alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Santunan Rp 15 Juta Masih Zonk

Dana Pusat Belum Turun pada Pasien Meninggal korona

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Janji pemerintah untuk menyantuni ahli waris pasien meninggal karena terkonfirmasi virus korona ternyata masih sebatas janji. Sebab, hampir setahun janji itu ternyata tetap tidak ada, alias zonk. Santunan yang akan diberikan jumlahnya Rp 15 juta. Sedangkan jumlah pasien virus korona Kabupaten Lumajang yang meninggal dunia sampai sekarang terus bertambah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang Dewi Susiati menyatakan, dana santunan pasien meninggal karena korona sampai sekarang tidak pernah turun. Berkali-kali pihak pemerintah daerah mempertanyakan kepada pemerintah pusat perihal pencairan dana santunan itu. Namun, jawaban pusat menyarankan menunggu. Proses menunggunya sudah berlangsung sejak 2019 sampai sekarang. Belum ada tanda-tanda yang riil.

Dia juga mengatakan, sebenarnya pihak korban atau ahli waris sejatinya mendapat dana santunan dari kedua pihak. Pertama, pihak pemerintah pusat sebesar Rp 15 Juta, dan kedua oleh pemerintah daerah yang jumlahnya Rp 1 juta. “Sejauh ini sudah ada sebagian keluarga pasien yang mendapat santunan daerah. Jumlahnya hanya 1 juta,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Janji pemerintah untuk menyantuni ahli waris pasien meninggal karena terkonfirmasi virus korona ternyata masih sebatas janji. Sebab, hampir setahun janji itu ternyata tetap tidak ada, alias zonk. Santunan yang akan diberikan jumlahnya Rp 15 juta. Sedangkan jumlah pasien virus korona Kabupaten Lumajang yang meninggal dunia sampai sekarang terus bertambah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang Dewi Susiati menyatakan, dana santunan pasien meninggal karena korona sampai sekarang tidak pernah turun. Berkali-kali pihak pemerintah daerah mempertanyakan kepada pemerintah pusat perihal pencairan dana santunan itu. Namun, jawaban pusat menyarankan menunggu. Proses menunggunya sudah berlangsung sejak 2019 sampai sekarang. Belum ada tanda-tanda yang riil.

Dia juga mengatakan, sebenarnya pihak korban atau ahli waris sejatinya mendapat dana santunan dari kedua pihak. Pertama, pihak pemerintah pusat sebesar Rp 15 Juta, dan kedua oleh pemerintah daerah yang jumlahnya Rp 1 juta. “Sejauh ini sudah ada sebagian keluarga pasien yang mendapat santunan daerah. Jumlahnya hanya 1 juta,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Janji pemerintah untuk menyantuni ahli waris pasien meninggal karena terkonfirmasi virus korona ternyata masih sebatas janji. Sebab, hampir setahun janji itu ternyata tetap tidak ada, alias zonk. Santunan yang akan diberikan jumlahnya Rp 15 juta. Sedangkan jumlah pasien virus korona Kabupaten Lumajang yang meninggal dunia sampai sekarang terus bertambah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang Dewi Susiati menyatakan, dana santunan pasien meninggal karena korona sampai sekarang tidak pernah turun. Berkali-kali pihak pemerintah daerah mempertanyakan kepada pemerintah pusat perihal pencairan dana santunan itu. Namun, jawaban pusat menyarankan menunggu. Proses menunggunya sudah berlangsung sejak 2019 sampai sekarang. Belum ada tanda-tanda yang riil.

Dia juga mengatakan, sebenarnya pihak korban atau ahli waris sejatinya mendapat dana santunan dari kedua pihak. Pertama, pihak pemerintah pusat sebesar Rp 15 Juta, dan kedua oleh pemerintah daerah yang jumlahnya Rp 1 juta. “Sejauh ini sudah ada sebagian keluarga pasien yang mendapat santunan daerah. Jumlahnya hanya 1 juta,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/