alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kuatkan Ekonomi Desa, Gencar Promosi Tempe Wedok

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG.RADARJEMBER.ID – Desa Labruk Kidul, Sumbersuko, Lumajang, dikenal memiliki produksi tempe yang unik. Namanya tempe wedok. Produksi tempe ini mampu menopang ekonomi warga desa. Hanya saja pemasaran tempe wedok belum maksimal karena sebagian besar masih berada di desa tersebut.

Ketua Karang Taruna (Karta) Bhakti Yudha Pertiwi Desa Labruk Kidul, yang tergabung dalam Heppiii Community Lumajang mengatakan, potensi ekonomi dari tempe wedok cukup tinggi. Karena itu Karta Heppiii Community ini mulai gencar mempromosikan ke berbagai pihak, termasuk ke media sosial. Seperti Facebook dan Instagram agar pasarnya makin luas.

Selama ini promosi yang dilakukan di media sosial cukup efektif. Terbukti ada pesanan dari luar Lumajang, seperti Surabaya bahkan Sulawesi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lalu apa sebenarnya tempe wedok itu? “Jadi tempe wedok ini bungkusnya dari pelepah pisang. Cara bungkusnya itu seperti seorang perempuan memakai jarik. Setelah itu, diikat menggunakan tali dari pelepah pisang. Ibaratnya seperti perempuan memakai jarik dan diikat pakai udet (selendang). Itulah kenapa namanya tempe wedok, atau perempuan,” kata Wachyudi Rosad, Ketua Karta Bhakti Yudha Pertiwi Desa Labruk Kidul, Sumbersuko, Lumajang, akhir pekan ini.

Keunggulan tempe wedok, selain memakai bungkus pelepah pisang, bahan yang digunakan murni kedelai tanpa ada campuran apapun. Tempe wedok juga tidak menggunakan plastik dan 100 persen menggunakan bahan alam.

Upaya untuk mengenalkan tempe wedok ini bukan tanpa kendala. Saat ini jumlah perajin tempe tersebut hanya menyisakan dua orang dengan usia memasuki fase senja.

- Advertisement -

LUMAJANG.RADARJEMBER.ID – Desa Labruk Kidul, Sumbersuko, Lumajang, dikenal memiliki produksi tempe yang unik. Namanya tempe wedok. Produksi tempe ini mampu menopang ekonomi warga desa. Hanya saja pemasaran tempe wedok belum maksimal karena sebagian besar masih berada di desa tersebut.

Ketua Karang Taruna (Karta) Bhakti Yudha Pertiwi Desa Labruk Kidul, yang tergabung dalam Heppiii Community Lumajang mengatakan, potensi ekonomi dari tempe wedok cukup tinggi. Karena itu Karta Heppiii Community ini mulai gencar mempromosikan ke berbagai pihak, termasuk ke media sosial. Seperti Facebook dan Instagram agar pasarnya makin luas.

Selama ini promosi yang dilakukan di media sosial cukup efektif. Terbukti ada pesanan dari luar Lumajang, seperti Surabaya bahkan Sulawesi.

Lalu apa sebenarnya tempe wedok itu? “Jadi tempe wedok ini bungkusnya dari pelepah pisang. Cara bungkusnya itu seperti seorang perempuan memakai jarik. Setelah itu, diikat menggunakan tali dari pelepah pisang. Ibaratnya seperti perempuan memakai jarik dan diikat pakai udet (selendang). Itulah kenapa namanya tempe wedok, atau perempuan,” kata Wachyudi Rosad, Ketua Karta Bhakti Yudha Pertiwi Desa Labruk Kidul, Sumbersuko, Lumajang, akhir pekan ini.

Keunggulan tempe wedok, selain memakai bungkus pelepah pisang, bahan yang digunakan murni kedelai tanpa ada campuran apapun. Tempe wedok juga tidak menggunakan plastik dan 100 persen menggunakan bahan alam.

Upaya untuk mengenalkan tempe wedok ini bukan tanpa kendala. Saat ini jumlah perajin tempe tersebut hanya menyisakan dua orang dengan usia memasuki fase senja.

LUMAJANG.RADARJEMBER.ID – Desa Labruk Kidul, Sumbersuko, Lumajang, dikenal memiliki produksi tempe yang unik. Namanya tempe wedok. Produksi tempe ini mampu menopang ekonomi warga desa. Hanya saja pemasaran tempe wedok belum maksimal karena sebagian besar masih berada di desa tersebut.

Ketua Karang Taruna (Karta) Bhakti Yudha Pertiwi Desa Labruk Kidul, yang tergabung dalam Heppiii Community Lumajang mengatakan, potensi ekonomi dari tempe wedok cukup tinggi. Karena itu Karta Heppiii Community ini mulai gencar mempromosikan ke berbagai pihak, termasuk ke media sosial. Seperti Facebook dan Instagram agar pasarnya makin luas.

Selama ini promosi yang dilakukan di media sosial cukup efektif. Terbukti ada pesanan dari luar Lumajang, seperti Surabaya bahkan Sulawesi.

Lalu apa sebenarnya tempe wedok itu? “Jadi tempe wedok ini bungkusnya dari pelepah pisang. Cara bungkusnya itu seperti seorang perempuan memakai jarik. Setelah itu, diikat menggunakan tali dari pelepah pisang. Ibaratnya seperti perempuan memakai jarik dan diikat pakai udet (selendang). Itulah kenapa namanya tempe wedok, atau perempuan,” kata Wachyudi Rosad, Ketua Karta Bhakti Yudha Pertiwi Desa Labruk Kidul, Sumbersuko, Lumajang, akhir pekan ini.

Keunggulan tempe wedok, selain memakai bungkus pelepah pisang, bahan yang digunakan murni kedelai tanpa ada campuran apapun. Tempe wedok juga tidak menggunakan plastik dan 100 persen menggunakan bahan alam.

Upaya untuk mengenalkan tempe wedok ini bukan tanpa kendala. Saat ini jumlah perajin tempe tersebut hanya menyisakan dua orang dengan usia memasuki fase senja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/