alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Perangkat Desa Diperiksa Inspektorat

Terkait Dugaan Penyunatan Dana Bansos

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pihak yang diduga menyunat bantuan sosial korona senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah mulai diusut. Ada banyak instansi pemerintahan yang dikait-kaitkan menyunat bantuan itu diperiksa oleh Inspektorat Lumajang. Termasuk beberapa orang Perangkat Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, setelah salat Jumat kemarin, salah satu perangkat desa setempat diperiksa oleh Aditya, salah seorang anggota tim auditor Inspektorat Lumajang. Yang bersangkutan diperiksa atas dugaan penyunatan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang merugikan warga penerima bantuan itu.

Inspektur Pembantu 1 Inspektorat Lumajang Aan, ketika didatangi Jawa Pos Radar Semeru, tidak bisa memastikan kebenaran penyunatan bantuan tersebut. Sebab, saat ini masih dilakukan penanganan dan pemeriksaan oleh tim inspektorat. Bahkan, sejak Kamis (27/05) kemarin, ada banyak pihak dan orang yang sudah dipanggil terlebih dahulu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami terima laporan mengenai BPUM. Tetapi, kami belum bisa memberikan keterangan karena masih proses penanganan dan pemeriksaan. Jadi, belum ada hasil yang bisa dipublikasikan,” katanya singkat.

Mengenai dugaan pihak-pihak yang dikaitkan menerima aliran sunatan bantuan itu, ternyata juga telah diselidiki terlebih dahulu. Seperti melakukan pemeriksaan pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) dan pihak Kecamatan Klakah. “Sekarang yang diperiksa adalah perangkat desanya,” tambahnya.

Aan juga tidak menjelaskan modus pemotongan itu secara terperinci. Kemungkinan besar, jika benar ada sunatan, oknum perangkat yang diduga sebagai pelaku itu meminta jatah kepada pemohon BPUM ketika bantuan tersebut cair. Sebab, sebetulnya pencarian dana bantuan itu langsung masuk ke rekening masing-masing pemohon.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pihak yang diduga menyunat bantuan sosial korona senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah mulai diusut. Ada banyak instansi pemerintahan yang dikait-kaitkan menyunat bantuan itu diperiksa oleh Inspektorat Lumajang. Termasuk beberapa orang Perangkat Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, setelah salat Jumat kemarin, salah satu perangkat desa setempat diperiksa oleh Aditya, salah seorang anggota tim auditor Inspektorat Lumajang. Yang bersangkutan diperiksa atas dugaan penyunatan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang merugikan warga penerima bantuan itu.

Inspektur Pembantu 1 Inspektorat Lumajang Aan, ketika didatangi Jawa Pos Radar Semeru, tidak bisa memastikan kebenaran penyunatan bantuan tersebut. Sebab, saat ini masih dilakukan penanganan dan pemeriksaan oleh tim inspektorat. Bahkan, sejak Kamis (27/05) kemarin, ada banyak pihak dan orang yang sudah dipanggil terlebih dahulu.

“Kami terima laporan mengenai BPUM. Tetapi, kami belum bisa memberikan keterangan karena masih proses penanganan dan pemeriksaan. Jadi, belum ada hasil yang bisa dipublikasikan,” katanya singkat.

Mengenai dugaan pihak-pihak yang dikaitkan menerima aliran sunatan bantuan itu, ternyata juga telah diselidiki terlebih dahulu. Seperti melakukan pemeriksaan pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) dan pihak Kecamatan Klakah. “Sekarang yang diperiksa adalah perangkat desanya,” tambahnya.

Aan juga tidak menjelaskan modus pemotongan itu secara terperinci. Kemungkinan besar, jika benar ada sunatan, oknum perangkat yang diduga sebagai pelaku itu meminta jatah kepada pemohon BPUM ketika bantuan tersebut cair. Sebab, sebetulnya pencarian dana bantuan itu langsung masuk ke rekening masing-masing pemohon.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pihak yang diduga menyunat bantuan sosial korona senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah mulai diusut. Ada banyak instansi pemerintahan yang dikait-kaitkan menyunat bantuan itu diperiksa oleh Inspektorat Lumajang. Termasuk beberapa orang Perangkat Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, setelah salat Jumat kemarin, salah satu perangkat desa setempat diperiksa oleh Aditya, salah seorang anggota tim auditor Inspektorat Lumajang. Yang bersangkutan diperiksa atas dugaan penyunatan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang merugikan warga penerima bantuan itu.

Inspektur Pembantu 1 Inspektorat Lumajang Aan, ketika didatangi Jawa Pos Radar Semeru, tidak bisa memastikan kebenaran penyunatan bantuan tersebut. Sebab, saat ini masih dilakukan penanganan dan pemeriksaan oleh tim inspektorat. Bahkan, sejak Kamis (27/05) kemarin, ada banyak pihak dan orang yang sudah dipanggil terlebih dahulu.

“Kami terima laporan mengenai BPUM. Tetapi, kami belum bisa memberikan keterangan karena masih proses penanganan dan pemeriksaan. Jadi, belum ada hasil yang bisa dipublikasikan,” katanya singkat.

Mengenai dugaan pihak-pihak yang dikaitkan menerima aliran sunatan bantuan itu, ternyata juga telah diselidiki terlebih dahulu. Seperti melakukan pemeriksaan pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) dan pihak Kecamatan Klakah. “Sekarang yang diperiksa adalah perangkat desanya,” tambahnya.

Aan juga tidak menjelaskan modus pemotongan itu secara terperinci. Kemungkinan besar, jika benar ada sunatan, oknum perangkat yang diduga sebagai pelaku itu meminta jatah kepada pemohon BPUM ketika bantuan tersebut cair. Sebab, sebetulnya pencarian dana bantuan itu langsung masuk ke rekening masing-masing pemohon.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/