22.8 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Puluhan Warga Suspek Leptospirosis

Empat di Antaranya Dinyatakan Positif

Mobile_AP_Rectangle 1

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Puluhan warga di Lumajang teridentifikasi suspek penyakit leptospirosis. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira ini bisa tersebar melalui urine hewan yang terinfeksi. Paling banyak bisa ditularkan dari urine atau kencing tikus.

BACA JUGA : Demi Air di Mata Air Rejosari, Malam Hari Juga Banyak yang Antre

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang mencatat ada 25 warga yang terdeteksi penyakit leptospirosis hingga akhir pekan kemarin. Satu di antaranya merupakan warga Jember yang sempat dirawat di RSUD dr Haryoto Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Meski jumlahnya banyak, tetapi hanya empat warga yang dinyatakan positif. Keempatnya juga sudah dinyatakan sembuh dan sehat. Itu setelah kami lakukan pemeriksaan dan penanganan. Karena setiap ada warga yang sakit dan gejalanya mengarah ke leptospirosis, kami meminta agar faskes melaporkannya ke Dinkes,” ungkap Epidemiolog Kesehatan Dinkes P2KB Lumajang Askap Hariyanto.

Askap mengatakan, gejala yang biasanya ditimbulkan akibat terpapar penyakit leptospirosis beragam. Mulai dari demam tinggi, tubuh lemah, sakit kepala, hingga mata merah. “Lebih spesifik ada nyeri di otot betis. Ini yang membedakan dengan gejala penyakit lainnya,” katanya.

- Advertisement -

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Puluhan warga di Lumajang teridentifikasi suspek penyakit leptospirosis. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira ini bisa tersebar melalui urine hewan yang terinfeksi. Paling banyak bisa ditularkan dari urine atau kencing tikus.

BACA JUGA : Demi Air di Mata Air Rejosari, Malam Hari Juga Banyak yang Antre

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang mencatat ada 25 warga yang terdeteksi penyakit leptospirosis hingga akhir pekan kemarin. Satu di antaranya merupakan warga Jember yang sempat dirawat di RSUD dr Haryoto Lumajang.

“Meski jumlahnya banyak, tetapi hanya empat warga yang dinyatakan positif. Keempatnya juga sudah dinyatakan sembuh dan sehat. Itu setelah kami lakukan pemeriksaan dan penanganan. Karena setiap ada warga yang sakit dan gejalanya mengarah ke leptospirosis, kami meminta agar faskes melaporkannya ke Dinkes,” ungkap Epidemiolog Kesehatan Dinkes P2KB Lumajang Askap Hariyanto.

Askap mengatakan, gejala yang biasanya ditimbulkan akibat terpapar penyakit leptospirosis beragam. Mulai dari demam tinggi, tubuh lemah, sakit kepala, hingga mata merah. “Lebih spesifik ada nyeri di otot betis. Ini yang membedakan dengan gejala penyakit lainnya,” katanya.

ROGOTRUNAN, Radar Semeru – Puluhan warga di Lumajang teridentifikasi suspek penyakit leptospirosis. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira ini bisa tersebar melalui urine hewan yang terinfeksi. Paling banyak bisa ditularkan dari urine atau kencing tikus.

BACA JUGA : Demi Air di Mata Air Rejosari, Malam Hari Juga Banyak yang Antre

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang mencatat ada 25 warga yang terdeteksi penyakit leptospirosis hingga akhir pekan kemarin. Satu di antaranya merupakan warga Jember yang sempat dirawat di RSUD dr Haryoto Lumajang.

“Meski jumlahnya banyak, tetapi hanya empat warga yang dinyatakan positif. Keempatnya juga sudah dinyatakan sembuh dan sehat. Itu setelah kami lakukan pemeriksaan dan penanganan. Karena setiap ada warga yang sakit dan gejalanya mengarah ke leptospirosis, kami meminta agar faskes melaporkannya ke Dinkes,” ungkap Epidemiolog Kesehatan Dinkes P2KB Lumajang Askap Hariyanto.

Askap mengatakan, gejala yang biasanya ditimbulkan akibat terpapar penyakit leptospirosis beragam. Mulai dari demam tinggi, tubuh lemah, sakit kepala, hingga mata merah. “Lebih spesifik ada nyeri di otot betis. Ini yang membedakan dengan gejala penyakit lainnya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca