alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Terlambat Pendataan, Satu MA di Kecamatan Pasirian Tak Ikut ANBK

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Secara serentak, semua sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) mulai melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), pekan ini. Masing-masing sekolah berbeda dalam pelaksanaan ANBK. Ada yang dimulai kemarin dan hari ini. Ada pula yang gelombang kedua, dua hari besok.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada 30 SMA mengikuti ANBK. Perinciannya, 12 SMA negeri, sisanya swasta. Sementara, pada jenjang MA, ada 69 MA mengikuti ANBK. Enam MA menyelenggarakan dengan sistem menumpang sekaligus gelombang kedua. Sedangkan satu MA di Kecamatan Pasirian tidak dapat mengikuti ANBK.

“Memang satu MA ini tidak menyelesaikan administrasi data sesuai waktunya. Artinya, mereka telat input data. Sehingga nomor yang didapat juga terlambat dari pusat. Jadi, siswa kelas sebelas MA tersebut tidak dapat mengikuti ANBK,” ungkap Arif Mustofa, koordinator teknis ANBK Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Secara otomatis, kata Arif, sekolah tersebut tidak dapat mengikuti ANBK tahun ini. Dia melanjutkan, tidak ada informasi ANBK susulan. Karena itu, pihaknya menunggu informasi kelanjutan sekolah tersebut.

Arif menjelaskan, adanya ANBK kurang direspons oleh satuan pendidikan. Karenanya, pelaksanaan ANBK masih ditemukan kendala. Apalagi hal tersebut tidak menjadi syarat kelulusan, sehingga sekolah tidak mempersiapkannya dengan matang. “(Sekolah, Red) kurang respect. Makanya, ada sekolah yang melaksanakan bukan mandiri atau menumpang. Maksudnya, mereka memiliki sarana prasarana, tetapi tidak ada server-nya,” jelasnya.

Tak hanya itu, jumlah siswanya tidak selalu sama. Ada yang memenuhi pagu 45 siswa dan lima cadangan. Ada juga siswa yang kurang dari itu. Bahkan, jumlah paling sedikit adalah empat siswa. “Kalau jumlah siswanya ada 45 atau lebih, maka yang ikut 45 siswa. Jika masih ada sisanya, maka lima siswa menjadi cadangan. Nah, kalau jumlah siswa kurang dari 45, maka semuanya diikutkan,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Secara serentak, semua sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) mulai melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), pekan ini. Masing-masing sekolah berbeda dalam pelaksanaan ANBK. Ada yang dimulai kemarin dan hari ini. Ada pula yang gelombang kedua, dua hari besok.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada 30 SMA mengikuti ANBK. Perinciannya, 12 SMA negeri, sisanya swasta. Sementara, pada jenjang MA, ada 69 MA mengikuti ANBK. Enam MA menyelenggarakan dengan sistem menumpang sekaligus gelombang kedua. Sedangkan satu MA di Kecamatan Pasirian tidak dapat mengikuti ANBK.

“Memang satu MA ini tidak menyelesaikan administrasi data sesuai waktunya. Artinya, mereka telat input data. Sehingga nomor yang didapat juga terlambat dari pusat. Jadi, siswa kelas sebelas MA tersebut tidak dapat mengikuti ANBK,” ungkap Arif Mustofa, koordinator teknis ANBK Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang.

Secara otomatis, kata Arif, sekolah tersebut tidak dapat mengikuti ANBK tahun ini. Dia melanjutkan, tidak ada informasi ANBK susulan. Karena itu, pihaknya menunggu informasi kelanjutan sekolah tersebut.

Arif menjelaskan, adanya ANBK kurang direspons oleh satuan pendidikan. Karenanya, pelaksanaan ANBK masih ditemukan kendala. Apalagi hal tersebut tidak menjadi syarat kelulusan, sehingga sekolah tidak mempersiapkannya dengan matang. “(Sekolah, Red) kurang respect. Makanya, ada sekolah yang melaksanakan bukan mandiri atau menumpang. Maksudnya, mereka memiliki sarana prasarana, tetapi tidak ada server-nya,” jelasnya.

Tak hanya itu, jumlah siswanya tidak selalu sama. Ada yang memenuhi pagu 45 siswa dan lima cadangan. Ada juga siswa yang kurang dari itu. Bahkan, jumlah paling sedikit adalah empat siswa. “Kalau jumlah siswanya ada 45 atau lebih, maka yang ikut 45 siswa. Jika masih ada sisanya, maka lima siswa menjadi cadangan. Nah, kalau jumlah siswa kurang dari 45, maka semuanya diikutkan,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Secara serentak, semua sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) mulai melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), pekan ini. Masing-masing sekolah berbeda dalam pelaksanaan ANBK. Ada yang dimulai kemarin dan hari ini. Ada pula yang gelombang kedua, dua hari besok.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, ada 30 SMA mengikuti ANBK. Perinciannya, 12 SMA negeri, sisanya swasta. Sementara, pada jenjang MA, ada 69 MA mengikuti ANBK. Enam MA menyelenggarakan dengan sistem menumpang sekaligus gelombang kedua. Sedangkan satu MA di Kecamatan Pasirian tidak dapat mengikuti ANBK.

“Memang satu MA ini tidak menyelesaikan administrasi data sesuai waktunya. Artinya, mereka telat input data. Sehingga nomor yang didapat juga terlambat dari pusat. Jadi, siswa kelas sebelas MA tersebut tidak dapat mengikuti ANBK,” ungkap Arif Mustofa, koordinator teknis ANBK Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang.

Secara otomatis, kata Arif, sekolah tersebut tidak dapat mengikuti ANBK tahun ini. Dia melanjutkan, tidak ada informasi ANBK susulan. Karena itu, pihaknya menunggu informasi kelanjutan sekolah tersebut.

Arif menjelaskan, adanya ANBK kurang direspons oleh satuan pendidikan. Karenanya, pelaksanaan ANBK masih ditemukan kendala. Apalagi hal tersebut tidak menjadi syarat kelulusan, sehingga sekolah tidak mempersiapkannya dengan matang. “(Sekolah, Red) kurang respect. Makanya, ada sekolah yang melaksanakan bukan mandiri atau menumpang. Maksudnya, mereka memiliki sarana prasarana, tetapi tidak ada server-nya,” jelasnya.

Tak hanya itu, jumlah siswanya tidak selalu sama. Ada yang memenuhi pagu 45 siswa dan lima cadangan. Ada juga siswa yang kurang dari itu. Bahkan, jumlah paling sedikit adalah empat siswa. “Kalau jumlah siswanya ada 45 atau lebih, maka yang ikut 45 siswa. Jika masih ada sisanya, maka lima siswa menjadi cadangan. Nah, kalau jumlah siswa kurang dari 45, maka semuanya diikutkan,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/