alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

RSUD dr Haryoto Selektif Terima Pasien

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto memang fluktuatif. Namun, instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tersebut sejak Selasa (27/07) sore kemarin kembali membuka pelayanan. Sayangnya, penerimaannya selektif, menyesuaikan kebutuhan pasien.

Meski beberapa waktu lalu kapasitas oksigen di tabung sentral hanya mampu bertahan selama dua hari, namun saat ini penggunaan tempat tidur (TT) di rumah sakit tersebut mulai berkurang. Banyak pasien yang dinyatakan sembuh dari korona. Karenanya, keberadaan TT bisa mencukupi kebutuhan pasien yang butuh rawat inap.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Halimi Maksum mengatakan, ketersediaan oksigen di rumah sakit memang tidak terlalu banyak-banyak. Namun, banyak pasien yang telah keluar dari rumah sakit. Karena itu, pihak manajemen memutuskan untuk membuka kembali pelayanan pasien korona dengan catatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami sudah terima pasien, TT juga masih mencukupi. Namun, oksigen yang terbatas. Kami tetap melayani pasien rawat inap Covid-19 dengan selektif, menyesuaikan ketersediaan oksigen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, penanganan korona di Lumajang hampir sama dengan beberapa daerah. Banyak yang membutuhkan pasokan oksigen dengan jumlah yang tidak sedikit. Namun, produsen oksigen tidak mampu memenuhi semua permintaan itu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto memang fluktuatif. Namun, instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tersebut sejak Selasa (27/07) sore kemarin kembali membuka pelayanan. Sayangnya, penerimaannya selektif, menyesuaikan kebutuhan pasien.

Meski beberapa waktu lalu kapasitas oksigen di tabung sentral hanya mampu bertahan selama dua hari, namun saat ini penggunaan tempat tidur (TT) di rumah sakit tersebut mulai berkurang. Banyak pasien yang dinyatakan sembuh dari korona. Karenanya, keberadaan TT bisa mencukupi kebutuhan pasien yang butuh rawat inap.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Halimi Maksum mengatakan, ketersediaan oksigen di rumah sakit memang tidak terlalu banyak-banyak. Namun, banyak pasien yang telah keluar dari rumah sakit. Karena itu, pihak manajemen memutuskan untuk membuka kembali pelayanan pasien korona dengan catatan.

“Kami sudah terima pasien, TT juga masih mencukupi. Namun, oksigen yang terbatas. Kami tetap melayani pasien rawat inap Covid-19 dengan selektif, menyesuaikan ketersediaan oksigen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, penanganan korona di Lumajang hampir sama dengan beberapa daerah. Banyak yang membutuhkan pasokan oksigen dengan jumlah yang tidak sedikit. Namun, produsen oksigen tidak mampu memenuhi semua permintaan itu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto memang fluktuatif. Namun, instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tersebut sejak Selasa (27/07) sore kemarin kembali membuka pelayanan. Sayangnya, penerimaannya selektif, menyesuaikan kebutuhan pasien.

Meski beberapa waktu lalu kapasitas oksigen di tabung sentral hanya mampu bertahan selama dua hari, namun saat ini penggunaan tempat tidur (TT) di rumah sakit tersebut mulai berkurang. Banyak pasien yang dinyatakan sembuh dari korona. Karenanya, keberadaan TT bisa mencukupi kebutuhan pasien yang butuh rawat inap.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Halimi Maksum mengatakan, ketersediaan oksigen di rumah sakit memang tidak terlalu banyak-banyak. Namun, banyak pasien yang telah keluar dari rumah sakit. Karena itu, pihak manajemen memutuskan untuk membuka kembali pelayanan pasien korona dengan catatan.

“Kami sudah terima pasien, TT juga masih mencukupi. Namun, oksigen yang terbatas. Kami tetap melayani pasien rawat inap Covid-19 dengan selektif, menyesuaikan ketersediaan oksigen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, penanganan korona di Lumajang hampir sama dengan beberapa daerah. Banyak yang membutuhkan pasokan oksigen dengan jumlah yang tidak sedikit. Namun, produsen oksigen tidak mampu memenuhi semua permintaan itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/