alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Sehari Hasilkan Dua Truk Limbah

Penarikan Retribusi Sampah Makin Dimatangkan

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Potensi timbulan sampah di Lumajang terus mengalami peningkatan. Termasuk di seluruh pasar yang ada di Lumajang. Bahkan, setiap hari sampah di Pasar Baru, Kelurahan Tompokersan, bisa tembus dua truk. Dalam sehari petugas pengangkut sampah keliling sampai delapan kali.

“Pagi, siang, malam. Tidak berhenti. Karena pasar selalu ramai. Kalau pagi sampah yang dihasilkan berupa limbah sayur-sayuran. Kemudian, siangnya nanti ganti lagi sampah hasil daging, kemudian malamnya itu pasti seluruh bedak banyak sampah,” kata Sabar, salah satu petugas yang mengambil sampah di Pasar Baru.

Banyaknya sampah tersebut tentu membuat Pemkab Lumajang memutar otak. Rencananya, dalam waktu dekat perda mengenai pelayanan persampahan bakal diterapkan. Praktis, pedagang yang berjualan di dalam pasar bakal ditarik retribusi dua kali. Sebab, selain retribusi perdagangan, mereka juga dipungut retribusi persampahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Hertutik mengatakan, setelah perda mengenai pelayanan persampahan dibahas akhir tahun lalu, kini pelaksanaannya perlahan makin dimatangkan. Sebab, diakui, potensi timbulan sampah di pasar terus mengalami peningkatan, sehingga keberadaannya perlu diatur.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Potensi timbulan sampah di Lumajang terus mengalami peningkatan. Termasuk di seluruh pasar yang ada di Lumajang. Bahkan, setiap hari sampah di Pasar Baru, Kelurahan Tompokersan, bisa tembus dua truk. Dalam sehari petugas pengangkut sampah keliling sampai delapan kali.

“Pagi, siang, malam. Tidak berhenti. Karena pasar selalu ramai. Kalau pagi sampah yang dihasilkan berupa limbah sayur-sayuran. Kemudian, siangnya nanti ganti lagi sampah hasil daging, kemudian malamnya itu pasti seluruh bedak banyak sampah,” kata Sabar, salah satu petugas yang mengambil sampah di Pasar Baru.

Banyaknya sampah tersebut tentu membuat Pemkab Lumajang memutar otak. Rencananya, dalam waktu dekat perda mengenai pelayanan persampahan bakal diterapkan. Praktis, pedagang yang berjualan di dalam pasar bakal ditarik retribusi dua kali. Sebab, selain retribusi perdagangan, mereka juga dipungut retribusi persampahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Hertutik mengatakan, setelah perda mengenai pelayanan persampahan dibahas akhir tahun lalu, kini pelaksanaannya perlahan makin dimatangkan. Sebab, diakui, potensi timbulan sampah di pasar terus mengalami peningkatan, sehingga keberadaannya perlu diatur.

TOMPOKERSAN, Radar Semeru – Potensi timbulan sampah di Lumajang terus mengalami peningkatan. Termasuk di seluruh pasar yang ada di Lumajang. Bahkan, setiap hari sampah di Pasar Baru, Kelurahan Tompokersan, bisa tembus dua truk. Dalam sehari petugas pengangkut sampah keliling sampai delapan kali.

“Pagi, siang, malam. Tidak berhenti. Karena pasar selalu ramai. Kalau pagi sampah yang dihasilkan berupa limbah sayur-sayuran. Kemudian, siangnya nanti ganti lagi sampah hasil daging, kemudian malamnya itu pasti seluruh bedak banyak sampah,” kata Sabar, salah satu petugas yang mengambil sampah di Pasar Baru.

Banyaknya sampah tersebut tentu membuat Pemkab Lumajang memutar otak. Rencananya, dalam waktu dekat perda mengenai pelayanan persampahan bakal diterapkan. Praktis, pedagang yang berjualan di dalam pasar bakal ditarik retribusi dua kali. Sebab, selain retribusi perdagangan, mereka juga dipungut retribusi persampahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Hertutik mengatakan, setelah perda mengenai pelayanan persampahan dibahas akhir tahun lalu, kini pelaksanaannya perlahan makin dimatangkan. Sebab, diakui, potensi timbulan sampah di pasar terus mengalami peningkatan, sehingga keberadaannya perlu diatur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/