alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Periksa Kesehatan secara Teratur

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Langkah mendeteksi dini pada usia muda menjadi langkah awal mencegah PJK. Seperti yang diungkapkan dr Hendrawati SpJP, PJK bisa dicegah dengan deteksi dini di usia muda. Sebab, PJK umumnya menyerang di saat usia sudah tua. “Sebenarnya banyak acara untuk mencegah. Namun, langkah utama pencegahan adalah dengan deteksi dini,” ungkapnya.
Dokter yang praktik di Poli Jantung RSUD dr Haryoto tersebut menjelaskan, untuk menghindari PJK, deteksi dini bisa dilakukan dengan memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan secara berkala.
“Jadi, bukan hanya saat sakit saja periksa ke dokter. Akan tetapi, dalam kondisi sehat juga perlu periksa secara berkala. Lebih-lebih kalau sakitnya nyeri di dada, harus segera periksa dan jangan ditunda,” jelasnya.
Menurutnya, itu cara efektif pencegahan PJK. Sebab, dengan rutin periksa, seseorang bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Selain itu, mereka bisa mengantisipasi dan menentukan langkah yang bisa dilakukan ke depan. “Bagi pasien yang positif gejala PJK, mereka harus rutin memeriksakan ke layanan kesehatan. Utamanya rumah sakit dengan fasilitas jantung yang lengkap,” ujarnya.
Jika seseorang terkena serangan jantung, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah membawanya ke rumah sakit dengan segera. Sebab, serangan jantung berlangsung secara cepat. “Kalau tidak memiliki pemahaman pelatihan resusitasi jantung paru (RJP), segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Karena seseorang yang terkena serangan jantung berpacu dengan nyawa. Telat sedikit saja bisa meninggal dunia,” katanya.
Saat tiba di rumah sakit, pasien serangan jantung akan mendapatkan penanganan medis berupa pemberian cairan pengencer darah dan obat. Namun, jika kondisi serangan jantung pasien tergolong serius, harus dilakukan tindakan lanjutan.
“Kami akan diagnosis di awal. Jika masih ringan, cukup pemberian obat dan cairan pengencer darah saja. Tetapi, jika itu merupakan serangan jantung akut, maka akan kami lakukan tindakan lanjutan. Bahkan, kami bawa ke rumah sakit rujukan,” tuturnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Langkah mendeteksi dini pada usia muda menjadi langkah awal mencegah PJK. Seperti yang diungkapkan dr Hendrawati SpJP, PJK bisa dicegah dengan deteksi dini di usia muda. Sebab, PJK umumnya menyerang di saat usia sudah tua. “Sebenarnya banyak acara untuk mencegah. Namun, langkah utama pencegahan adalah dengan deteksi dini,” ungkapnya.
Dokter yang praktik di Poli Jantung RSUD dr Haryoto tersebut menjelaskan, untuk menghindari PJK, deteksi dini bisa dilakukan dengan memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan secara berkala.
“Jadi, bukan hanya saat sakit saja periksa ke dokter. Akan tetapi, dalam kondisi sehat juga perlu periksa secara berkala. Lebih-lebih kalau sakitnya nyeri di dada, harus segera periksa dan jangan ditunda,” jelasnya.
Menurutnya, itu cara efektif pencegahan PJK. Sebab, dengan rutin periksa, seseorang bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Selain itu, mereka bisa mengantisipasi dan menentukan langkah yang bisa dilakukan ke depan. “Bagi pasien yang positif gejala PJK, mereka harus rutin memeriksakan ke layanan kesehatan. Utamanya rumah sakit dengan fasilitas jantung yang lengkap,” ujarnya.
Jika seseorang terkena serangan jantung, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah membawanya ke rumah sakit dengan segera. Sebab, serangan jantung berlangsung secara cepat. “Kalau tidak memiliki pemahaman pelatihan resusitasi jantung paru (RJP), segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Karena seseorang yang terkena serangan jantung berpacu dengan nyawa. Telat sedikit saja bisa meninggal dunia,” katanya.
Saat tiba di rumah sakit, pasien serangan jantung akan mendapatkan penanganan medis berupa pemberian cairan pengencer darah dan obat. Namun, jika kondisi serangan jantung pasien tergolong serius, harus dilakukan tindakan lanjutan.
“Kami akan diagnosis di awal. Jika masih ringan, cukup pemberian obat dan cairan pengencer darah saja. Tetapi, jika itu merupakan serangan jantung akut, maka akan kami lakukan tindakan lanjutan. Bahkan, kami bawa ke rumah sakit rujukan,” tuturnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Langkah mendeteksi dini pada usia muda menjadi langkah awal mencegah PJK. Seperti yang diungkapkan dr Hendrawati SpJP, PJK bisa dicegah dengan deteksi dini di usia muda. Sebab, PJK umumnya menyerang di saat usia sudah tua. “Sebenarnya banyak acara untuk mencegah. Namun, langkah utama pencegahan adalah dengan deteksi dini,” ungkapnya.
Dokter yang praktik di Poli Jantung RSUD dr Haryoto tersebut menjelaskan, untuk menghindari PJK, deteksi dini bisa dilakukan dengan memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan secara berkala.
“Jadi, bukan hanya saat sakit saja periksa ke dokter. Akan tetapi, dalam kondisi sehat juga perlu periksa secara berkala. Lebih-lebih kalau sakitnya nyeri di dada, harus segera periksa dan jangan ditunda,” jelasnya.
Menurutnya, itu cara efektif pencegahan PJK. Sebab, dengan rutin periksa, seseorang bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Selain itu, mereka bisa mengantisipasi dan menentukan langkah yang bisa dilakukan ke depan. “Bagi pasien yang positif gejala PJK, mereka harus rutin memeriksakan ke layanan kesehatan. Utamanya rumah sakit dengan fasilitas jantung yang lengkap,” ujarnya.
Jika seseorang terkena serangan jantung, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah membawanya ke rumah sakit dengan segera. Sebab, serangan jantung berlangsung secara cepat. “Kalau tidak memiliki pemahaman pelatihan resusitasi jantung paru (RJP), segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Karena seseorang yang terkena serangan jantung berpacu dengan nyawa. Telat sedikit saja bisa meninggal dunia,” katanya.
Saat tiba di rumah sakit, pasien serangan jantung akan mendapatkan penanganan medis berupa pemberian cairan pengencer darah dan obat. Namun, jika kondisi serangan jantung pasien tergolong serius, harus dilakukan tindakan lanjutan.
“Kami akan diagnosis di awal. Jika masih ringan, cukup pemberian obat dan cairan pengencer darah saja. Tetapi, jika itu merupakan serangan jantung akut, maka akan kami lakukan tindakan lanjutan. Bahkan, kami bawa ke rumah sakit rujukan,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/