23.2 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Harga Naik Turun, Pintar-Pintar Gunakan Bumbu Dapur

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Baru-baru ini harga bawang merah kembali membingungkan warga. Pasalnya, di beberapa daerah harganya berbeda. Ada yang naik, ada yang turun. Kondisi ini membuat warga sambat dan harus menghemat penggunaan bumbu dapur yang bikin mata mengeluarkan air itu.

BACA JUGA : Cita Rasa Khas Kopi Wine, Biji Kopi Difermentasi Dua Bulan

Di Tompokersan banyak lapak baru. Setiap dari lapak itu menjual bawang merah. Meski sebagian dari mereka ada yang harus menjual bawang beralaskan karung goni di tanah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Juleha, pedagang di pasar baru asal Probolinggo, mengaku bahwa saat ini harganya terbilang normal, yaitu 22 ribu per kilogram. Kondisi ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Tak heran jika banyak pembeli yang memborong. “Udah beberapa hari ini turun. Ini saya bawa dari Probolinggo dijual di Lumajang. Biasanya kalau lagi naik sampai 60 ribu per kilogramnya,” ucapnya.

Meski demikian, di pasar daerah Grenjeng, Karanganom, justru kebalikannya. Harganya terbilang cukup mencekik. Untuk satu kilogram sekitar 27 ribu. Adapun yang dibanderol dengan 25 ribu tergantung jenis dan ukurannya. Jika kualitas dan ukurannya besar, maka harganya juga cukup mahal.

Kondisi ini membuat pembeli rela merogoh kocek cukup dalam. Mereka menyiasati itu dengan menggunakan secukupnya. Artinya, lebih menghemat penggunaan bawang merah tersebut. “Sekarang harganya makin gak karuan. Suka naik turun. Mau nggak mau saya harus lebih hemat pakai bawang merah. Kalau biasanya sekali masak bisa pakai bawang lebih banyak. Sekarang harus mengurangi,” pungkas Witasari. (dea/c2/fid)

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Baru-baru ini harga bawang merah kembali membingungkan warga. Pasalnya, di beberapa daerah harganya berbeda. Ada yang naik, ada yang turun. Kondisi ini membuat warga sambat dan harus menghemat penggunaan bumbu dapur yang bikin mata mengeluarkan air itu.

BACA JUGA : Cita Rasa Khas Kopi Wine, Biji Kopi Difermentasi Dua Bulan

Di Tompokersan banyak lapak baru. Setiap dari lapak itu menjual bawang merah. Meski sebagian dari mereka ada yang harus menjual bawang beralaskan karung goni di tanah.

Menurut Juleha, pedagang di pasar baru asal Probolinggo, mengaku bahwa saat ini harganya terbilang normal, yaitu 22 ribu per kilogram. Kondisi ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Tak heran jika banyak pembeli yang memborong. “Udah beberapa hari ini turun. Ini saya bawa dari Probolinggo dijual di Lumajang. Biasanya kalau lagi naik sampai 60 ribu per kilogramnya,” ucapnya.

Meski demikian, di pasar daerah Grenjeng, Karanganom, justru kebalikannya. Harganya terbilang cukup mencekik. Untuk satu kilogram sekitar 27 ribu. Adapun yang dibanderol dengan 25 ribu tergantung jenis dan ukurannya. Jika kualitas dan ukurannya besar, maka harganya juga cukup mahal.

Kondisi ini membuat pembeli rela merogoh kocek cukup dalam. Mereka menyiasati itu dengan menggunakan secukupnya. Artinya, lebih menghemat penggunaan bawang merah tersebut. “Sekarang harganya makin gak karuan. Suka naik turun. Mau nggak mau saya harus lebih hemat pakai bawang merah. Kalau biasanya sekali masak bisa pakai bawang lebih banyak. Sekarang harus mengurangi,” pungkas Witasari. (dea/c2/fid)

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Baru-baru ini harga bawang merah kembali membingungkan warga. Pasalnya, di beberapa daerah harganya berbeda. Ada yang naik, ada yang turun. Kondisi ini membuat warga sambat dan harus menghemat penggunaan bumbu dapur yang bikin mata mengeluarkan air itu.

BACA JUGA : Cita Rasa Khas Kopi Wine, Biji Kopi Difermentasi Dua Bulan

Di Tompokersan banyak lapak baru. Setiap dari lapak itu menjual bawang merah. Meski sebagian dari mereka ada yang harus menjual bawang beralaskan karung goni di tanah.

Menurut Juleha, pedagang di pasar baru asal Probolinggo, mengaku bahwa saat ini harganya terbilang normal, yaitu 22 ribu per kilogram. Kondisi ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Tak heran jika banyak pembeli yang memborong. “Udah beberapa hari ini turun. Ini saya bawa dari Probolinggo dijual di Lumajang. Biasanya kalau lagi naik sampai 60 ribu per kilogramnya,” ucapnya.

Meski demikian, di pasar daerah Grenjeng, Karanganom, justru kebalikannya. Harganya terbilang cukup mencekik. Untuk satu kilogram sekitar 27 ribu. Adapun yang dibanderol dengan 25 ribu tergantung jenis dan ukurannya. Jika kualitas dan ukurannya besar, maka harganya juga cukup mahal.

Kondisi ini membuat pembeli rela merogoh kocek cukup dalam. Mereka menyiasati itu dengan menggunakan secukupnya. Artinya, lebih menghemat penggunaan bawang merah tersebut. “Sekarang harganya makin gak karuan. Suka naik turun. Mau nggak mau saya harus lebih hemat pakai bawang merah. Kalau biasanya sekali masak bisa pakai bawang lebih banyak. Sekarang harus mengurangi,” pungkas Witasari. (dea/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca