23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Sapi Terlahir dengan Tiga Kaki

Mobile_AP_Rectangle 1

TEMPEH LOR, Radar Semeru – Jumali, warga Dusun Tulusrejo, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, dibuat terkejut, Kamis lalu (22/9). Sebagai lelaki yang sering merawat sapi, dia tidak menyangka bakal melihat kejadian unik dan berbeda. Sebab, Kamis siang itu, salah satu indukan sapi melahirkan sapi dengan kondisi tidak normal.

BACA JUGA : Usut Dugaan Peretasan terhadap Narasi TV Najwa Shihab oleh Internal Polri

Sapi itu terlahir dengan tiga kaki. Salah satu kaki bagian depan kiri dari anakan sapi jantan itu tidak ada. Sontak, hal itu menarik masyarakat sekitar untuk melihat. Mereka juga iba. Sebab, beberapa kali sapi itu terjatuh saat berjalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menceritakan, sejak empat tahun lalu, dia diminta tetangganya untuk merawat sapi indukan dengan sistem bagi hasil. Indukan sapi tersebut sudah melahirkan tujuh anakan sapi. Enam sapi lahir normal. “Baru ini ada sapi yang terlahir hanya tiga kaki,” ungkapnya.

Sebelum anakan sapi tersebut lahir, selama induk sapi bunting tidak ada hal yang aneh. Selera makan sapi indukan juga tidak menurun. Namun, saat membantu kelahiran itu dia kaget. Istri dan tetangganya juga kaget melihat sapi tak normal itu.

Meski demikian, Jumali menganggap keunikan pada anak sapi tersebut sebagai berkah. Oleh sebab itu, dia bersama istrinya bertekad merawat anakan sapi tersebut hingga dewasa. “Bakal kami rawat hingga besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang drh Rofiah menjelaskan, kondisi kelahiran sapi tidak normal memang jarang terjadi. Penyebabnya bisa banyak hal. Di antaranya kelainan genetik dari induk atau indukan mengalami gangguan embrio.

Selain itu, bisa jadi selama indukan sapi mengandung sering tidak mendapat sumber makanan yang mengandung nutrisi pakan ideal. Sehingga kebutuhan nutrisi dan zat protein ke sapi indukan tidak terpenuhi.

“Kalau indukan sapi saja sulit memenuhi nutrisinya sendiri, maka anakan sapi rentan lahir dalam kondisi tidak normal. Nah, pakan yang paling bagus untuk hewan jenis sapi itu rumput gajah. Baik diberikan dalam keadaan segar, dicampur konsentrat, atau ampas tahu juga bisa,” jelasnya.

Dia menambahkan, sapi seperti yang dirawat Jumali itu akan sulit beraktivitas. Sebab, jumlah kaki yang tidak sempurna bisa menyebabkan sapi sulit bertahan. Terutama dari sisi berat badan idealnya. “Sapi tidak bisa terlalu gemuk. Karena, jika kelebihan berat badan akan sulit untuk bertahan,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

- Advertisement -

TEMPEH LOR, Radar Semeru – Jumali, warga Dusun Tulusrejo, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, dibuat terkejut, Kamis lalu (22/9). Sebagai lelaki yang sering merawat sapi, dia tidak menyangka bakal melihat kejadian unik dan berbeda. Sebab, Kamis siang itu, salah satu indukan sapi melahirkan sapi dengan kondisi tidak normal.

BACA JUGA : Usut Dugaan Peretasan terhadap Narasi TV Najwa Shihab oleh Internal Polri

Sapi itu terlahir dengan tiga kaki. Salah satu kaki bagian depan kiri dari anakan sapi jantan itu tidak ada. Sontak, hal itu menarik masyarakat sekitar untuk melihat. Mereka juga iba. Sebab, beberapa kali sapi itu terjatuh saat berjalan.

Dia menceritakan, sejak empat tahun lalu, dia diminta tetangganya untuk merawat sapi indukan dengan sistem bagi hasil. Indukan sapi tersebut sudah melahirkan tujuh anakan sapi. Enam sapi lahir normal. “Baru ini ada sapi yang terlahir hanya tiga kaki,” ungkapnya.

Sebelum anakan sapi tersebut lahir, selama induk sapi bunting tidak ada hal yang aneh. Selera makan sapi indukan juga tidak menurun. Namun, saat membantu kelahiran itu dia kaget. Istri dan tetangganya juga kaget melihat sapi tak normal itu.

Meski demikian, Jumali menganggap keunikan pada anak sapi tersebut sebagai berkah. Oleh sebab itu, dia bersama istrinya bertekad merawat anakan sapi tersebut hingga dewasa. “Bakal kami rawat hingga besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang drh Rofiah menjelaskan, kondisi kelahiran sapi tidak normal memang jarang terjadi. Penyebabnya bisa banyak hal. Di antaranya kelainan genetik dari induk atau indukan mengalami gangguan embrio.

Selain itu, bisa jadi selama indukan sapi mengandung sering tidak mendapat sumber makanan yang mengandung nutrisi pakan ideal. Sehingga kebutuhan nutrisi dan zat protein ke sapi indukan tidak terpenuhi.

“Kalau indukan sapi saja sulit memenuhi nutrisinya sendiri, maka anakan sapi rentan lahir dalam kondisi tidak normal. Nah, pakan yang paling bagus untuk hewan jenis sapi itu rumput gajah. Baik diberikan dalam keadaan segar, dicampur konsentrat, atau ampas tahu juga bisa,” jelasnya.

Dia menambahkan, sapi seperti yang dirawat Jumali itu akan sulit beraktivitas. Sebab, jumlah kaki yang tidak sempurna bisa menyebabkan sapi sulit bertahan. Terutama dari sisi berat badan idealnya. “Sapi tidak bisa terlalu gemuk. Karena, jika kelebihan berat badan akan sulit untuk bertahan,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

TEMPEH LOR, Radar Semeru – Jumali, warga Dusun Tulusrejo, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, dibuat terkejut, Kamis lalu (22/9). Sebagai lelaki yang sering merawat sapi, dia tidak menyangka bakal melihat kejadian unik dan berbeda. Sebab, Kamis siang itu, salah satu indukan sapi melahirkan sapi dengan kondisi tidak normal.

BACA JUGA : Usut Dugaan Peretasan terhadap Narasi TV Najwa Shihab oleh Internal Polri

Sapi itu terlahir dengan tiga kaki. Salah satu kaki bagian depan kiri dari anakan sapi jantan itu tidak ada. Sontak, hal itu menarik masyarakat sekitar untuk melihat. Mereka juga iba. Sebab, beberapa kali sapi itu terjatuh saat berjalan.

Dia menceritakan, sejak empat tahun lalu, dia diminta tetangganya untuk merawat sapi indukan dengan sistem bagi hasil. Indukan sapi tersebut sudah melahirkan tujuh anakan sapi. Enam sapi lahir normal. “Baru ini ada sapi yang terlahir hanya tiga kaki,” ungkapnya.

Sebelum anakan sapi tersebut lahir, selama induk sapi bunting tidak ada hal yang aneh. Selera makan sapi indukan juga tidak menurun. Namun, saat membantu kelahiran itu dia kaget. Istri dan tetangganya juga kaget melihat sapi tak normal itu.

Meski demikian, Jumali menganggap keunikan pada anak sapi tersebut sebagai berkah. Oleh sebab itu, dia bersama istrinya bertekad merawat anakan sapi tersebut hingga dewasa. “Bakal kami rawat hingga besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang drh Rofiah menjelaskan, kondisi kelahiran sapi tidak normal memang jarang terjadi. Penyebabnya bisa banyak hal. Di antaranya kelainan genetik dari induk atau indukan mengalami gangguan embrio.

Selain itu, bisa jadi selama indukan sapi mengandung sering tidak mendapat sumber makanan yang mengandung nutrisi pakan ideal. Sehingga kebutuhan nutrisi dan zat protein ke sapi indukan tidak terpenuhi.

“Kalau indukan sapi saja sulit memenuhi nutrisinya sendiri, maka anakan sapi rentan lahir dalam kondisi tidak normal. Nah, pakan yang paling bagus untuk hewan jenis sapi itu rumput gajah. Baik diberikan dalam keadaan segar, dicampur konsentrat, atau ampas tahu juga bisa,” jelasnya.

Dia menambahkan, sapi seperti yang dirawat Jumali itu akan sulit beraktivitas. Sebab, jumlah kaki yang tidak sempurna bisa menyebabkan sapi sulit bertahan. Terutama dari sisi berat badan idealnya. “Sapi tidak bisa terlalu gemuk. Karena, jika kelebihan berat badan akan sulit untuk bertahan,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca