alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Di Lumajang, Warga Lebih Memilih Kambing untuk Kurban

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID- Mendekati momen Idul Adha, mulai bermunculan pedagang kambing yang membuka lapak dadakan. Untuk tahun ini, stok kambing pun lebih banyak. Apalagi, kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat warga lebih memilih kambing untuk hewan kurban ketimbang sapi. Bahkan, prediksinya harga jual kambing meningkat.

Pedagang kambing mulai disibukkan dengan membuka lapak di depan rumah maupun di pinggir jalan. Diperkirakan, tahun ini harga jual kambing meningkat sekitar 30 persen akibat PMK pada sapi. Banyak dari warga yang memilih berkurban dengan kambing. Sebab lebih terjaga kesehatannya dan tidak terinfeksi PMK.

BACA JUGA: Temukan Bangkai Anakan Sapi PMK

Mobile_AP_Rectangle 2

Fuad, salah satu pedagang kambing kurban mengaku, tahun ini dirinya menambah stok kambingnya. Jika sebelumnya hanya 20 ekor, kini menambah 10 ekor lagi. “Tahun ini saya stok 10 kambing lagi. Buat jaga-jaga. Apalagi, sekarang marak PMK. Kemungkinan orang-orang memilih kambing buat kurban,” ucapnya.

Harga jual kambing juga terbilang lebih murah ketimbang lembu. Satu ekor kambing berukuran sedang dijual mulai dari harga Rp 2,5 juta. Dan sekarang ini, sudah ada enam ekor kambing miliknya yang terjual. Kondisi ini membuat dirinya optimistis jika penjualannya meningkat.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID- Mendekati momen Idul Adha, mulai bermunculan pedagang kambing yang membuka lapak dadakan. Untuk tahun ini, stok kambing pun lebih banyak. Apalagi, kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat warga lebih memilih kambing untuk hewan kurban ketimbang sapi. Bahkan, prediksinya harga jual kambing meningkat.

Pedagang kambing mulai disibukkan dengan membuka lapak di depan rumah maupun di pinggir jalan. Diperkirakan, tahun ini harga jual kambing meningkat sekitar 30 persen akibat PMK pada sapi. Banyak dari warga yang memilih berkurban dengan kambing. Sebab lebih terjaga kesehatannya dan tidak terinfeksi PMK.

BACA JUGA: Temukan Bangkai Anakan Sapi PMK

Fuad, salah satu pedagang kambing kurban mengaku, tahun ini dirinya menambah stok kambingnya. Jika sebelumnya hanya 20 ekor, kini menambah 10 ekor lagi. “Tahun ini saya stok 10 kambing lagi. Buat jaga-jaga. Apalagi, sekarang marak PMK. Kemungkinan orang-orang memilih kambing buat kurban,” ucapnya.

Harga jual kambing juga terbilang lebih murah ketimbang lembu. Satu ekor kambing berukuran sedang dijual mulai dari harga Rp 2,5 juta. Dan sekarang ini, sudah ada enam ekor kambing miliknya yang terjual. Kondisi ini membuat dirinya optimistis jika penjualannya meningkat.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID- Mendekati momen Idul Adha, mulai bermunculan pedagang kambing yang membuka lapak dadakan. Untuk tahun ini, stok kambing pun lebih banyak. Apalagi, kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat warga lebih memilih kambing untuk hewan kurban ketimbang sapi. Bahkan, prediksinya harga jual kambing meningkat.

Pedagang kambing mulai disibukkan dengan membuka lapak di depan rumah maupun di pinggir jalan. Diperkirakan, tahun ini harga jual kambing meningkat sekitar 30 persen akibat PMK pada sapi. Banyak dari warga yang memilih berkurban dengan kambing. Sebab lebih terjaga kesehatannya dan tidak terinfeksi PMK.

BACA JUGA: Temukan Bangkai Anakan Sapi PMK

Fuad, salah satu pedagang kambing kurban mengaku, tahun ini dirinya menambah stok kambingnya. Jika sebelumnya hanya 20 ekor, kini menambah 10 ekor lagi. “Tahun ini saya stok 10 kambing lagi. Buat jaga-jaga. Apalagi, sekarang marak PMK. Kemungkinan orang-orang memilih kambing buat kurban,” ucapnya.

Harga jual kambing juga terbilang lebih murah ketimbang lembu. Satu ekor kambing berukuran sedang dijual mulai dari harga Rp 2,5 juta. Dan sekarang ini, sudah ada enam ekor kambing miliknya yang terjual. Kondisi ini membuat dirinya optimistis jika penjualannya meningkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/