alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Kawasan Ranupane Diselimuti Es

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pergantian musim hujan menuju musim kemarau membuat suhu udara semakin tidak menentu. Paling terasa di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, beberapa hari ini. Suhu udara di sana kemarin menurun drastis sehingga sangat dingin. Sampai-sampai embun di kawasan itu berubah menjadi es.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, suhu udara di desa tersebut sekitar 5 sampai 0 derajat Celsius. Karena itu, embun pagi yang menutupi tanaman di sekitar danau membeku. Bahkan, sejak pagi hari, sepanjang pandangan mata bakal melihat rerumputan yang ditutupi es.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kejadian unik ini dikenal sebagai fenomena frost. Setiap tahun kemungkinan besar pasti terjadi. Bahkan, dalam setahun ini fenomena itu telah terjadi dua kali. Pertama di bulan April hingga bulan Mei, dan kedua di akhir bulan Juli ini. Namun, di kejadian kedua ini suhunya tidak sampai minus seperti sebelumnya.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, biasanya ketika suhu udara pada siang hari terasa sangat panas dan pada waktu malam hari udara terasa sangat dingin. Keesokan harinya, fenomena frost bakal terjadi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pergantian musim hujan menuju musim kemarau membuat suhu udara semakin tidak menentu. Paling terasa di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, beberapa hari ini. Suhu udara di sana kemarin menurun drastis sehingga sangat dingin. Sampai-sampai embun di kawasan itu berubah menjadi es.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, suhu udara di desa tersebut sekitar 5 sampai 0 derajat Celsius. Karena itu, embun pagi yang menutupi tanaman di sekitar danau membeku. Bahkan, sejak pagi hari, sepanjang pandangan mata bakal melihat rerumputan yang ditutupi es.

Kejadian unik ini dikenal sebagai fenomena frost. Setiap tahun kemungkinan besar pasti terjadi. Bahkan, dalam setahun ini fenomena itu telah terjadi dua kali. Pertama di bulan April hingga bulan Mei, dan kedua di akhir bulan Juli ini. Namun, di kejadian kedua ini suhunya tidak sampai minus seperti sebelumnya.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, biasanya ketika suhu udara pada siang hari terasa sangat panas dan pada waktu malam hari udara terasa sangat dingin. Keesokan harinya, fenomena frost bakal terjadi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pergantian musim hujan menuju musim kemarau membuat suhu udara semakin tidak menentu. Paling terasa di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, beberapa hari ini. Suhu udara di sana kemarin menurun drastis sehingga sangat dingin. Sampai-sampai embun di kawasan itu berubah menjadi es.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, suhu udara di desa tersebut sekitar 5 sampai 0 derajat Celsius. Karena itu, embun pagi yang menutupi tanaman di sekitar danau membeku. Bahkan, sejak pagi hari, sepanjang pandangan mata bakal melihat rerumputan yang ditutupi es.

Kejadian unik ini dikenal sebagai fenomena frost. Setiap tahun kemungkinan besar pasti terjadi. Bahkan, dalam setahun ini fenomena itu telah terjadi dua kali. Pertama di bulan April hingga bulan Mei, dan kedua di akhir bulan Juli ini. Namun, di kejadian kedua ini suhunya tidak sampai minus seperti sebelumnya.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, biasanya ketika suhu udara pada siang hari terasa sangat panas dan pada waktu malam hari udara terasa sangat dingin. Keesokan harinya, fenomena frost bakal terjadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/