alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Perempuan Rawan Tertular Rabies, Ini Alasannya

Lucu, imut, dan sedikit manja kerap menjadi alasan orang merawat kucing sebagai hewan peliharaan. Namun, siapa sangka hewan yang menggemaskan itu kadang membawa risiko buruk bagi kesehatan. Terutama bagi perempuan. Sebab, bisa mengganggu kehamilan.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Merawat hewan peliharaan memang gampang-gampang susah. Tidak sekadar memberi pakan, namun memeriksakan kesehatan juga penting dilakukan. Tujuannya untuk menghindari terjangkit parasit Toxoplasmosis yang bisa menular dari hewan ke hewan, serta dari hewan ke manusia.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lumajang drh Rofi’ah menjelaskan, toksoplasmosis merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditularkan oleh kucing. Orang yang terinfeksi parasit ini biasanya akan mengalami gejala yang cukup parah. Terutama perempuan dan ibu yang sedang hamil.

Menurut dia, perempuan yang terinfeksi parasit ini kadang susah hamil. Bahkan, ketika ibu hamil yang terjangkit penyakit tersebut, kemungkinan besar memiliki risiko keguguran. Paling ekstrem, jika tidak terjadi keguguran, si ibu itu akan melahirkan bayi yang mengalami cacat permanen. Seperti bayi dengan kepala berukuran besar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Penyebabnya karena makanan yang diberikan ke hewan itu makanan kotor atau mentah. Dikasih daging mentah, dikasih ikan mentah. Parasit akan muncul dari kotoran hewan. Kan kita tidak tahu kalau kotoran itu mengenai bulu kucing, lalu kita gendong-gendong dan menular ke pemiliknya kan. Siapa yang tahu,” katanya.

Apalagi, hewan peliharaan tersebut dibiarkan berkeliaran di sekitar keluarga yang ada di dalam rumah. Sebagai pecinta hewan peliharaan, tentu risiko buruk bagi kesehatan itu harus ditekan. Meski begitu, perempuan maupun ibu hamil bukan berarti tidak boleh berinteraksi atau memelihara kucing.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Merawat hewan peliharaan memang gampang-gampang susah. Tidak sekadar memberi pakan, namun memeriksakan kesehatan juga penting dilakukan. Tujuannya untuk menghindari terjangkit parasit Toxoplasmosis yang bisa menular dari hewan ke hewan, serta dari hewan ke manusia.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lumajang drh Rofi’ah menjelaskan, toksoplasmosis merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditularkan oleh kucing. Orang yang terinfeksi parasit ini biasanya akan mengalami gejala yang cukup parah. Terutama perempuan dan ibu yang sedang hamil.

Menurut dia, perempuan yang terinfeksi parasit ini kadang susah hamil. Bahkan, ketika ibu hamil yang terjangkit penyakit tersebut, kemungkinan besar memiliki risiko keguguran. Paling ekstrem, jika tidak terjadi keguguran, si ibu itu akan melahirkan bayi yang mengalami cacat permanen. Seperti bayi dengan kepala berukuran besar.

“Penyebabnya karena makanan yang diberikan ke hewan itu makanan kotor atau mentah. Dikasih daging mentah, dikasih ikan mentah. Parasit akan muncul dari kotoran hewan. Kan kita tidak tahu kalau kotoran itu mengenai bulu kucing, lalu kita gendong-gendong dan menular ke pemiliknya kan. Siapa yang tahu,” katanya.

Apalagi, hewan peliharaan tersebut dibiarkan berkeliaran di sekitar keluarga yang ada di dalam rumah. Sebagai pecinta hewan peliharaan, tentu risiko buruk bagi kesehatan itu harus ditekan. Meski begitu, perempuan maupun ibu hamil bukan berarti tidak boleh berinteraksi atau memelihara kucing.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Merawat hewan peliharaan memang gampang-gampang susah. Tidak sekadar memberi pakan, namun memeriksakan kesehatan juga penting dilakukan. Tujuannya untuk menghindari terjangkit parasit Toxoplasmosis yang bisa menular dari hewan ke hewan, serta dari hewan ke manusia.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lumajang drh Rofi’ah menjelaskan, toksoplasmosis merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditularkan oleh kucing. Orang yang terinfeksi parasit ini biasanya akan mengalami gejala yang cukup parah. Terutama perempuan dan ibu yang sedang hamil.

Menurut dia, perempuan yang terinfeksi parasit ini kadang susah hamil. Bahkan, ketika ibu hamil yang terjangkit penyakit tersebut, kemungkinan besar memiliki risiko keguguran. Paling ekstrem, jika tidak terjadi keguguran, si ibu itu akan melahirkan bayi yang mengalami cacat permanen. Seperti bayi dengan kepala berukuran besar.

“Penyebabnya karena makanan yang diberikan ke hewan itu makanan kotor atau mentah. Dikasih daging mentah, dikasih ikan mentah. Parasit akan muncul dari kotoran hewan. Kan kita tidak tahu kalau kotoran itu mengenai bulu kucing, lalu kita gendong-gendong dan menular ke pemiliknya kan. Siapa yang tahu,” katanya.

Apalagi, hewan peliharaan tersebut dibiarkan berkeliaran di sekitar keluarga yang ada di dalam rumah. Sebagai pecinta hewan peliharaan, tentu risiko buruk bagi kesehatan itu harus ditekan. Meski begitu, perempuan maupun ibu hamil bukan berarti tidak boleh berinteraksi atau memelihara kucing.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/