alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Antisipasi dengan Penguatan Promotif dan Preventif

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah langkah sudah dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner (PJK). Mulai dari penyediaan alat, fasilitas, sampai tenaga spesialis. Namun, semua langkah itu tetap tidak ada artinya jika tidak ada kesadaran dari calon penderita.
Dinas Kesehatan Lumajang berupaya agar pelayanan fasilitas kesehatan memadai, baik dari sumber daya manusia ataupun peralatannya. “Upaya yang dilakukan Dinkes adalah menguatkan upaya promotif dan preventif dengan terus meningkatkan kualitas kuratif di puskesmas dan rumah sakit,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Luamajang dr Bayu Ignasius Wibowo.
dr Bayu mengatakan, upaya promotif dan preventif berupa kampanye gerakan masyarakat hidup sehat dengan olahraga secara baik dan benar, makan sayur dan buah setiap hari dengan porsi cukup, dan cek kesehatan secara rutin. “Utamanya cek tensi darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol,” katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan selalu waspada. “Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan sudah lengkap. Itu juga bagian dari upaya kuratif agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik, utamanya bagi pasien jantung,” katanya.
Namun, semua ketersediaan alat dan fasilitas itu akan sia-sia jika warga tidak mematuhi dengan tertib. Terpenting, yang dilakukan adalah melakukan deteksi dini secara pribadi agar tidak sampai terserang penyakit mematikan tersebut.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah langkah sudah dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner (PJK). Mulai dari penyediaan alat, fasilitas, sampai tenaga spesialis. Namun, semua langkah itu tetap tidak ada artinya jika tidak ada kesadaran dari calon penderita.
Dinas Kesehatan Lumajang berupaya agar pelayanan fasilitas kesehatan memadai, baik dari sumber daya manusia ataupun peralatannya. “Upaya yang dilakukan Dinkes adalah menguatkan upaya promotif dan preventif dengan terus meningkatkan kualitas kuratif di puskesmas dan rumah sakit,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Luamajang dr Bayu Ignasius Wibowo.
dr Bayu mengatakan, upaya promotif dan preventif berupa kampanye gerakan masyarakat hidup sehat dengan olahraga secara baik dan benar, makan sayur dan buah setiap hari dengan porsi cukup, dan cek kesehatan secara rutin. “Utamanya cek tensi darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol,” katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan selalu waspada. “Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan sudah lengkap. Itu juga bagian dari upaya kuratif agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik, utamanya bagi pasien jantung,” katanya.
Namun, semua ketersediaan alat dan fasilitas itu akan sia-sia jika warga tidak mematuhi dengan tertib. Terpenting, yang dilakukan adalah melakukan deteksi dini secara pribadi agar tidak sampai terserang penyakit mematikan tersebut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sejumlah langkah sudah dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner (PJK). Mulai dari penyediaan alat, fasilitas, sampai tenaga spesialis. Namun, semua langkah itu tetap tidak ada artinya jika tidak ada kesadaran dari calon penderita.
Dinas Kesehatan Lumajang berupaya agar pelayanan fasilitas kesehatan memadai, baik dari sumber daya manusia ataupun peralatannya. “Upaya yang dilakukan Dinkes adalah menguatkan upaya promotif dan preventif dengan terus meningkatkan kualitas kuratif di puskesmas dan rumah sakit,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Luamajang dr Bayu Ignasius Wibowo.
dr Bayu mengatakan, upaya promotif dan preventif berupa kampanye gerakan masyarakat hidup sehat dengan olahraga secara baik dan benar, makan sayur dan buah setiap hari dengan porsi cukup, dan cek kesehatan secara rutin. “Utamanya cek tensi darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol,” katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan selalu waspada. “Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan sudah lengkap. Itu juga bagian dari upaya kuratif agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik, utamanya bagi pasien jantung,” katanya.
Namun, semua ketersediaan alat dan fasilitas itu akan sia-sia jika warga tidak mematuhi dengan tertib. Terpenting, yang dilakukan adalah melakukan deteksi dini secara pribadi agar tidak sampai terserang penyakit mematikan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/