alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Penutupan Porprov Jatim VII di Lumajang Gelontorkan Setengah Miliar

Pembukaan ajang bergengsi Porprov Jatim VII di Jember, beberapa waktu lalu, memang sangat spektakuler. Kemeriahan itu membuat penasaran saat penutupan. Apalagi beredar kabar biaya penutupan digelontor lebih dari setengah miliar rupiah.

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPUHARJO, Radar Semeru – Santer kabar yang beredar di masyarakat bahwa anggaran yang digelontorkan untuk penutupan Porprov Jatim VII tidak sedikit. Lebih setengah miliar rupiah. Itu pun hanya berasal dari hibah provinsi, belum termasuk alokasi dari daerah penyelenggara.

BACA JUGA : Tips Perawatan Baterai atau Aki pada Sepeda Motor

Tak heran jika banyak yang penasaran bagaimana prosesi penutupannya di Lumajang. Sebab, alokasi Rp 600 jutaan itu bakal habis dalam waktu sesaat. Tepatnya saat penutupan pada 3 Juli mendatang di Stadion Semeru Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sayangnya, gelontoran dana itu tidak banyak yang tahu. Bahkan sejumlah pejabat yang mengelola anggaran tersebut tak pernah membeber ke publik. “Kita (penutupan Porprov, Red) bukan mewah, tapi berbeda dengan yang lain. Jadi, kalau mewah, mewah sana, karena anggarannya lebih besar. Tetapi, kalau unik dan elegannya nanti sepertinya lebih elegan kita, lebih bisa dinikmati,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Haris.

Ungkapan itu ditegaskan setelah menggelar rapat koordinasi terbatas mengenai penutupan ajang olahraga bergengsi se-Jatim itu di lantai 3 Pemkab Lumajang, kemarin siang. Menurutnya, dukungan anggaran untuk pelaksanaan itu memang tidak banyak. Namun, konsep penutupan itu diklaim bakal mengejutkan.

Untuk menyeimbangi kemewahan pembukaan itu, pihaknya juga bakal melibatkan 500 penari terbaik dari sanggar-sanggar lokal. Seluruh penari akan menampilkan tarian kolosal dengan memadukan tiga tarian khas milik Lumajang. Ada tari Godril, tari Topeng Kaliwungu, serta tari kuda manten alias Jaran Kencak.

“Kami menerjemahkan maskot yang dipakai Lumajang di ajang ini. Si Rancak sebagai simbol warisan budaya tak benda yang kami miliki dan terus kami lestarikan. Makanya, sebagian besar konsep yang kami tawarkan nanti akan lebih banyak menonjolkan budaya-budaya di Lumajang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono mengatakan, kesiapan penutupan ini hampir seratus persen. Saat ini tinggal mengatur rekayasa lalu lintas pada hari-H. Sebab, sesuai rencana yang sudah dibicarakan, tamu VVIP alias bupati se-Jatim bakal diberangkatkan secara bersama-sama dari Pendapa Arya Wiraraja.

- Advertisement -

KEPUHARJO, Radar Semeru – Santer kabar yang beredar di masyarakat bahwa anggaran yang digelontorkan untuk penutupan Porprov Jatim VII tidak sedikit. Lebih setengah miliar rupiah. Itu pun hanya berasal dari hibah provinsi, belum termasuk alokasi dari daerah penyelenggara.

BACA JUGA : Tips Perawatan Baterai atau Aki pada Sepeda Motor

Tak heran jika banyak yang penasaran bagaimana prosesi penutupannya di Lumajang. Sebab, alokasi Rp 600 jutaan itu bakal habis dalam waktu sesaat. Tepatnya saat penutupan pada 3 Juli mendatang di Stadion Semeru Lumajang.

Sayangnya, gelontoran dana itu tidak banyak yang tahu. Bahkan sejumlah pejabat yang mengelola anggaran tersebut tak pernah membeber ke publik. “Kita (penutupan Porprov, Red) bukan mewah, tapi berbeda dengan yang lain. Jadi, kalau mewah, mewah sana, karena anggarannya lebih besar. Tetapi, kalau unik dan elegannya nanti sepertinya lebih elegan kita, lebih bisa dinikmati,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Haris.

Ungkapan itu ditegaskan setelah menggelar rapat koordinasi terbatas mengenai penutupan ajang olahraga bergengsi se-Jatim itu di lantai 3 Pemkab Lumajang, kemarin siang. Menurutnya, dukungan anggaran untuk pelaksanaan itu memang tidak banyak. Namun, konsep penutupan itu diklaim bakal mengejutkan.

Untuk menyeimbangi kemewahan pembukaan itu, pihaknya juga bakal melibatkan 500 penari terbaik dari sanggar-sanggar lokal. Seluruh penari akan menampilkan tarian kolosal dengan memadukan tiga tarian khas milik Lumajang. Ada tari Godril, tari Topeng Kaliwungu, serta tari kuda manten alias Jaran Kencak.

“Kami menerjemahkan maskot yang dipakai Lumajang di ajang ini. Si Rancak sebagai simbol warisan budaya tak benda yang kami miliki dan terus kami lestarikan. Makanya, sebagian besar konsep yang kami tawarkan nanti akan lebih banyak menonjolkan budaya-budaya di Lumajang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono mengatakan, kesiapan penutupan ini hampir seratus persen. Saat ini tinggal mengatur rekayasa lalu lintas pada hari-H. Sebab, sesuai rencana yang sudah dibicarakan, tamu VVIP alias bupati se-Jatim bakal diberangkatkan secara bersama-sama dari Pendapa Arya Wiraraja.

KEPUHARJO, Radar Semeru – Santer kabar yang beredar di masyarakat bahwa anggaran yang digelontorkan untuk penutupan Porprov Jatim VII tidak sedikit. Lebih setengah miliar rupiah. Itu pun hanya berasal dari hibah provinsi, belum termasuk alokasi dari daerah penyelenggara.

BACA JUGA : Tips Perawatan Baterai atau Aki pada Sepeda Motor

Tak heran jika banyak yang penasaran bagaimana prosesi penutupannya di Lumajang. Sebab, alokasi Rp 600 jutaan itu bakal habis dalam waktu sesaat. Tepatnya saat penutupan pada 3 Juli mendatang di Stadion Semeru Lumajang.

Sayangnya, gelontoran dana itu tidak banyak yang tahu. Bahkan sejumlah pejabat yang mengelola anggaran tersebut tak pernah membeber ke publik. “Kita (penutupan Porprov, Red) bukan mewah, tapi berbeda dengan yang lain. Jadi, kalau mewah, mewah sana, karena anggarannya lebih besar. Tetapi, kalau unik dan elegannya nanti sepertinya lebih elegan kita, lebih bisa dinikmati,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Haris.

Ungkapan itu ditegaskan setelah menggelar rapat koordinasi terbatas mengenai penutupan ajang olahraga bergengsi se-Jatim itu di lantai 3 Pemkab Lumajang, kemarin siang. Menurutnya, dukungan anggaran untuk pelaksanaan itu memang tidak banyak. Namun, konsep penutupan itu diklaim bakal mengejutkan.

Untuk menyeimbangi kemewahan pembukaan itu, pihaknya juga bakal melibatkan 500 penari terbaik dari sanggar-sanggar lokal. Seluruh penari akan menampilkan tarian kolosal dengan memadukan tiga tarian khas milik Lumajang. Ada tari Godril, tari Topeng Kaliwungu, serta tari kuda manten alias Jaran Kencak.

“Kami menerjemahkan maskot yang dipakai Lumajang di ajang ini. Si Rancak sebagai simbol warisan budaya tak benda yang kami miliki dan terus kami lestarikan. Makanya, sebagian besar konsep yang kami tawarkan nanti akan lebih banyak menonjolkan budaya-budaya di Lumajang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono mengatakan, kesiapan penutupan ini hampir seratus persen. Saat ini tinggal mengatur rekayasa lalu lintas pada hari-H. Sebab, sesuai rencana yang sudah dibicarakan, tamu VVIP alias bupati se-Jatim bakal diberangkatkan secara bersama-sama dari Pendapa Arya Wiraraja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/