alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Batu Akik Makin Meredup

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJAN, RADARJEMBER.ID – Fenomena melejitnya batu akik pada 2014 silam berangsur menyusut. Jika dulu begitu ngetren dengan harga jutaan bahkan miliaran untuk jenis bulu macan, kini nilainya mulai meredup. Tidak sedikit pedagang di pasaran yang mulai kehilangan peminat.

Kondisi ini juga terjadi di Lumajang. Dayat salah satu pelapak batu akik di pasaran klojen Lumajang mengakui nilai batu akik meredup. Memang nilai yang dimaksud bukan batu istimewa yang melejit pada 2014 silam, melainkan batu akik biasa.
Lelaki 60 tahun yang mangkal di jalan Slamet Riyadi, Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang ini mengaku sudah puluhan tahun berbisnis batu akik di pasaran. Saat ini, dia betul-betul merasakan menurunnya peminat.

Padahal Dayat sempat kelimpahan pembeli saat fenomena batu akik masih ngetren di 2014 silam. Sekarang, pembelinya menurun. Mereka yang datang dan berminat bisa dihitung dengan jari. “Padahal dulu waktu lagi musimnya sampai tidak terhitung,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ada banyak pembeli dan pengunjung yang datang ke tempatnya. “Dulu pembeli bukan cuma dari Lumajang saja. Tapi juga dari luar kota seperti Probolinggo, Malang dan Surabaya,” ujarnya.

- Advertisement -

LUMAJAN, RADARJEMBER.ID – Fenomena melejitnya batu akik pada 2014 silam berangsur menyusut. Jika dulu begitu ngetren dengan harga jutaan bahkan miliaran untuk jenis bulu macan, kini nilainya mulai meredup. Tidak sedikit pedagang di pasaran yang mulai kehilangan peminat.

Kondisi ini juga terjadi di Lumajang. Dayat salah satu pelapak batu akik di pasaran klojen Lumajang mengakui nilai batu akik meredup. Memang nilai yang dimaksud bukan batu istimewa yang melejit pada 2014 silam, melainkan batu akik biasa.
Lelaki 60 tahun yang mangkal di jalan Slamet Riyadi, Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang ini mengaku sudah puluhan tahun berbisnis batu akik di pasaran. Saat ini, dia betul-betul merasakan menurunnya peminat.

Padahal Dayat sempat kelimpahan pembeli saat fenomena batu akik masih ngetren di 2014 silam. Sekarang, pembelinya menurun. Mereka yang datang dan berminat bisa dihitung dengan jari. “Padahal dulu waktu lagi musimnya sampai tidak terhitung,” katanya.

Ada banyak pembeli dan pengunjung yang datang ke tempatnya. “Dulu pembeli bukan cuma dari Lumajang saja. Tapi juga dari luar kota seperti Probolinggo, Malang dan Surabaya,” ujarnya.

LUMAJAN, RADARJEMBER.ID – Fenomena melejitnya batu akik pada 2014 silam berangsur menyusut. Jika dulu begitu ngetren dengan harga jutaan bahkan miliaran untuk jenis bulu macan, kini nilainya mulai meredup. Tidak sedikit pedagang di pasaran yang mulai kehilangan peminat.

Kondisi ini juga terjadi di Lumajang. Dayat salah satu pelapak batu akik di pasaran klojen Lumajang mengakui nilai batu akik meredup. Memang nilai yang dimaksud bukan batu istimewa yang melejit pada 2014 silam, melainkan batu akik biasa.
Lelaki 60 tahun yang mangkal di jalan Slamet Riyadi, Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang ini mengaku sudah puluhan tahun berbisnis batu akik di pasaran. Saat ini, dia betul-betul merasakan menurunnya peminat.

Padahal Dayat sempat kelimpahan pembeli saat fenomena batu akik masih ngetren di 2014 silam. Sekarang, pembelinya menurun. Mereka yang datang dan berminat bisa dihitung dengan jari. “Padahal dulu waktu lagi musimnya sampai tidak terhitung,” katanya.

Ada banyak pembeli dan pengunjung yang datang ke tempatnya. “Dulu pembeli bukan cuma dari Lumajang saja. Tapi juga dari luar kota seperti Probolinggo, Malang dan Surabaya,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/