alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Batang Bambu Terkikis Aliran Sungai Curah Menjangan Lumajang

Sumbat Aliran Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir tahun ini, curah hujan di Kabupaten Lumajang cukup tinggi. Tak heran jika hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terus mengguyur beberapa kawasan Lumajang. Seperti halnya hujan yang mengguyur di kawasan Senduro, Jumat (24/12) lalu. Akibatnya, hulu Sungai Curah Menjangan mengalami kenaikan debit air. Imbasnya, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, terendam lagi.

Tidak hanya menggenangi jalan dan permukiman. Genangan banjir tersebut juga membuat tanggul sungai terkikis. Sedikitnya, dua barongan bambu di Desa Kutorenon dan Desa Selokbesuki yang terkikis menyumbat aliran sungai. Karena itu, langkah penanganan langsung dilakukan, kemarin.

Juru Irigasi Bendung Bodang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang Mulyo mengungkapkan, awalnya debit air di hulu sekitar 80 sentimeter. Selanjutnya, hujan yang semakin deras menambah debit air. Akibatnya, saat aliran sampai di Bendung Kedongsaku menjadi 120 cm.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Itu debit air pukul lima sore. Nah, sampai di Desa Kutorenon itu sekitar pukul delapan malam. Jadi, air langsung meluber ke jalan dan rumah warga. Terutama di Dusun Biting I. Setelah air surut, paginya ada laporan warga barongan bambu masuk sungai,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama TNI, Tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Lumajang, SDA DPUTR, BPBD, dan masyarakat langsung membersihkan aliran sungai. Mereka bergotong royong memotong batang bambu dengan beragam peralatan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir tahun ini, curah hujan di Kabupaten Lumajang cukup tinggi. Tak heran jika hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terus mengguyur beberapa kawasan Lumajang. Seperti halnya hujan yang mengguyur di kawasan Senduro, Jumat (24/12) lalu. Akibatnya, hulu Sungai Curah Menjangan mengalami kenaikan debit air. Imbasnya, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, terendam lagi.

Tidak hanya menggenangi jalan dan permukiman. Genangan banjir tersebut juga membuat tanggul sungai terkikis. Sedikitnya, dua barongan bambu di Desa Kutorenon dan Desa Selokbesuki yang terkikis menyumbat aliran sungai. Karena itu, langkah penanganan langsung dilakukan, kemarin.

Juru Irigasi Bendung Bodang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang Mulyo mengungkapkan, awalnya debit air di hulu sekitar 80 sentimeter. Selanjutnya, hujan yang semakin deras menambah debit air. Akibatnya, saat aliran sampai di Bendung Kedongsaku menjadi 120 cm.

“Itu debit air pukul lima sore. Nah, sampai di Desa Kutorenon itu sekitar pukul delapan malam. Jadi, air langsung meluber ke jalan dan rumah warga. Terutama di Dusun Biting I. Setelah air surut, paginya ada laporan warga barongan bambu masuk sungai,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama TNI, Tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Lumajang, SDA DPUTR, BPBD, dan masyarakat langsung membersihkan aliran sungai. Mereka bergotong royong memotong batang bambu dengan beragam peralatan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir tahun ini, curah hujan di Kabupaten Lumajang cukup tinggi. Tak heran jika hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terus mengguyur beberapa kawasan Lumajang. Seperti halnya hujan yang mengguyur di kawasan Senduro, Jumat (24/12) lalu. Akibatnya, hulu Sungai Curah Menjangan mengalami kenaikan debit air. Imbasnya, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, terendam lagi.

Tidak hanya menggenangi jalan dan permukiman. Genangan banjir tersebut juga membuat tanggul sungai terkikis. Sedikitnya, dua barongan bambu di Desa Kutorenon dan Desa Selokbesuki yang terkikis menyumbat aliran sungai. Karena itu, langkah penanganan langsung dilakukan, kemarin.

Juru Irigasi Bendung Bodang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang Mulyo mengungkapkan, awalnya debit air di hulu sekitar 80 sentimeter. Selanjutnya, hujan yang semakin deras menambah debit air. Akibatnya, saat aliran sampai di Bendung Kedongsaku menjadi 120 cm.

“Itu debit air pukul lima sore. Nah, sampai di Desa Kutorenon itu sekitar pukul delapan malam. Jadi, air langsung meluber ke jalan dan rumah warga. Terutama di Dusun Biting I. Setelah air surut, paginya ada laporan warga barongan bambu masuk sungai,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama TNI, Tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Lumajang, SDA DPUTR, BPBD, dan masyarakat langsung membersihkan aliran sungai. Mereka bergotong royong memotong batang bambu dengan beragam peralatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/