alexametrics
26.8 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Pertahankan Lumajang sebagai Daerah Tertib Ukur (DTU)

Meski masa pandemi, pelayanan tera/tera ulang tetap berjalan. Namun, hal itu bukan hanya perihal retribusi atau pendapatan asli daerah (PAD), melainkan juga bagian dari melindungi masyarakat dari penyimpangan transaksi perdagangan untuk mempertahankan daerah tertib ukur (DTU).

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang berasal dari retribusi tera/tera ulang. Target dan realisasi per tahunnya terus bertambah. Informasi yang berhasil dihimpun, tahun 2020 sebesar Rp 140 juta. Sedangkan tahun ini ditargetkan Rp 161, 3 Juta.

Hingga 28 September lalu, realisasinya sudah mencapai Rp 133,2 juta. Artinya, target retribusi tera/tera ulang kurang Rp 28 juta. Oleh karenanya, pelayanan tera/tera ulang akan dioptimalkan bulan depan di Pasar Klakah, Ranuyoso, dan Pasar Baru Lumajang. Sementara, pekan ini pelayanan dilakukan di Pasar Desa/Kecamatan Pasirian.

Sofi, salah satu pedagang asal Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, mengungkapkan, dia menerima informasi tera/tera ulang dari pemerintah desa setempat, beberapa waktu lalu. Karenanya, dia mendatangi pelayanan di Pasar Pasirian, kemarin. Menurut dia, hal itu sangat membantu pedagang kecil seperti dirinya. “Biaya retribusinya murah. Dan pelayanan ini untuk mengetahui alat timbangan saya sudah sesuai atau belum,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dinta Mahardin, Kasi Pengawasan Bidang Metrologi Legal Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang, mengatakan, tera/tera ulang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap pemerintah kabupaten/kota. Sebab, mereka berkewajiban menyelenggarakan pelayanan sekaligus pengawasan pada semua alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). “Jadi, semuanya distandarkan,” katanya.

Dinta menjelaskan, UTTP tersebut diuji sesuai syarat teknis yang berlaku. Setelah dilakukan pengujian, UTTP yang bermasalah akan diperbaiki oleh reparatir timbangan. Selanjutnya, dilakukan pengujian kembali, lalu distempel dan dibubuhkan tera sah yang berlaku selama satu tahun.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang berasal dari retribusi tera/tera ulang. Target dan realisasi per tahunnya terus bertambah. Informasi yang berhasil dihimpun, tahun 2020 sebesar Rp 140 juta. Sedangkan tahun ini ditargetkan Rp 161, 3 Juta.

Hingga 28 September lalu, realisasinya sudah mencapai Rp 133,2 juta. Artinya, target retribusi tera/tera ulang kurang Rp 28 juta. Oleh karenanya, pelayanan tera/tera ulang akan dioptimalkan bulan depan di Pasar Klakah, Ranuyoso, dan Pasar Baru Lumajang. Sementara, pekan ini pelayanan dilakukan di Pasar Desa/Kecamatan Pasirian.

Sofi, salah satu pedagang asal Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, mengungkapkan, dia menerima informasi tera/tera ulang dari pemerintah desa setempat, beberapa waktu lalu. Karenanya, dia mendatangi pelayanan di Pasar Pasirian, kemarin. Menurut dia, hal itu sangat membantu pedagang kecil seperti dirinya. “Biaya retribusinya murah. Dan pelayanan ini untuk mengetahui alat timbangan saya sudah sesuai atau belum,” ujarnya.

Dinta Mahardin, Kasi Pengawasan Bidang Metrologi Legal Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang, mengatakan, tera/tera ulang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap pemerintah kabupaten/kota. Sebab, mereka berkewajiban menyelenggarakan pelayanan sekaligus pengawasan pada semua alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). “Jadi, semuanya distandarkan,” katanya.

Dinta menjelaskan, UTTP tersebut diuji sesuai syarat teknis yang berlaku. Setelah dilakukan pengujian, UTTP yang bermasalah akan diperbaiki oleh reparatir timbangan. Selanjutnya, dilakukan pengujian kembali, lalu distempel dan dibubuhkan tera sah yang berlaku selama satu tahun.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang berasal dari retribusi tera/tera ulang. Target dan realisasi per tahunnya terus bertambah. Informasi yang berhasil dihimpun, tahun 2020 sebesar Rp 140 juta. Sedangkan tahun ini ditargetkan Rp 161, 3 Juta.

Hingga 28 September lalu, realisasinya sudah mencapai Rp 133,2 juta. Artinya, target retribusi tera/tera ulang kurang Rp 28 juta. Oleh karenanya, pelayanan tera/tera ulang akan dioptimalkan bulan depan di Pasar Klakah, Ranuyoso, dan Pasar Baru Lumajang. Sementara, pekan ini pelayanan dilakukan di Pasar Desa/Kecamatan Pasirian.

Sofi, salah satu pedagang asal Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, mengungkapkan, dia menerima informasi tera/tera ulang dari pemerintah desa setempat, beberapa waktu lalu. Karenanya, dia mendatangi pelayanan di Pasar Pasirian, kemarin. Menurut dia, hal itu sangat membantu pedagang kecil seperti dirinya. “Biaya retribusinya murah. Dan pelayanan ini untuk mengetahui alat timbangan saya sudah sesuai atau belum,” ujarnya.

Dinta Mahardin, Kasi Pengawasan Bidang Metrologi Legal Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang, mengatakan, tera/tera ulang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap pemerintah kabupaten/kota. Sebab, mereka berkewajiban menyelenggarakan pelayanan sekaligus pengawasan pada semua alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). “Jadi, semuanya distandarkan,” katanya.

Dinta menjelaskan, UTTP tersebut diuji sesuai syarat teknis yang berlaku. Setelah dilakukan pengujian, UTTP yang bermasalah akan diperbaiki oleh reparatir timbangan. Selanjutnya, dilakukan pengujian kembali, lalu distempel dan dibubuhkan tera sah yang berlaku selama satu tahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca