alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Harga Telur Anjlok Hingga Rp 15 Ribu per Kilogram

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Murahnya harga telur, beberapa waktu lalu, sempat membuat permintaan telur meningkat drastis. Tentu hal tersebut menguntungkan masyarakat. Sebab, harganya sempat anjlok hingga Rp 15 ribu per kilogram. Alhasil, masyarakat bisa membeli telur dua kali lipat setiap belanja.

Umi, salah satu pedagang di Pasar Pasirian, mengungkapkan, turunnya harga telur sudah biasa. Namun, dia mengaku baru kali ini harganya turun signifikan. Normalnya, penurunan hanya sekitar Rp 2 ribu. Itu pun tidak berlangsung lama. “Pekan kemarin harganya sampai Rp 15 ribu per kilo. Jauh lebih murah daripada biasanya. Pas murah itu juga bertahan lumayan lebih lama daripada penurunan sebelumnya,” ungkapnya, kemarin.

Penurunan itu, kata Umi, disebabkan produksi telur meningkat. Akibatnya, telur yang dihasilkan lebih banyak dari biasanya. Meski demikian, harganya di luar batas wajar. “Karena murah, banyak masyarakat membeli telur hampir dua kali lipat. Jadi, kami (pedagang, Red) juga menyiapkan lebih banyak telur,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, salah satu sembako tersebut memang menjadi incaran masyarakat. Sebab, hampir semua yang berbelanja membeli telur sebagai hidangan makan. Oleh karena itu, harga murah atau mahal tetap dibeli. Akan tetapi, jumlahnya berbeda.

“Mereka tetap membeli. Telur mahal, mereka beli sedikit. Sedangkan, jika harganya turun, pasti akan beli banyak. Sekarang, harganya sudah mulai normal lagi. Setiap hari ada kenaikan Rp 500 rupiah. Jadi, hari ini (kemarin, Red) harganya Rp 19 ribu per kilo. Besok bisa bertambah lagi harganya. Jangan sampai harganya terlalu mahal hingga Rp 24 ribu,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Murahnya harga telur, beberapa waktu lalu, sempat membuat permintaan telur meningkat drastis. Tentu hal tersebut menguntungkan masyarakat. Sebab, harganya sempat anjlok hingga Rp 15 ribu per kilogram. Alhasil, masyarakat bisa membeli telur dua kali lipat setiap belanja.

Umi, salah satu pedagang di Pasar Pasirian, mengungkapkan, turunnya harga telur sudah biasa. Namun, dia mengaku baru kali ini harganya turun signifikan. Normalnya, penurunan hanya sekitar Rp 2 ribu. Itu pun tidak berlangsung lama. “Pekan kemarin harganya sampai Rp 15 ribu per kilo. Jauh lebih murah daripada biasanya. Pas murah itu juga bertahan lumayan lebih lama daripada penurunan sebelumnya,” ungkapnya, kemarin.

Penurunan itu, kata Umi, disebabkan produksi telur meningkat. Akibatnya, telur yang dihasilkan lebih banyak dari biasanya. Meski demikian, harganya di luar batas wajar. “Karena murah, banyak masyarakat membeli telur hampir dua kali lipat. Jadi, kami (pedagang, Red) juga menyiapkan lebih banyak telur,” katanya.

Dia menjelaskan, salah satu sembako tersebut memang menjadi incaran masyarakat. Sebab, hampir semua yang berbelanja membeli telur sebagai hidangan makan. Oleh karena itu, harga murah atau mahal tetap dibeli. Akan tetapi, jumlahnya berbeda.

“Mereka tetap membeli. Telur mahal, mereka beli sedikit. Sedangkan, jika harganya turun, pasti akan beli banyak. Sekarang, harganya sudah mulai normal lagi. Setiap hari ada kenaikan Rp 500 rupiah. Jadi, hari ini (kemarin, Red) harganya Rp 19 ribu per kilo. Besok bisa bertambah lagi harganya. Jangan sampai harganya terlalu mahal hingga Rp 24 ribu,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Murahnya harga telur, beberapa waktu lalu, sempat membuat permintaan telur meningkat drastis. Tentu hal tersebut menguntungkan masyarakat. Sebab, harganya sempat anjlok hingga Rp 15 ribu per kilogram. Alhasil, masyarakat bisa membeli telur dua kali lipat setiap belanja.

Umi, salah satu pedagang di Pasar Pasirian, mengungkapkan, turunnya harga telur sudah biasa. Namun, dia mengaku baru kali ini harganya turun signifikan. Normalnya, penurunan hanya sekitar Rp 2 ribu. Itu pun tidak berlangsung lama. “Pekan kemarin harganya sampai Rp 15 ribu per kilo. Jauh lebih murah daripada biasanya. Pas murah itu juga bertahan lumayan lebih lama daripada penurunan sebelumnya,” ungkapnya, kemarin.

Penurunan itu, kata Umi, disebabkan produksi telur meningkat. Akibatnya, telur yang dihasilkan lebih banyak dari biasanya. Meski demikian, harganya di luar batas wajar. “Karena murah, banyak masyarakat membeli telur hampir dua kali lipat. Jadi, kami (pedagang, Red) juga menyiapkan lebih banyak telur,” katanya.

Dia menjelaskan, salah satu sembako tersebut memang menjadi incaran masyarakat. Sebab, hampir semua yang berbelanja membeli telur sebagai hidangan makan. Oleh karena itu, harga murah atau mahal tetap dibeli. Akan tetapi, jumlahnya berbeda.

“Mereka tetap membeli. Telur mahal, mereka beli sedikit. Sedangkan, jika harganya turun, pasti akan beli banyak. Sekarang, harganya sudah mulai normal lagi. Setiap hari ada kenaikan Rp 500 rupiah. Jadi, hari ini (kemarin, Red) harganya Rp 19 ribu per kilo. Besok bisa bertambah lagi harganya. Jangan sampai harganya terlalu mahal hingga Rp 24 ribu,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/