23.2 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Polres Gagalkan Penyalahgunaan Pupuk Subsidi

Mobile_AP_Rectangle 1

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Terbatasnya jumlah pupuk subsidi bagi para petani dimanfaatkan sejumlah oknum untuk berbuat nakal. Tak heran jika para petani kesulitan membeli pupuk subsidi. Padahal, nama mereka sudah masuk dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

BACA JUGA : Dinding Rumah Warga Semboro Jember Jebol Akibat Longsor

Meski nama mereka sudah tercantum dalam e-RDKK, nyatanya pupuk itu tidak bisa dibeli. Belum lagi harganya yang jauh di atas ketetapan HET. Oleh karena itu, beberapa waktu terakhir, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) bersama aparat penegak hukum langsung bertindak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemarin, Polres Lumajang menyampaikan hasil pengamanan dugaan penyalahgunaan pupuk subsidi. Pengamanan itu dilakukan pada Minggu (20/11) lalu. Sekitar pukul 18.30, anggota Polres Lumajang menjumpai angkutan yang mencurigakan di Desa/Kecamatan Kedungjajang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata truk bernopol L 8223 UV yang dikemudikan NM, warga Kabupaten Mojokerto, itu mengangkut pupuk NPK Phonska bersubsidi. Rencananya pupuk itu akan dikirimkan ke Mojokerto. Namun, indikasi penyalahgunaan tersebut digagalkan Polres Lumajang.

- Advertisement -

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Terbatasnya jumlah pupuk subsidi bagi para petani dimanfaatkan sejumlah oknum untuk berbuat nakal. Tak heran jika para petani kesulitan membeli pupuk subsidi. Padahal, nama mereka sudah masuk dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

BACA JUGA : Dinding Rumah Warga Semboro Jember Jebol Akibat Longsor

Meski nama mereka sudah tercantum dalam e-RDKK, nyatanya pupuk itu tidak bisa dibeli. Belum lagi harganya yang jauh di atas ketetapan HET. Oleh karena itu, beberapa waktu terakhir, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) bersama aparat penegak hukum langsung bertindak.

Kemarin, Polres Lumajang menyampaikan hasil pengamanan dugaan penyalahgunaan pupuk subsidi. Pengamanan itu dilakukan pada Minggu (20/11) lalu. Sekitar pukul 18.30, anggota Polres Lumajang menjumpai angkutan yang mencurigakan di Desa/Kecamatan Kedungjajang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata truk bernopol L 8223 UV yang dikemudikan NM, warga Kabupaten Mojokerto, itu mengangkut pupuk NPK Phonska bersubsidi. Rencananya pupuk itu akan dikirimkan ke Mojokerto. Namun, indikasi penyalahgunaan tersebut digagalkan Polres Lumajang.

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Terbatasnya jumlah pupuk subsidi bagi para petani dimanfaatkan sejumlah oknum untuk berbuat nakal. Tak heran jika para petani kesulitan membeli pupuk subsidi. Padahal, nama mereka sudah masuk dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

BACA JUGA : Dinding Rumah Warga Semboro Jember Jebol Akibat Longsor

Meski nama mereka sudah tercantum dalam e-RDKK, nyatanya pupuk itu tidak bisa dibeli. Belum lagi harganya yang jauh di atas ketetapan HET. Oleh karena itu, beberapa waktu terakhir, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) bersama aparat penegak hukum langsung bertindak.

Kemarin, Polres Lumajang menyampaikan hasil pengamanan dugaan penyalahgunaan pupuk subsidi. Pengamanan itu dilakukan pada Minggu (20/11) lalu. Sekitar pukul 18.30, anggota Polres Lumajang menjumpai angkutan yang mencurigakan di Desa/Kecamatan Kedungjajang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata truk bernopol L 8223 UV yang dikemudikan NM, warga Kabupaten Mojokerto, itu mengangkut pupuk NPK Phonska bersubsidi. Rencananya pupuk itu akan dikirimkan ke Mojokerto. Namun, indikasi penyalahgunaan tersebut digagalkan Polres Lumajang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca