alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Hasil Negatif, Bisa Berinteraksi

Rumah Dipantau hingga Lima Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Sebanyak enam pekerja migran Indonesia telah sampai di Lumajang. Prosedur PPKM mikro tetap diberlakukan masing-masing desa/kelurahan tujuan pekerja migran. Salah satunya pekerja migran dari Malaysia di Kelurahan Citrodiwangsan. Tim satgas Covid-19 segera memasang banner pemberitahuan isolasi mandiri di rumahnya.

Robin, Ketua RT 05 Citrodiwangsan, mengungkapkan, pemasangan banner bertujuan untuk memberi tahu warga sekitar untuk menjaga jarak dan kontak dengan pendatang. “Saya tidak tahu persis, dia datang mulai kapan. Akan tetapi, tim satgas dari kelurahan langsung bertindak setelah menerima laporan ada pendatang. Saya bersama mereka ikut memasang pemberitahuan isolasi mandiri di pagar rumahnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pendatang tersebut bukan termasuk warga yang terdata di lingkungannya. Namun, mereka mengontrak salah satu rumah di sekitarnya. “Mereka pindah ke sini (mengontrak, Red) sekitar satu tahun yang lalu. Pada saat pindahan, hanya ada suaminya saja. Sedangkan istrinya bekerja di Malaysia. Makanya, ketika dia pulang, saya tidak tahu orangnya. Karena memang belum pernah bertemu,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, warga yang mengetahui ada pendatang dari luar negeri tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka menghargai dan menaati protokol kesehatan, tidak berinteraksi dengan keluarga. “Warga tetap beraktivitas normal. Mereka tidak berinteraksi dulu sampai dipastikan pekerja migran tidak terkonfirmasi korona,” lanjutnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Sebanyak enam pekerja migran Indonesia telah sampai di Lumajang. Prosedur PPKM mikro tetap diberlakukan masing-masing desa/kelurahan tujuan pekerja migran. Salah satunya pekerja migran dari Malaysia di Kelurahan Citrodiwangsan. Tim satgas Covid-19 segera memasang banner pemberitahuan isolasi mandiri di rumahnya.

Robin, Ketua RT 05 Citrodiwangsan, mengungkapkan, pemasangan banner bertujuan untuk memberi tahu warga sekitar untuk menjaga jarak dan kontak dengan pendatang. “Saya tidak tahu persis, dia datang mulai kapan. Akan tetapi, tim satgas dari kelurahan langsung bertindak setelah menerima laporan ada pendatang. Saya bersama mereka ikut memasang pemberitahuan isolasi mandiri di pagar rumahnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pendatang tersebut bukan termasuk warga yang terdata di lingkungannya. Namun, mereka mengontrak salah satu rumah di sekitarnya. “Mereka pindah ke sini (mengontrak, Red) sekitar satu tahun yang lalu. Pada saat pindahan, hanya ada suaminya saja. Sedangkan istrinya bekerja di Malaysia. Makanya, ketika dia pulang, saya tidak tahu orangnya. Karena memang belum pernah bertemu,” katanya.

Meski demikian, warga yang mengetahui ada pendatang dari luar negeri tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka menghargai dan menaati protokol kesehatan, tidak berinteraksi dengan keluarga. “Warga tetap beraktivitas normal. Mereka tidak berinteraksi dulu sampai dipastikan pekerja migran tidak terkonfirmasi korona,” lanjutnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID– Sebanyak enam pekerja migran Indonesia telah sampai di Lumajang. Prosedur PPKM mikro tetap diberlakukan masing-masing desa/kelurahan tujuan pekerja migran. Salah satunya pekerja migran dari Malaysia di Kelurahan Citrodiwangsan. Tim satgas Covid-19 segera memasang banner pemberitahuan isolasi mandiri di rumahnya.

Robin, Ketua RT 05 Citrodiwangsan, mengungkapkan, pemasangan banner bertujuan untuk memberi tahu warga sekitar untuk menjaga jarak dan kontak dengan pendatang. “Saya tidak tahu persis, dia datang mulai kapan. Akan tetapi, tim satgas dari kelurahan langsung bertindak setelah menerima laporan ada pendatang. Saya bersama mereka ikut memasang pemberitahuan isolasi mandiri di pagar rumahnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pendatang tersebut bukan termasuk warga yang terdata di lingkungannya. Namun, mereka mengontrak salah satu rumah di sekitarnya. “Mereka pindah ke sini (mengontrak, Red) sekitar satu tahun yang lalu. Pada saat pindahan, hanya ada suaminya saja. Sedangkan istrinya bekerja di Malaysia. Makanya, ketika dia pulang, saya tidak tahu orangnya. Karena memang belum pernah bertemu,” katanya.

Meski demikian, warga yang mengetahui ada pendatang dari luar negeri tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka menghargai dan menaati protokol kesehatan, tidak berinteraksi dengan keluarga. “Warga tetap beraktivitas normal. Mereka tidak berinteraksi dulu sampai dipastikan pekerja migran tidak terkonfirmasi korona,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/