dua bulan pascabencana erupsi Gunung Semeru (04/12), Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Jawa Timur menggelar acara Shanti Puja di Pura Mandara Giri Semeru Agung, kemarin pagi. Ratusan pinandita tersebut berdoa untuk keselamatan masyarakat Lumajang.

Sekitar pukul 08.00, kurang lebih 300 pinandita yang berasal dari kabupaten/kota se-Jawa Timur itu memasuki pelataran utama pura. Mereka langsung duduk bersila membentuk barisan dengan menghadap canang atau perlengkapan persembahyangan. Sejumlah ritual keagamaan khidmat mereka panjatkan.

Ketua PSN Jawa Timur I Made Jiwa Astika mengatakan, kegiatan doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan dan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi belakangan ini. Termasuk mendoakan keselamatan untuk ribuan korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Melihat kondisi alam yang akhir-akhir ini mengalami bencana, angin puting beliung dan erupsi Gunung Semeru, kami pinandita atau orang suci dalam Hindu yang biasanya memimpin atau menjadi penghubung antara umat dengan Tuhan Yang Mahakuasa sama-sama berdoa dengan sarana yang ada,” katanya.

Selain menggelar doa bersama, sebelumnya pihaknya juga memberikan pelatihan untuk peningkatan kompetensi pinandita. Sebab, sebagai pemangku atau pemimpin upacara keagamaan harus mampu menjaga nilai-nilai yang sudah diajarkan. “Ini pilot project pertama. Makanya sengaja digelar di Pura Mandara,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/