alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Budidaya Maggot Kian Massif Untuk Mengurai Sampah Organik

Mobile_AP_Rectangle 1

KoLUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya mengurangi volume sampah di Kabupaten Lumajang dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang kian massif yakni budidaya hewan maggot yang mampu mengurai sampah organik. Budidaya maggot telah dilakukan oleh komunitas Black Soldier Fly (BSF) Lereng Semeru Lumajang.

Budidaya maggot adalah cara memerankan hewan maggot untuk mengurai sampah. Kendati budidaya maggot baru dikembangkan satu tahun, namun hasilnya cukup menggembirakan. ”Sudah tiga kali panen penetasan dan menghasilkan sekitar 15 kilo larva maggot,” ujar ketua komunitas BSF Lereng Semeru Lumajang Nur Farida.

Perkembangan siklus yang bisa dibilang cepat dari masa kawin lalat yang hanya membutuhkan sekitar 45 hari. Seekor lalat bisa menghasilkan 100 butir telur menetas 3-4 hari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Farida menjelaskan,target budidaya maggot mampu mengurangi sampah rumah tangga hingga 20 persen. Memang budidaya ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. “Untuk target sekarang perhari 30 kilogram maggot, bisa mengolah sampah 1,5 sampai 2 kwintal.” Katanya
Tiap harinya sampah yang didapatkan tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga saja. Akan tetapi juga dari sampah Pasar Baru yang sudah disediakan tong sampah ke pedagang buah dan sayur.

- Advertisement -

KoLUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya mengurangi volume sampah di Kabupaten Lumajang dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang kian massif yakni budidaya hewan maggot yang mampu mengurai sampah organik. Budidaya maggot telah dilakukan oleh komunitas Black Soldier Fly (BSF) Lereng Semeru Lumajang.

Budidaya maggot adalah cara memerankan hewan maggot untuk mengurai sampah. Kendati budidaya maggot baru dikembangkan satu tahun, namun hasilnya cukup menggembirakan. ”Sudah tiga kali panen penetasan dan menghasilkan sekitar 15 kilo larva maggot,” ujar ketua komunitas BSF Lereng Semeru Lumajang Nur Farida.

Perkembangan siklus yang bisa dibilang cepat dari masa kawin lalat yang hanya membutuhkan sekitar 45 hari. Seekor lalat bisa menghasilkan 100 butir telur menetas 3-4 hari.

Farida menjelaskan,target budidaya maggot mampu mengurangi sampah rumah tangga hingga 20 persen. Memang budidaya ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. “Untuk target sekarang perhari 30 kilogram maggot, bisa mengolah sampah 1,5 sampai 2 kwintal.” Katanya
Tiap harinya sampah yang didapatkan tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga saja. Akan tetapi juga dari sampah Pasar Baru yang sudah disediakan tong sampah ke pedagang buah dan sayur.

KoLUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya mengurangi volume sampah di Kabupaten Lumajang dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang kian massif yakni budidaya hewan maggot yang mampu mengurai sampah organik. Budidaya maggot telah dilakukan oleh komunitas Black Soldier Fly (BSF) Lereng Semeru Lumajang.

Budidaya maggot adalah cara memerankan hewan maggot untuk mengurai sampah. Kendati budidaya maggot baru dikembangkan satu tahun, namun hasilnya cukup menggembirakan. ”Sudah tiga kali panen penetasan dan menghasilkan sekitar 15 kilo larva maggot,” ujar ketua komunitas BSF Lereng Semeru Lumajang Nur Farida.

Perkembangan siklus yang bisa dibilang cepat dari masa kawin lalat yang hanya membutuhkan sekitar 45 hari. Seekor lalat bisa menghasilkan 100 butir telur menetas 3-4 hari.

Farida menjelaskan,target budidaya maggot mampu mengurangi sampah rumah tangga hingga 20 persen. Memang budidaya ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. “Untuk target sekarang perhari 30 kilogram maggot, bisa mengolah sampah 1,5 sampai 2 kwintal.” Katanya
Tiap harinya sampah yang didapatkan tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga saja. Akan tetapi juga dari sampah Pasar Baru yang sudah disediakan tong sampah ke pedagang buah dan sayur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/