alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

Rencana Pendampingan Anak Dampak Covid-19 dari UNICEF

Ratusan anak yang ditinggal orang tuanya meninggal akibat Covid-19 bakal menerima layanan dukungan psikososial (LDP), bulan depan. Namun, bantuan utama itu justru dari luar. Salah satunya dari United Nations Children's Fund (UNICEF).

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pertengahan Desember nanti, United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa bakal hadir di Lumajang. Kedatangan mereka akan diwakili oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tulungagung. Bukan untuk menyelesaikan kasus kekerasan anak. Melainkan memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) bagi seratus anak.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Luluk Azizah mengungkapkan, refocusing anggaran menghambat sejumlah kegiatan. Terlebih pada penanganan LDP ini, pihaknya malah dibantu UNICEF melalui LPA Tulungagung. Sebab, Kabupaten Lumajang tidak menganggarkan khusus untuk penanganan ini.

Sementara ini, pendampingan baru dilakukan di salah satu kecamatan saja. Sedangkan awal bulan depan, pihaknya juga akan turun kembali untuk memastikan persiapan LDP. Baik dari anak atau orang tua asuh. Rencananya, LDP diberikan secara bertahap di sejumlah kecamatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Karena anak-anaknya ini berada di kecamatan yang berbeda-beda. Rencananya nanti beberapa kecamatan menjadi satu. Misalnya Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Pronojiwo jadi satu lokasi. Setelah itu, baru kami memberikan pendampingan psikologis untuk anak-anaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dalduk KBPP Lumajang dr Rosyidah menjelaskan, selain UNICEF dan LPA Tulungagung, pihaknya juga akan bersinergi lintas sektor seperti dengan Dinas Sosial dan Kepolisian Resor (Polres) Lumajang. Terlebih, sejumlah pihak sudah memberikan bantuan lebih dulu ke anak-anak yang menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu tersebut.

“Seperti Polres Lumajang yang memberikan bantuan, beberapa waktu lalu. Kami sudah berdiskusi. Karena polres juga memiliki program orang tua asuh bagi mereka. Ini linier dengan program kami. Ke depannya, polres berencana mengeluarkan pembiayaan BPJS Kesehatan agar ada kepastian kesehatan bagi anak-anak,” jelasnya.

Dia menegaskan akan memperhatikan masa depan anak-anak. Hal itu dimulai dengan pemberian trauma healing. Sedangkan bagi orang tua asuh, pihaknya memberikan pendampingan dan pembinaan pola asuh.

Sebab, hal ini menjadi poin penting bagi kehidupan anak ke depannya. “Masa depan anak-anak sangat kami perhatikan. Trauma healing, permainan, hingga bantuan lainnya diberikan sesuai kelompok umur anak-anak. Sedangkan, orang tua asuh akan terus kami dampingi agar pola pengasuhan anak bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

 

Datanya Beda, Tidak Semua Dapat Bantuan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pertengahan Desember nanti, United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa bakal hadir di Lumajang. Kedatangan mereka akan diwakili oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tulungagung. Bukan untuk menyelesaikan kasus kekerasan anak. Melainkan memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) bagi seratus anak.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Luluk Azizah mengungkapkan, refocusing anggaran menghambat sejumlah kegiatan. Terlebih pada penanganan LDP ini, pihaknya malah dibantu UNICEF melalui LPA Tulungagung. Sebab, Kabupaten Lumajang tidak menganggarkan khusus untuk penanganan ini.

Sementara ini, pendampingan baru dilakukan di salah satu kecamatan saja. Sedangkan awal bulan depan, pihaknya juga akan turun kembali untuk memastikan persiapan LDP. Baik dari anak atau orang tua asuh. Rencananya, LDP diberikan secara bertahap di sejumlah kecamatan.

“Karena anak-anaknya ini berada di kecamatan yang berbeda-beda. Rencananya nanti beberapa kecamatan menjadi satu. Misalnya Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Pronojiwo jadi satu lokasi. Setelah itu, baru kami memberikan pendampingan psikologis untuk anak-anaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dalduk KBPP Lumajang dr Rosyidah menjelaskan, selain UNICEF dan LPA Tulungagung, pihaknya juga akan bersinergi lintas sektor seperti dengan Dinas Sosial dan Kepolisian Resor (Polres) Lumajang. Terlebih, sejumlah pihak sudah memberikan bantuan lebih dulu ke anak-anak yang menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu tersebut.

“Seperti Polres Lumajang yang memberikan bantuan, beberapa waktu lalu. Kami sudah berdiskusi. Karena polres juga memiliki program orang tua asuh bagi mereka. Ini linier dengan program kami. Ke depannya, polres berencana mengeluarkan pembiayaan BPJS Kesehatan agar ada kepastian kesehatan bagi anak-anak,” jelasnya.

Dia menegaskan akan memperhatikan masa depan anak-anak. Hal itu dimulai dengan pemberian trauma healing. Sedangkan bagi orang tua asuh, pihaknya memberikan pendampingan dan pembinaan pola asuh.

Sebab, hal ini menjadi poin penting bagi kehidupan anak ke depannya. “Masa depan anak-anak sangat kami perhatikan. Trauma healing, permainan, hingga bantuan lainnya diberikan sesuai kelompok umur anak-anak. Sedangkan, orang tua asuh akan terus kami dampingi agar pola pengasuhan anak bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

 

Datanya Beda, Tidak Semua Dapat Bantuan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pertengahan Desember nanti, United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa bakal hadir di Lumajang. Kedatangan mereka akan diwakili oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tulungagung. Bukan untuk menyelesaikan kasus kekerasan anak. Melainkan memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) bagi seratus anak.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Luluk Azizah mengungkapkan, refocusing anggaran menghambat sejumlah kegiatan. Terlebih pada penanganan LDP ini, pihaknya malah dibantu UNICEF melalui LPA Tulungagung. Sebab, Kabupaten Lumajang tidak menganggarkan khusus untuk penanganan ini.

Sementara ini, pendampingan baru dilakukan di salah satu kecamatan saja. Sedangkan awal bulan depan, pihaknya juga akan turun kembali untuk memastikan persiapan LDP. Baik dari anak atau orang tua asuh. Rencananya, LDP diberikan secara bertahap di sejumlah kecamatan.

“Karena anak-anaknya ini berada di kecamatan yang berbeda-beda. Rencananya nanti beberapa kecamatan menjadi satu. Misalnya Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Pronojiwo jadi satu lokasi. Setelah itu, baru kami memberikan pendampingan psikologis untuk anak-anaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dalduk KBPP Lumajang dr Rosyidah menjelaskan, selain UNICEF dan LPA Tulungagung, pihaknya juga akan bersinergi lintas sektor seperti dengan Dinas Sosial dan Kepolisian Resor (Polres) Lumajang. Terlebih, sejumlah pihak sudah memberikan bantuan lebih dulu ke anak-anak yang menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu tersebut.

“Seperti Polres Lumajang yang memberikan bantuan, beberapa waktu lalu. Kami sudah berdiskusi. Karena polres juga memiliki program orang tua asuh bagi mereka. Ini linier dengan program kami. Ke depannya, polres berencana mengeluarkan pembiayaan BPJS Kesehatan agar ada kepastian kesehatan bagi anak-anak,” jelasnya.

Dia menegaskan akan memperhatikan masa depan anak-anak. Hal itu dimulai dengan pemberian trauma healing. Sedangkan bagi orang tua asuh, pihaknya memberikan pendampingan dan pembinaan pola asuh.

Sebab, hal ini menjadi poin penting bagi kehidupan anak ke depannya. “Masa depan anak-anak sangat kami perhatikan. Trauma healing, permainan, hingga bantuan lainnya diberikan sesuai kelompok umur anak-anak. Sedangkan, orang tua asuh akan terus kami dampingi agar pola pengasuhan anak bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

 

Datanya Beda, Tidak Semua Dapat Bantuan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca