alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Perkelahian Pelajar Bakal Diusut

DPRD Dorong Pemberian Sanksi Serius supaya Tidak Terulang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perkelahian pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah di tempat wisata Ranu Klakah didengar jajaran wakil rakyat. Sekolah diminta untuk segera memanggil dan memberi sanksi pada beberapa murid tersebut. Supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, beberapa murid yang terlibat perkelahian tersebut berasal dari dua sekolah negeri yang berbeda jenjang di Kecamatan Klakah. Banyak yang menduga perkelahian itu bermula ketika mereka saling ejek di media sosial masalah percintaan.
Wakil Ketua DPRD Lumajang H Akmat menilai perkelahian tersebut dapat menurunkan kualitas pendidikan sekolah milik pemerintah. Menurutnya, banyak orang tua yang berpikir dua kali untuk memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Sebab, sekolah tersebut dianggap kurang memberikan edukasi moral dan sopan santun.
Wajar saja, setiap tahun minat orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah negeri terus menurun. Penyebabnya, kata dia, sekolah negeri tidak bisa memberikan jaminan pendidikan yang berkualitas dan bagus. Sehingga kebanyakan anaknya dilarikan ke sekolah swasta atau sebagainya.
“Setiap penerimaan murid baru, rombel sekolah negeri banyak yang tidak terpenuhi. Bahkan sekolah negeri sering mengalami regrouping. Hari ini sekolah negeri yang menjadi jujukan pun hanya terhitung jari, tidak banyak. Sekolah memang perlu melakukan standardisasi secara merata,” jelasnya.
Kasubag Tata Usaha Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Jember Wilayah Lumajang Iskandar Syaifuddin mengatakan, bakal melakukan penelusuran lebih dahulu. Sekolah yang bersangkutan bakal memanggil dan memberikan sanksi. “Saya dengar masalah itu, akan kami telusuri dan tegur,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perkelahian pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah di tempat wisata Ranu Klakah didengar jajaran wakil rakyat. Sekolah diminta untuk segera memanggil dan memberi sanksi pada beberapa murid tersebut. Supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, beberapa murid yang terlibat perkelahian tersebut berasal dari dua sekolah negeri yang berbeda jenjang di Kecamatan Klakah. Banyak yang menduga perkelahian itu bermula ketika mereka saling ejek di media sosial masalah percintaan.
Wakil Ketua DPRD Lumajang H Akmat menilai perkelahian tersebut dapat menurunkan kualitas pendidikan sekolah milik pemerintah. Menurutnya, banyak orang tua yang berpikir dua kali untuk memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Sebab, sekolah tersebut dianggap kurang memberikan edukasi moral dan sopan santun.
Wajar saja, setiap tahun minat orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah negeri terus menurun. Penyebabnya, kata dia, sekolah negeri tidak bisa memberikan jaminan pendidikan yang berkualitas dan bagus. Sehingga kebanyakan anaknya dilarikan ke sekolah swasta atau sebagainya.
“Setiap penerimaan murid baru, rombel sekolah negeri banyak yang tidak terpenuhi. Bahkan sekolah negeri sering mengalami regrouping. Hari ini sekolah negeri yang menjadi jujukan pun hanya terhitung jari, tidak banyak. Sekolah memang perlu melakukan standardisasi secara merata,” jelasnya.
Kasubag Tata Usaha Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Jember Wilayah Lumajang Iskandar Syaifuddin mengatakan, bakal melakukan penelusuran lebih dahulu. Sekolah yang bersangkutan bakal memanggil dan memberikan sanksi. “Saya dengar masalah itu, akan kami telusuri dan tegur,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perkelahian pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah di tempat wisata Ranu Klakah didengar jajaran wakil rakyat. Sekolah diminta untuk segera memanggil dan memberi sanksi pada beberapa murid tersebut. Supaya kejadian serupa tidak terulang kembali.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, beberapa murid yang terlibat perkelahian tersebut berasal dari dua sekolah negeri yang berbeda jenjang di Kecamatan Klakah. Banyak yang menduga perkelahian itu bermula ketika mereka saling ejek di media sosial masalah percintaan.
Wakil Ketua DPRD Lumajang H Akmat menilai perkelahian tersebut dapat menurunkan kualitas pendidikan sekolah milik pemerintah. Menurutnya, banyak orang tua yang berpikir dua kali untuk memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Sebab, sekolah tersebut dianggap kurang memberikan edukasi moral dan sopan santun.
Wajar saja, setiap tahun minat orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah negeri terus menurun. Penyebabnya, kata dia, sekolah negeri tidak bisa memberikan jaminan pendidikan yang berkualitas dan bagus. Sehingga kebanyakan anaknya dilarikan ke sekolah swasta atau sebagainya.
“Setiap penerimaan murid baru, rombel sekolah negeri banyak yang tidak terpenuhi. Bahkan sekolah negeri sering mengalami regrouping. Hari ini sekolah negeri yang menjadi jujukan pun hanya terhitung jari, tidak banyak. Sekolah memang perlu melakukan standardisasi secara merata,” jelasnya.
Kasubag Tata Usaha Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Jember Wilayah Lumajang Iskandar Syaifuddin mengatakan, bakal melakukan penelusuran lebih dahulu. Sekolah yang bersangkutan bakal memanggil dan memberikan sanksi. “Saya dengar masalah itu, akan kami telusuri dan tegur,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/