alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Jenazah Satria Ditemukan di Bades

Hilang dan Hanyut Selama 13 Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah hanyut selama belasan hari di pantai selatan, akhirnya mayat Satria Fernando, bocah berusia 8 tahun asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, ditemukan. Mayat itu ditemukan oleh warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, di bibir Pantai Dampar, Kamis (27/05) kemarin.

Sebelumnya, pada Minggu (16/05) atau keesokan harinya setelah bocah kelahiran 6 Maret 2013 tersebut dinyatakan hilang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melakukan pencarian di sejumlah titik bibir pantai. Namun, sampai Jumat (21/05) tidak membuahkan hasil.

Saat ditemukan oleh warga, mayat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto untuk dipastikan identitasnya. Sebab, meskipun busana yang dikenakan cukup lengkap, tetapi sebagian besar tubuh korban mulai membusuk. Bahkan, bagian kepalanya telah berubah menjadi tulang tengkorak. Nyaris tidak bisa dikenali secara fisik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Atas temuan itu, Yuliadi, ayah korban, langsung mendatangi rumah sakit untuk memastikan apakah mayat itu anaknya yang hanyut dan hilang selama belasan hari lalu atau bukan. Setelah diamati dengan saksama, mulai dari jari jemari, lengan, serta jari kaki, keluarga langsung membenarkan.

Keyakinan itu semakin bertambah ketika melihat sejumlah pakaian yang masih menempel pada tubuh mayat itu. Seperti celana jeans warna abu-abu dengan kolor warna hitam dan kaus gandul yang masih dikenakan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah hanyut selama belasan hari di pantai selatan, akhirnya mayat Satria Fernando, bocah berusia 8 tahun asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, ditemukan. Mayat itu ditemukan oleh warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, di bibir Pantai Dampar, Kamis (27/05) kemarin.

Sebelumnya, pada Minggu (16/05) atau keesokan harinya setelah bocah kelahiran 6 Maret 2013 tersebut dinyatakan hilang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melakukan pencarian di sejumlah titik bibir pantai. Namun, sampai Jumat (21/05) tidak membuahkan hasil.

Saat ditemukan oleh warga, mayat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto untuk dipastikan identitasnya. Sebab, meskipun busana yang dikenakan cukup lengkap, tetapi sebagian besar tubuh korban mulai membusuk. Bahkan, bagian kepalanya telah berubah menjadi tulang tengkorak. Nyaris tidak bisa dikenali secara fisik.

Atas temuan itu, Yuliadi, ayah korban, langsung mendatangi rumah sakit untuk memastikan apakah mayat itu anaknya yang hanyut dan hilang selama belasan hari lalu atau bukan. Setelah diamati dengan saksama, mulai dari jari jemari, lengan, serta jari kaki, keluarga langsung membenarkan.

Keyakinan itu semakin bertambah ketika melihat sejumlah pakaian yang masih menempel pada tubuh mayat itu. Seperti celana jeans warna abu-abu dengan kolor warna hitam dan kaus gandul yang masih dikenakan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah hanyut selama belasan hari di pantai selatan, akhirnya mayat Satria Fernando, bocah berusia 8 tahun asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari, ditemukan. Mayat itu ditemukan oleh warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, di bibir Pantai Dampar, Kamis (27/05) kemarin.

Sebelumnya, pada Minggu (16/05) atau keesokan harinya setelah bocah kelahiran 6 Maret 2013 tersebut dinyatakan hilang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melakukan pencarian di sejumlah titik bibir pantai. Namun, sampai Jumat (21/05) tidak membuahkan hasil.

Saat ditemukan oleh warga, mayat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto untuk dipastikan identitasnya. Sebab, meskipun busana yang dikenakan cukup lengkap, tetapi sebagian besar tubuh korban mulai membusuk. Bahkan, bagian kepalanya telah berubah menjadi tulang tengkorak. Nyaris tidak bisa dikenali secara fisik.

Atas temuan itu, Yuliadi, ayah korban, langsung mendatangi rumah sakit untuk memastikan apakah mayat itu anaknya yang hanyut dan hilang selama belasan hari lalu atau bukan. Setelah diamati dengan saksama, mulai dari jari jemari, lengan, serta jari kaki, keluarga langsung membenarkan.

Keyakinan itu semakin bertambah ketika melihat sejumlah pakaian yang masih menempel pada tubuh mayat itu. Seperti celana jeans warna abu-abu dengan kolor warna hitam dan kaus gandul yang masih dikenakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/