alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Siswa dan Alumni SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Tolak Eksekusi

Minta Waktu Penundaan Selama Tiga Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Ratusan siswa dan alumni SMK Wira Yudha Sakti Nusantara memblokade Jalan Veteran, Sukodono, siang kemarin. Mereka meminta pelaksanaan putusan MA yang memenangkan pemilik tanah mengambil lahan sekolah atau eksekusi diundur selama tiga tahun.

Sekitar pukul 07.30, mereka mendatangi SMK Wira Yudha Sakti Nusantara. Sambil membawa spanduk bertuliskan beberapa tuntutan, satu per satu orator menyampaikan aspirasinya. Maksud aksi itu meminta waktu pemenang perkara sampai pembangunan gedung sekolah yang baru selesai dilakukan.

Kuasa hukum pihak SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Basuki Rahmat, mengatakan, aksi ini mungkin menjadi buntut dari kedatangan pemenang perkara ke sekolah, beberapa hari lalu. Beberapa murid yang melihat langsung meminta dukungan alumni untuk sama-sama berjuang melindungi sekolahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami sudah sampaikan, kami minta untuk melakukan penundaan eksekusi, karena banyak peralatan sekolah dan aset negara yang masih tersimpan. Butuh waktu untuk memindahkan semua itu. Kami juga meminta demi rasa kemanusiaan, karena ada ratusan siswa yang bersekolah di tempat itu,” katanya.

Menurut dia, ada sekitar 400 siswa kelas VII hingga IX yang sekarang belajar di SMK Wira Yudha Sakti Nusantara. Okik, sapaannya, melanjutkan, tiga tahun masa penundaan itu untuk memberikan waktu kepada pihak sekolah dalam menyiapkan lahan dan gedung sekolah yang baru, sebagai ganti sekolah yang dimenangkan pemilik.

Menurut pihak sekolah, pada tahun 2015 kepala sekolah bersama pemilik lahan bersepakat menandatangani perjanjian kontrak sewa lahan. Harga sewa itu mencapai Rp 1,2 miliar untuk pemakaian lahan selama dua puluh tahun. Namun, belum sampai lima tahun, lahan itu diminta untuk dikembalikan ke pemiliknya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Ratusan siswa dan alumni SMK Wira Yudha Sakti Nusantara memblokade Jalan Veteran, Sukodono, siang kemarin. Mereka meminta pelaksanaan putusan MA yang memenangkan pemilik tanah mengambil lahan sekolah atau eksekusi diundur selama tiga tahun.

Sekitar pukul 07.30, mereka mendatangi SMK Wira Yudha Sakti Nusantara. Sambil membawa spanduk bertuliskan beberapa tuntutan, satu per satu orator menyampaikan aspirasinya. Maksud aksi itu meminta waktu pemenang perkara sampai pembangunan gedung sekolah yang baru selesai dilakukan.

Kuasa hukum pihak SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Basuki Rahmat, mengatakan, aksi ini mungkin menjadi buntut dari kedatangan pemenang perkara ke sekolah, beberapa hari lalu. Beberapa murid yang melihat langsung meminta dukungan alumni untuk sama-sama berjuang melindungi sekolahnya.

“Kami sudah sampaikan, kami minta untuk melakukan penundaan eksekusi, karena banyak peralatan sekolah dan aset negara yang masih tersimpan. Butuh waktu untuk memindahkan semua itu. Kami juga meminta demi rasa kemanusiaan, karena ada ratusan siswa yang bersekolah di tempat itu,” katanya.

Menurut dia, ada sekitar 400 siswa kelas VII hingga IX yang sekarang belajar di SMK Wira Yudha Sakti Nusantara. Okik, sapaannya, melanjutkan, tiga tahun masa penundaan itu untuk memberikan waktu kepada pihak sekolah dalam menyiapkan lahan dan gedung sekolah yang baru, sebagai ganti sekolah yang dimenangkan pemilik.

Menurut pihak sekolah, pada tahun 2015 kepala sekolah bersama pemilik lahan bersepakat menandatangani perjanjian kontrak sewa lahan. Harga sewa itu mencapai Rp 1,2 miliar untuk pemakaian lahan selama dua puluh tahun. Namun, belum sampai lima tahun, lahan itu diminta untuk dikembalikan ke pemiliknya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Ratusan siswa dan alumni SMK Wira Yudha Sakti Nusantara memblokade Jalan Veteran, Sukodono, siang kemarin. Mereka meminta pelaksanaan putusan MA yang memenangkan pemilik tanah mengambil lahan sekolah atau eksekusi diundur selama tiga tahun.

Sekitar pukul 07.30, mereka mendatangi SMK Wira Yudha Sakti Nusantara. Sambil membawa spanduk bertuliskan beberapa tuntutan, satu per satu orator menyampaikan aspirasinya. Maksud aksi itu meminta waktu pemenang perkara sampai pembangunan gedung sekolah yang baru selesai dilakukan.

Kuasa hukum pihak SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Basuki Rahmat, mengatakan, aksi ini mungkin menjadi buntut dari kedatangan pemenang perkara ke sekolah, beberapa hari lalu. Beberapa murid yang melihat langsung meminta dukungan alumni untuk sama-sama berjuang melindungi sekolahnya.

“Kami sudah sampaikan, kami minta untuk melakukan penundaan eksekusi, karena banyak peralatan sekolah dan aset negara yang masih tersimpan. Butuh waktu untuk memindahkan semua itu. Kami juga meminta demi rasa kemanusiaan, karena ada ratusan siswa yang bersekolah di tempat itu,” katanya.

Menurut dia, ada sekitar 400 siswa kelas VII hingga IX yang sekarang belajar di SMK Wira Yudha Sakti Nusantara. Okik, sapaannya, melanjutkan, tiga tahun masa penundaan itu untuk memberikan waktu kepada pihak sekolah dalam menyiapkan lahan dan gedung sekolah yang baru, sebagai ganti sekolah yang dimenangkan pemilik.

Menurut pihak sekolah, pada tahun 2015 kepala sekolah bersama pemilik lahan bersepakat menandatangani perjanjian kontrak sewa lahan. Harga sewa itu mencapai Rp 1,2 miliar untuk pemakaian lahan selama dua puluh tahun. Namun, belum sampai lima tahun, lahan itu diminta untuk dikembalikan ke pemiliknya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/