alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Penanganan PMK Dijatah Rp 1 Miliar

Alokasi dari BTT untuk Kebutuhan Obat dan Alkes

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOYUDO, Radar Semeru – Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Lumajang sudah dimulai sejak Senin lalu (27/6). Meski demikian, penanganan terhadap ternak yang terpapar PMK terus dilakukan. Salah satunya dengan penggunaan biaya tidak terduga (BTT). Tak tanggung-tanggung, biayanya tembus Rp 1 miliar.

BACA JUGA : Masuk Armuzna, Calon Jamaah Haji Tingkatkan Ibadah

Nantinya, BTT tersebut digunakan untuk pembiayaan obat dan alat kesehatan selama pelayanan kesehatan ternak di Lumajang. “BTT sudah dikeluarkan sebesar satu miliar rupiah untuk obat dan alkes. Alkes ini termasuk alat suntiknya dan lainnya. Tentu ini harus kami beli. Vitamin juga kami berikan untuk para peternak sembari kami terus mendata populasi ternak yang terpapar,” ungkap Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Mobile_AP_Rectangle 2

Cak Thoriq mengatakan, kebutuhan obat-obatan sangat besar. Namun, dengan BTT itu pihaknya berharap bisa mengaver kebutuhan penanganan PMK di Lumajang. Sebab, pemberian obat dan vitamin dilakukan bersamaan dengan perawatan oleh peternak secara mandiri.

- Advertisement -

BONDOYUDO, Radar Semeru – Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Lumajang sudah dimulai sejak Senin lalu (27/6). Meski demikian, penanganan terhadap ternak yang terpapar PMK terus dilakukan. Salah satunya dengan penggunaan biaya tidak terduga (BTT). Tak tanggung-tanggung, biayanya tembus Rp 1 miliar.

BACA JUGA : Masuk Armuzna, Calon Jamaah Haji Tingkatkan Ibadah

Nantinya, BTT tersebut digunakan untuk pembiayaan obat dan alat kesehatan selama pelayanan kesehatan ternak di Lumajang. “BTT sudah dikeluarkan sebesar satu miliar rupiah untuk obat dan alkes. Alkes ini termasuk alat suntiknya dan lainnya. Tentu ini harus kami beli. Vitamin juga kami berikan untuk para peternak sembari kami terus mendata populasi ternak yang terpapar,” ungkap Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Cak Thoriq mengatakan, kebutuhan obat-obatan sangat besar. Namun, dengan BTT itu pihaknya berharap bisa mengaver kebutuhan penanganan PMK di Lumajang. Sebab, pemberian obat dan vitamin dilakukan bersamaan dengan perawatan oleh peternak secara mandiri.

BONDOYUDO, Radar Semeru – Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Lumajang sudah dimulai sejak Senin lalu (27/6). Meski demikian, penanganan terhadap ternak yang terpapar PMK terus dilakukan. Salah satunya dengan penggunaan biaya tidak terduga (BTT). Tak tanggung-tanggung, biayanya tembus Rp 1 miliar.

BACA JUGA : Masuk Armuzna, Calon Jamaah Haji Tingkatkan Ibadah

Nantinya, BTT tersebut digunakan untuk pembiayaan obat dan alat kesehatan selama pelayanan kesehatan ternak di Lumajang. “BTT sudah dikeluarkan sebesar satu miliar rupiah untuk obat dan alkes. Alkes ini termasuk alat suntiknya dan lainnya. Tentu ini harus kami beli. Vitamin juga kami berikan untuk para peternak sembari kami terus mendata populasi ternak yang terpapar,” ungkap Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Cak Thoriq mengatakan, kebutuhan obat-obatan sangat besar. Namun, dengan BTT itu pihaknya berharap bisa mengaver kebutuhan penanganan PMK di Lumajang. Sebab, pemberian obat dan vitamin dilakukan bersamaan dengan perawatan oleh peternak secara mandiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/