alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Hanya 7 Hotel yang Dapat Hibah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Suntikan dana dari pusat tak hanya diperuntukkan bagi pekerja dan pelaku UMKM. Industri hotel dan rumah makan juga kecipratan. Sayangnya, dari puluhan hotel yang diajukan, hanya beberapa saja yang mendapatkan kucuran dana tersebut. Padahal nilainya mencapai miliaran.

Setidaknya, ada 21 hotel dan rumah makan yang diajukan. Namun, hanya tujuh yang mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Perinciannya, empat hotel dan tiga rumah makan. Mereka bakal menerima sebesar Rp 1,7 miliar.

Kabid Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yudi Prasetiyo mengatakan, kriteria industri wisata yang menjadi penerima hibah ini adalah mereka yang patuh pajak dan patuh izin. Karena itu, ketika diajukan, ada beberapa saja yang lolos.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dana yang masuk kan Rp 1,7 miliar, mulanya diperuntukkan bagi sepuluh hotel yang menerima. Tapi setelah kami telusuri, ternyata ada tiga pelaku industri yang tidak taat bayar pajak dan patuh izin. Makanya ada tujuh, mereka akan menerima Rp 1,2 miliar, Rp 500 juta untuk sosialisasi,” katanya.

Bahkan, besaran penerima bantuan cuma-cuma ini sangat variatif. Bergantung pada jumlah pajak yang sudah dibayarkan tahun sebelumnya. Praktis, seperti hotel yang menyumbang pajak besar akan menerima bantuan lebih besar. Sedangkan hotel lain yang sebetulnya juga patuh bayar pajak, ada yang tidak kebagian.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Suntikan dana dari pusat tak hanya diperuntukkan bagi pekerja dan pelaku UMKM. Industri hotel dan rumah makan juga kecipratan. Sayangnya, dari puluhan hotel yang diajukan, hanya beberapa saja yang mendapatkan kucuran dana tersebut. Padahal nilainya mencapai miliaran.

Setidaknya, ada 21 hotel dan rumah makan yang diajukan. Namun, hanya tujuh yang mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Perinciannya, empat hotel dan tiga rumah makan. Mereka bakal menerima sebesar Rp 1,7 miliar.

Kabid Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yudi Prasetiyo mengatakan, kriteria industri wisata yang menjadi penerima hibah ini adalah mereka yang patuh pajak dan patuh izin. Karena itu, ketika diajukan, ada beberapa saja yang lolos.

“Dana yang masuk kan Rp 1,7 miliar, mulanya diperuntukkan bagi sepuluh hotel yang menerima. Tapi setelah kami telusuri, ternyata ada tiga pelaku industri yang tidak taat bayar pajak dan patuh izin. Makanya ada tujuh, mereka akan menerima Rp 1,2 miliar, Rp 500 juta untuk sosialisasi,” katanya.

Bahkan, besaran penerima bantuan cuma-cuma ini sangat variatif. Bergantung pada jumlah pajak yang sudah dibayarkan tahun sebelumnya. Praktis, seperti hotel yang menyumbang pajak besar akan menerima bantuan lebih besar. Sedangkan hotel lain yang sebetulnya juga patuh bayar pajak, ada yang tidak kebagian.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Suntikan dana dari pusat tak hanya diperuntukkan bagi pekerja dan pelaku UMKM. Industri hotel dan rumah makan juga kecipratan. Sayangnya, dari puluhan hotel yang diajukan, hanya beberapa saja yang mendapatkan kucuran dana tersebut. Padahal nilainya mencapai miliaran.

Setidaknya, ada 21 hotel dan rumah makan yang diajukan. Namun, hanya tujuh yang mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Perinciannya, empat hotel dan tiga rumah makan. Mereka bakal menerima sebesar Rp 1,7 miliar.

Kabid Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Yudi Prasetiyo mengatakan, kriteria industri wisata yang menjadi penerima hibah ini adalah mereka yang patuh pajak dan patuh izin. Karena itu, ketika diajukan, ada beberapa saja yang lolos.

“Dana yang masuk kan Rp 1,7 miliar, mulanya diperuntukkan bagi sepuluh hotel yang menerima. Tapi setelah kami telusuri, ternyata ada tiga pelaku industri yang tidak taat bayar pajak dan patuh izin. Makanya ada tujuh, mereka akan menerima Rp 1,2 miliar, Rp 500 juta untuk sosialisasi,” katanya.

Bahkan, besaran penerima bantuan cuma-cuma ini sangat variatif. Bergantung pada jumlah pajak yang sudah dibayarkan tahun sebelumnya. Praktis, seperti hotel yang menyumbang pajak besar akan menerima bantuan lebih besar. Sedangkan hotel lain yang sebetulnya juga patuh bayar pajak, ada yang tidak kebagian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/