alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Diminta Oknum Satpol PP Lumajang Lakukan Permohonan Maaf Terbuka

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan kekerasan yang menimpa dua remaja, yang salah satunya kader Ansor Kecamatan Sukodono, terus bergulir. Kali ini, kedua orang tua korban tersebut meminta oknum Satpol PP Lumajang segera melakukan permohonan maaf secara terbuka. Sebab, perlakuannya dinilai tak pantas dilakukan.

Sobar Iman Lutfi, orang tua Robith Malkan Abdul Aziz, mengatakan, kejadian pemukulan terhadap putranya itu diketahui pada Minggu (25/07) malam. Tepatnya keesokan harinya setelah aksi pemukulan terjadi. Seketika itu, pihaknya mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum yang tidak mengenakkan tersebut.

“Saya berharap ini ada mediasi yang baik dengan satpol PP. Kami meminta mereka untuk segera melakukan permohonan maaf secara terbuka. Selain itu, kami juga meminta oknum petugas yang terlibat mendapat sanksi yang tegas. Supaya kejadian itu tidak terulang pada remaja-remaja lainnya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gus Sobar, sapaannya, menambahkan, perilaku anaknya yang sempat mengumpat rombongan petugas memang kurang tepat. Namun, anaknya bersedia mengucapkan permohonan maaf dan mengaku khilaf. Tetapi, ucapan permohonan maaf itu bukannya dapat sambutan baik, justru dapat perlakuan berupa pemukulan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lumajang Anton Sujatmiko mengatakan, saat ini dirinya masih melakukan koordinasi dengan banyak pihak. Baik itu orang tua korban maupun pihak-pihak yang lain. Sebab, perkara itu melibatkan salah satu kader Ansor Kecamatan Sukodono.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan kekerasan yang menimpa dua remaja, yang salah satunya kader Ansor Kecamatan Sukodono, terus bergulir. Kali ini, kedua orang tua korban tersebut meminta oknum Satpol PP Lumajang segera melakukan permohonan maaf secara terbuka. Sebab, perlakuannya dinilai tak pantas dilakukan.

Sobar Iman Lutfi, orang tua Robith Malkan Abdul Aziz, mengatakan, kejadian pemukulan terhadap putranya itu diketahui pada Minggu (25/07) malam. Tepatnya keesokan harinya setelah aksi pemukulan terjadi. Seketika itu, pihaknya mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum yang tidak mengenakkan tersebut.

“Saya berharap ini ada mediasi yang baik dengan satpol PP. Kami meminta mereka untuk segera melakukan permohonan maaf secara terbuka. Selain itu, kami juga meminta oknum petugas yang terlibat mendapat sanksi yang tegas. Supaya kejadian itu tidak terulang pada remaja-remaja lainnya,” katanya.

Gus Sobar, sapaannya, menambahkan, perilaku anaknya yang sempat mengumpat rombongan petugas memang kurang tepat. Namun, anaknya bersedia mengucapkan permohonan maaf dan mengaku khilaf. Tetapi, ucapan permohonan maaf itu bukannya dapat sambutan baik, justru dapat perlakuan berupa pemukulan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lumajang Anton Sujatmiko mengatakan, saat ini dirinya masih melakukan koordinasi dengan banyak pihak. Baik itu orang tua korban maupun pihak-pihak yang lain. Sebab, perkara itu melibatkan salah satu kader Ansor Kecamatan Sukodono.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan kekerasan yang menimpa dua remaja, yang salah satunya kader Ansor Kecamatan Sukodono, terus bergulir. Kali ini, kedua orang tua korban tersebut meminta oknum Satpol PP Lumajang segera melakukan permohonan maaf secara terbuka. Sebab, perlakuannya dinilai tak pantas dilakukan.

Sobar Iman Lutfi, orang tua Robith Malkan Abdul Aziz, mengatakan, kejadian pemukulan terhadap putranya itu diketahui pada Minggu (25/07) malam. Tepatnya keesokan harinya setelah aksi pemukulan terjadi. Seketika itu, pihaknya mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum yang tidak mengenakkan tersebut.

“Saya berharap ini ada mediasi yang baik dengan satpol PP. Kami meminta mereka untuk segera melakukan permohonan maaf secara terbuka. Selain itu, kami juga meminta oknum petugas yang terlibat mendapat sanksi yang tegas. Supaya kejadian itu tidak terulang pada remaja-remaja lainnya,” katanya.

Gus Sobar, sapaannya, menambahkan, perilaku anaknya yang sempat mengumpat rombongan petugas memang kurang tepat. Namun, anaknya bersedia mengucapkan permohonan maaf dan mengaku khilaf. Tetapi, ucapan permohonan maaf itu bukannya dapat sambutan baik, justru dapat perlakuan berupa pemukulan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lumajang Anton Sujatmiko mengatakan, saat ini dirinya masih melakukan koordinasi dengan banyak pihak. Baik itu orang tua korban maupun pihak-pihak yang lain. Sebab, perkara itu melibatkan salah satu kader Ansor Kecamatan Sukodono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/