alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Dampak Embun Es di Lumajang, Petani Terancam Gagal Panen

Mobile_AP_Rectangle 1

RANUPANI, Radar Semeru – Fenomena embun upas yang ada di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Akan tetapi, keunikan itu justru menjadi ancaman bagi masyarakat setempat. Khususnya para petani yang menanam beragam jenis tanaman pertanian. Sebab, embun upas itu dapat menyebabkan tanaman layu hingga mati.

BACA JUGA : Saatnya Cari Bibit Pesepak Bola dari Santri

Sejak beberapa hari lalu, fenomena itu muncul. Hal itu memang biasa terjadi saat puncak kemarau. Namun, suhu terasa lebih dingin daripada biasanya, sehingga butiran es yang menempel di tanaman pertanian cenderung bertahan lebih lama.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu berdampak terhadap pertumbuhan tanaman. Salah satunya jenis tanaman kentang yang banyak ditanam masyarakat setempat. Tidak sedikit petani khawatir fenomena itu terjadi dalam rentang waktu yang lebih lama.

Salah satu petani, Kerto, mengaku tidak banyak hal yang bisa dilakukan. Sebab, embun es itu bisa menempel di tanaman sampai enam jam. “Ya, mau bagaimana lagi. Cuaca seperti ini tidak bisa dihindari,” ujarnya pasrah.

- Advertisement -

RANUPANI, Radar Semeru – Fenomena embun upas yang ada di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Akan tetapi, keunikan itu justru menjadi ancaman bagi masyarakat setempat. Khususnya para petani yang menanam beragam jenis tanaman pertanian. Sebab, embun upas itu dapat menyebabkan tanaman layu hingga mati.

BACA JUGA : Saatnya Cari Bibit Pesepak Bola dari Santri

Sejak beberapa hari lalu, fenomena itu muncul. Hal itu memang biasa terjadi saat puncak kemarau. Namun, suhu terasa lebih dingin daripada biasanya, sehingga butiran es yang menempel di tanaman pertanian cenderung bertahan lebih lama.

Hal itu berdampak terhadap pertumbuhan tanaman. Salah satunya jenis tanaman kentang yang banyak ditanam masyarakat setempat. Tidak sedikit petani khawatir fenomena itu terjadi dalam rentang waktu yang lebih lama.

Salah satu petani, Kerto, mengaku tidak banyak hal yang bisa dilakukan. Sebab, embun es itu bisa menempel di tanaman sampai enam jam. “Ya, mau bagaimana lagi. Cuaca seperti ini tidak bisa dihindari,” ujarnya pasrah.

RANUPANI, Radar Semeru – Fenomena embun upas yang ada di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Akan tetapi, keunikan itu justru menjadi ancaman bagi masyarakat setempat. Khususnya para petani yang menanam beragam jenis tanaman pertanian. Sebab, embun upas itu dapat menyebabkan tanaman layu hingga mati.

BACA JUGA : Saatnya Cari Bibit Pesepak Bola dari Santri

Sejak beberapa hari lalu, fenomena itu muncul. Hal itu memang biasa terjadi saat puncak kemarau. Namun, suhu terasa lebih dingin daripada biasanya, sehingga butiran es yang menempel di tanaman pertanian cenderung bertahan lebih lama.

Hal itu berdampak terhadap pertumbuhan tanaman. Salah satunya jenis tanaman kentang yang banyak ditanam masyarakat setempat. Tidak sedikit petani khawatir fenomena itu terjadi dalam rentang waktu yang lebih lama.

Salah satu petani, Kerto, mengaku tidak banyak hal yang bisa dilakukan. Sebab, embun es itu bisa menempel di tanaman sampai enam jam. “Ya, mau bagaimana lagi. Cuaca seperti ini tidak bisa dihindari,” ujarnya pasrah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/