alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Suara sampai Serak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak cerita menarik dari para pendakwah pada bulan Ramadan kali ini. Mulai dari harus syuting berkali-kali karena host canggung, sulit fokus ke kamera, sempat dilarang keluarga, hingga perhatian jamaah beralih ke anak-anak. Nah, berbeda lagi pengalaman yang didapatkan Ustad Abdul Ghofur Munir. Suaranya sempat serak bahkan hilang saat ceramah.

Lelaki asal Jatiroto tersebut mengungkapkan pengalamannya mengisi Kuliah Ramadan di Radar Semeru TV. “Suara saya sampai serak. Bahkan sempat hilang karena harus mengulang ceramah,” ungkap lelaki yang akrab disapa Ghofur tersebut.

Dia menjelaskan, host sering canggung. Akibatnya, syuting dipotong beberapa kali. “Saya sudah berbicara sepuluh menit, tiba-tiba dipotong. Padahal sebenarnya yang saya sampaikan sudah benar. Akan tetapi, host yang masih pemula. Sehingga harus diulangi lagi,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ghofur merasa lelah. Sebab, dia berbicara selama empat jam lebih dengan penyampaian tiga materi. “Pukul sembilan lebih dimulai. Perkiraan saya, dua jam sudah selesai, karena materi hanya 30 menit. Ternyata di luar dugaan. Empat jam lebih baru selesai. Ini yang membuat saya capek. Sehingga sempat tidak fokus ketika penyampaian materi,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak cerita menarik dari para pendakwah pada bulan Ramadan kali ini. Mulai dari harus syuting berkali-kali karena host canggung, sulit fokus ke kamera, sempat dilarang keluarga, hingga perhatian jamaah beralih ke anak-anak. Nah, berbeda lagi pengalaman yang didapatkan Ustad Abdul Ghofur Munir. Suaranya sempat serak bahkan hilang saat ceramah.

Lelaki asal Jatiroto tersebut mengungkapkan pengalamannya mengisi Kuliah Ramadan di Radar Semeru TV. “Suara saya sampai serak. Bahkan sempat hilang karena harus mengulang ceramah,” ungkap lelaki yang akrab disapa Ghofur tersebut.

Dia menjelaskan, host sering canggung. Akibatnya, syuting dipotong beberapa kali. “Saya sudah berbicara sepuluh menit, tiba-tiba dipotong. Padahal sebenarnya yang saya sampaikan sudah benar. Akan tetapi, host yang masih pemula. Sehingga harus diulangi lagi,” jelasnya.

Ghofur merasa lelah. Sebab, dia berbicara selama empat jam lebih dengan penyampaian tiga materi. “Pukul sembilan lebih dimulai. Perkiraan saya, dua jam sudah selesai, karena materi hanya 30 menit. Ternyata di luar dugaan. Empat jam lebih baru selesai. Ini yang membuat saya capek. Sehingga sempat tidak fokus ketika penyampaian materi,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak cerita menarik dari para pendakwah pada bulan Ramadan kali ini. Mulai dari harus syuting berkali-kali karena host canggung, sulit fokus ke kamera, sempat dilarang keluarga, hingga perhatian jamaah beralih ke anak-anak. Nah, berbeda lagi pengalaman yang didapatkan Ustad Abdul Ghofur Munir. Suaranya sempat serak bahkan hilang saat ceramah.

Lelaki asal Jatiroto tersebut mengungkapkan pengalamannya mengisi Kuliah Ramadan di Radar Semeru TV. “Suara saya sampai serak. Bahkan sempat hilang karena harus mengulang ceramah,” ungkap lelaki yang akrab disapa Ghofur tersebut.

Dia menjelaskan, host sering canggung. Akibatnya, syuting dipotong beberapa kali. “Saya sudah berbicara sepuluh menit, tiba-tiba dipotong. Padahal sebenarnya yang saya sampaikan sudah benar. Akan tetapi, host yang masih pemula. Sehingga harus diulangi lagi,” jelasnya.

Ghofur merasa lelah. Sebab, dia berbicara selama empat jam lebih dengan penyampaian tiga materi. “Pukul sembilan lebih dimulai. Perkiraan saya, dua jam sudah selesai, karena materi hanya 30 menit. Ternyata di luar dugaan. Empat jam lebih baru selesai. Ini yang membuat saya capek. Sehingga sempat tidak fokus ketika penyampaian materi,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/