alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Mensos Libatkan Bareskrim Mabes Polri Selidiki Dugaan Penyunatan Bansos

Administrasi dan Tindak Pidana Jadi Atensi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyunatan bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) di Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, belakangan mencuat hingga menyita perhatian publik. Menteri Sosial Tri Rismaharini akhirnya turun tangan. Bersama rombongan Kemensos dan Bareskrim Mabes Polri, Risma, sapaannya, datang ke pos pengaduan, Sabtu malam (28/8).

Mantan wali kota Surabaya itu mengajak dialog sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) desa setempat. Beragam permasalahan disampaikan di kantor Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang. Dengan seksama, Risma menanggapinya. Hasilnya, ada dua masalah yang menjadi sorotan. Yakni masalah administrasi dan tindak pidana.

“Kami menanggapi keluhan atau laporan dari masyarakat Desa Sawaran Kulon. Kami akan menyelesaikan permasalahan bersama-sama. Kalau dilihat tadi, ada dua masalah. Pertama masalah administrasi dan kedua adalah pidana,” kata Risma.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Risma, pihaknya akan menyelesaikan masalah administrasi dengan segera. Hal tersebut berkaitan dengan perubahan data KPM. Sehingga, KPM tidak akan kebingungan saat penyaluran bansos dilakukan. Sebab, permasalahan setiap KPM berbeda-beda. Karena itu, pihaknya meminta staf untuk mendokumentasikan aduan sejumlah KPM untuk dianalisis dan dievaluasi kementerian. “Karena berbeda-beda, nanti akan direkam masalahnya apa. Dan kami akan memfoto bukti yang dimiliki. Jadi, sampaikan semuanya ke kami,” tegasnya.

Sementara itu, masalah pidana akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Baik Polres Lumajang maupun Mabes Polri. Proses hukum juga akan melibatkan Kemensos. Sebab, aduan akan dipastikan dengan administrasi yang ada di Kemensos.

“Nanti akan kita lihat. Kalau ada kesalahan yang tersistematis, akan diproses sesuai kode etik. Sekali lagi, kami tidak berani. Karena ini wilayah yang belum menginjak ke ranah hukum. Kalau sudah diproses dan diselidiki oleh polres, lalu yang menyampikan juga dari polres. Karena kami tidak tahu proses penyelidikan dan penyidikan,” lanjutnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyunatan bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) di Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, belakangan mencuat hingga menyita perhatian publik. Menteri Sosial Tri Rismaharini akhirnya turun tangan. Bersama rombongan Kemensos dan Bareskrim Mabes Polri, Risma, sapaannya, datang ke pos pengaduan, Sabtu malam (28/8).

Mantan wali kota Surabaya itu mengajak dialog sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) desa setempat. Beragam permasalahan disampaikan di kantor Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang. Dengan seksama, Risma menanggapinya. Hasilnya, ada dua masalah yang menjadi sorotan. Yakni masalah administrasi dan tindak pidana.

“Kami menanggapi keluhan atau laporan dari masyarakat Desa Sawaran Kulon. Kami akan menyelesaikan permasalahan bersama-sama. Kalau dilihat tadi, ada dua masalah. Pertama masalah administrasi dan kedua adalah pidana,” kata Risma.

Menurut Risma, pihaknya akan menyelesaikan masalah administrasi dengan segera. Hal tersebut berkaitan dengan perubahan data KPM. Sehingga, KPM tidak akan kebingungan saat penyaluran bansos dilakukan. Sebab, permasalahan setiap KPM berbeda-beda. Karena itu, pihaknya meminta staf untuk mendokumentasikan aduan sejumlah KPM untuk dianalisis dan dievaluasi kementerian. “Karena berbeda-beda, nanti akan direkam masalahnya apa. Dan kami akan memfoto bukti yang dimiliki. Jadi, sampaikan semuanya ke kami,” tegasnya.

Sementara itu, masalah pidana akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Baik Polres Lumajang maupun Mabes Polri. Proses hukum juga akan melibatkan Kemensos. Sebab, aduan akan dipastikan dengan administrasi yang ada di Kemensos.

“Nanti akan kita lihat. Kalau ada kesalahan yang tersistematis, akan diproses sesuai kode etik. Sekali lagi, kami tidak berani. Karena ini wilayah yang belum menginjak ke ranah hukum. Kalau sudah diproses dan diselidiki oleh polres, lalu yang menyampikan juga dari polres. Karena kami tidak tahu proses penyelidikan dan penyidikan,” lanjutnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyunatan bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) di Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, belakangan mencuat hingga menyita perhatian publik. Menteri Sosial Tri Rismaharini akhirnya turun tangan. Bersama rombongan Kemensos dan Bareskrim Mabes Polri, Risma, sapaannya, datang ke pos pengaduan, Sabtu malam (28/8).

Mantan wali kota Surabaya itu mengajak dialog sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) desa setempat. Beragam permasalahan disampaikan di kantor Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang. Dengan seksama, Risma menanggapinya. Hasilnya, ada dua masalah yang menjadi sorotan. Yakni masalah administrasi dan tindak pidana.

“Kami menanggapi keluhan atau laporan dari masyarakat Desa Sawaran Kulon. Kami akan menyelesaikan permasalahan bersama-sama. Kalau dilihat tadi, ada dua masalah. Pertama masalah administrasi dan kedua adalah pidana,” kata Risma.

Menurut Risma, pihaknya akan menyelesaikan masalah administrasi dengan segera. Hal tersebut berkaitan dengan perubahan data KPM. Sehingga, KPM tidak akan kebingungan saat penyaluran bansos dilakukan. Sebab, permasalahan setiap KPM berbeda-beda. Karena itu, pihaknya meminta staf untuk mendokumentasikan aduan sejumlah KPM untuk dianalisis dan dievaluasi kementerian. “Karena berbeda-beda, nanti akan direkam masalahnya apa. Dan kami akan memfoto bukti yang dimiliki. Jadi, sampaikan semuanya ke kami,” tegasnya.

Sementara itu, masalah pidana akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Baik Polres Lumajang maupun Mabes Polri. Proses hukum juga akan melibatkan Kemensos. Sebab, aduan akan dipastikan dengan administrasi yang ada di Kemensos.

“Nanti akan kita lihat. Kalau ada kesalahan yang tersistematis, akan diproses sesuai kode etik. Sekali lagi, kami tidak berani. Karena ini wilayah yang belum menginjak ke ranah hukum. Kalau sudah diproses dan diselidiki oleh polres, lalu yang menyampikan juga dari polres. Karena kami tidak tahu proses penyelidikan dan penyidikan,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/