alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Ditinggal Sebentar, Tahanan Langsung Kabur

Tetap Nekat meski Kedua Tangan Diborgol

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saking stresnya menjalani pemeriksaan, tersangka berinisial L atas dugaan persetubuhan ini nekat melewati plafon ruangan penyidik serta menjebol genting untuk melarikan diri. Namun, karena pelaku masih berada di area sekitar Mapolres Lumajang, tersangka tertangkap oleh anggota kepolisian.

Lolosnya salah satu tahanan dari markas polisi ini memang cukup mengganjal. Jeda waktu ditinggal sendirian di ruangan oleh penyidik untuk berkoordinasi di ruang Kasatreskrim Polres Lumajang sangat singkat. Namun, kesempatan singkat itu bisa dimanfaatkannya untuk kabur. Padahal tangan tersangka juga dalam kondisi diborgol.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, tersangka belum sempat dimasukkan ke ruang tahanan. Tetapi, masih menunggu pemeriksaan swab test antigen di ruang penyidik. Sambil menunggu jadwal pemeriksaan itu, beberapa anggota penyidik meninggalkanya di ruangan sendirian.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini sudah menjadi prosedur. Sebelum para tersangka dimasukkan ke sel tahanan, kami lakukan tes swab antigen untuk memastikan tahanan yang akan dimasukkan sel bebas dari terpapar virus. Sehingga nantinya tidak menulari tahanan yang lain yang ada di dalam sel. Jadi, posisinya masih taraf pemeriksaan,” jelasnya.

Keputusan tersangka mengambil kesempatan kabur dinilai cukup nekat. Sebab, dia melewati plafon ruangan penyidik lalu menjebol genting dan melarikan diri. Padahal di plafon tersebut cukup banyak jaringan listrik kantor. Sangat rawan mengenai tersangka. Namun, risiko itu dilewati dengan cukup mudah dan lolos.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saking stresnya menjalani pemeriksaan, tersangka berinisial L atas dugaan persetubuhan ini nekat melewati plafon ruangan penyidik serta menjebol genting untuk melarikan diri. Namun, karena pelaku masih berada di area sekitar Mapolres Lumajang, tersangka tertangkap oleh anggota kepolisian.

Lolosnya salah satu tahanan dari markas polisi ini memang cukup mengganjal. Jeda waktu ditinggal sendirian di ruangan oleh penyidik untuk berkoordinasi di ruang Kasatreskrim Polres Lumajang sangat singkat. Namun, kesempatan singkat itu bisa dimanfaatkannya untuk kabur. Padahal tangan tersangka juga dalam kondisi diborgol.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, tersangka belum sempat dimasukkan ke ruang tahanan. Tetapi, masih menunggu pemeriksaan swab test antigen di ruang penyidik. Sambil menunggu jadwal pemeriksaan itu, beberapa anggota penyidik meninggalkanya di ruangan sendirian.

“Ini sudah menjadi prosedur. Sebelum para tersangka dimasukkan ke sel tahanan, kami lakukan tes swab antigen untuk memastikan tahanan yang akan dimasukkan sel bebas dari terpapar virus. Sehingga nantinya tidak menulari tahanan yang lain yang ada di dalam sel. Jadi, posisinya masih taraf pemeriksaan,” jelasnya.

Keputusan tersangka mengambil kesempatan kabur dinilai cukup nekat. Sebab, dia melewati plafon ruangan penyidik lalu menjebol genting dan melarikan diri. Padahal di plafon tersebut cukup banyak jaringan listrik kantor. Sangat rawan mengenai tersangka. Namun, risiko itu dilewati dengan cukup mudah dan lolos.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saking stresnya menjalani pemeriksaan, tersangka berinisial L atas dugaan persetubuhan ini nekat melewati plafon ruangan penyidik serta menjebol genting untuk melarikan diri. Namun, karena pelaku masih berada di area sekitar Mapolres Lumajang, tersangka tertangkap oleh anggota kepolisian.

Lolosnya salah satu tahanan dari markas polisi ini memang cukup mengganjal. Jeda waktu ditinggal sendirian di ruangan oleh penyidik untuk berkoordinasi di ruang Kasatreskrim Polres Lumajang sangat singkat. Namun, kesempatan singkat itu bisa dimanfaatkannya untuk kabur. Padahal tangan tersangka juga dalam kondisi diborgol.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, tersangka belum sempat dimasukkan ke ruang tahanan. Tetapi, masih menunggu pemeriksaan swab test antigen di ruang penyidik. Sambil menunggu jadwal pemeriksaan itu, beberapa anggota penyidik meninggalkanya di ruangan sendirian.

“Ini sudah menjadi prosedur. Sebelum para tersangka dimasukkan ke sel tahanan, kami lakukan tes swab antigen untuk memastikan tahanan yang akan dimasukkan sel bebas dari terpapar virus. Sehingga nantinya tidak menulari tahanan yang lain yang ada di dalam sel. Jadi, posisinya masih taraf pemeriksaan,” jelasnya.

Keputusan tersangka mengambil kesempatan kabur dinilai cukup nekat. Sebab, dia melewati plafon ruangan penyidik lalu menjebol genting dan melarikan diri. Padahal di plafon tersebut cukup banyak jaringan listrik kantor. Sangat rawan mengenai tersangka. Namun, risiko itu dilewati dengan cukup mudah dan lolos.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/