alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Konsentrasi Sempat Beralih ke Anak-Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit orang tua mengajak anak-anak mereka mengikuti ceramah agama. Hal tersebut memang dibolehkan. Sebab, dianggap sebagai proses pembelajaran bagi anak untuk belajar agama. Namun, ketika anak-anak mengekspresikan main dalam ceramah, itu hal yang berbeda. Nah, M. Ainul Yaqin memiliki pengalaman tersendiri dalam menghadapi kondisi tersebut.

Lelaki yang akrab disapa Ustad Yaqin itu menceritakan, peristiwa itu pernah dihadapinya ketika memberikan kajian agama pada awal tahun ini. “Ada tiga anak yang menarik perhatian jamaah lain ketika saya sedang memberikan kajian. Salah satu anak memanggil temannya dengan nada keras. Sehingga, jamaah langsung tertuju ke anak-anak itu. Dan posisi mereka tidak jauh dari saya,” ceritanya.

Dia membiarkan anak-anak tersebut sekitar setengah menit. Sebab, fokus jamaah tertuju ke mereka. “Saya biarkan mereka selama setengah menit agar mereka diam. Sebab, ketika mereka berbicara dan saya berbicara juga, orang tua mereka mau menasehati atau membawanya ke luar majelis untuk didiamkan akan semakin sulit. Oleh karena itu, saya memilih diam. Diam itulah salah satu sikap sabar yang harus dimiliki oleh pendakwah,” jelas Ketua Umum Yayasan Kiai Abdul Qorib Lumajang tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lelaki yang menyelesaikan pendidikan Sarjana Quran Hadis di UIN Syarif Hidayatullah tersebut menuturkan, menghadapi anak-anak harus dengan hati. Jika tidak, mereka akan semakin memberontak. “Harus dengan hati yang lemah lembut. Jangan memarahi mereka. Apalagi menyinggung orang tuanya. Karena dakwah itu harus lemah lembut. Dan memang tidak baik ketika kita menyinggung orang lain di hadapan banyak orang,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit orang tua mengajak anak-anak mereka mengikuti ceramah agama. Hal tersebut memang dibolehkan. Sebab, dianggap sebagai proses pembelajaran bagi anak untuk belajar agama. Namun, ketika anak-anak mengekspresikan main dalam ceramah, itu hal yang berbeda. Nah, M. Ainul Yaqin memiliki pengalaman tersendiri dalam menghadapi kondisi tersebut.

Lelaki yang akrab disapa Ustad Yaqin itu menceritakan, peristiwa itu pernah dihadapinya ketika memberikan kajian agama pada awal tahun ini. “Ada tiga anak yang menarik perhatian jamaah lain ketika saya sedang memberikan kajian. Salah satu anak memanggil temannya dengan nada keras. Sehingga, jamaah langsung tertuju ke anak-anak itu. Dan posisi mereka tidak jauh dari saya,” ceritanya.

Dia membiarkan anak-anak tersebut sekitar setengah menit. Sebab, fokus jamaah tertuju ke mereka. “Saya biarkan mereka selama setengah menit agar mereka diam. Sebab, ketika mereka berbicara dan saya berbicara juga, orang tua mereka mau menasehati atau membawanya ke luar majelis untuk didiamkan akan semakin sulit. Oleh karena itu, saya memilih diam. Diam itulah salah satu sikap sabar yang harus dimiliki oleh pendakwah,” jelas Ketua Umum Yayasan Kiai Abdul Qorib Lumajang tersebut.

Lelaki yang menyelesaikan pendidikan Sarjana Quran Hadis di UIN Syarif Hidayatullah tersebut menuturkan, menghadapi anak-anak harus dengan hati. Jika tidak, mereka akan semakin memberontak. “Harus dengan hati yang lemah lembut. Jangan memarahi mereka. Apalagi menyinggung orang tuanya. Karena dakwah itu harus lemah lembut. Dan memang tidak baik ketika kita menyinggung orang lain di hadapan banyak orang,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit orang tua mengajak anak-anak mereka mengikuti ceramah agama. Hal tersebut memang dibolehkan. Sebab, dianggap sebagai proses pembelajaran bagi anak untuk belajar agama. Namun, ketika anak-anak mengekspresikan main dalam ceramah, itu hal yang berbeda. Nah, M. Ainul Yaqin memiliki pengalaman tersendiri dalam menghadapi kondisi tersebut.

Lelaki yang akrab disapa Ustad Yaqin itu menceritakan, peristiwa itu pernah dihadapinya ketika memberikan kajian agama pada awal tahun ini. “Ada tiga anak yang menarik perhatian jamaah lain ketika saya sedang memberikan kajian. Salah satu anak memanggil temannya dengan nada keras. Sehingga, jamaah langsung tertuju ke anak-anak itu. Dan posisi mereka tidak jauh dari saya,” ceritanya.

Dia membiarkan anak-anak tersebut sekitar setengah menit. Sebab, fokus jamaah tertuju ke mereka. “Saya biarkan mereka selama setengah menit agar mereka diam. Sebab, ketika mereka berbicara dan saya berbicara juga, orang tua mereka mau menasehati atau membawanya ke luar majelis untuk didiamkan akan semakin sulit. Oleh karena itu, saya memilih diam. Diam itulah salah satu sikap sabar yang harus dimiliki oleh pendakwah,” jelas Ketua Umum Yayasan Kiai Abdul Qorib Lumajang tersebut.

Lelaki yang menyelesaikan pendidikan Sarjana Quran Hadis di UIN Syarif Hidayatullah tersebut menuturkan, menghadapi anak-anak harus dengan hati. Jika tidak, mereka akan semakin memberontak. “Harus dengan hati yang lemah lembut. Jangan memarahi mereka. Apalagi menyinggung orang tuanya. Karena dakwah itu harus lemah lembut. Dan memang tidak baik ketika kita menyinggung orang lain di hadapan banyak orang,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/