alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Dewan Sarankan Dirikan Tempat Isoter

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus aktif orang yang terpapar virus korona serta banyaknya pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) direspons DPRD Lumajang. Jajaran legislatif ini menyarankan Pemkab Lumajang untuk segera mendirikan tempat isolasi tersentral atau isoter.

Hal itu karena saat ini klaster keluarga dianggap menjadi penyebab ledakan penularan tak terkontrol. Isoter tersebut bisa didirikan di tingkat kabupaten, setiap kecamatan, atau masing-masing desa. Warga yang isoman itu bisa dikumpulkan untuk mendapat perawatan maupun pemantauan secara intensif.

Wakil Ketua III DPRD Lumajang H Akhmat mengatakan, sampai hari ini kurang lebih ada seribu lima ratus orang yang terpapar. Sebagian besar menjalani isolasi di rumah masing-masing. Karenanya, orang-orang itu berpotensi menularkan ke keluarga lainnya. Sebab, pemantauan maupun pengawasannya cukup minim.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau isoter, semua bisa terpantau. Jadi, nanti kalau di tengah-tengah masa isolasi ada orang yang membutuhkan perawatan khusus bisa terdeteksi. Mereka bisa mendapat perawatan petugas yang ada di puskesmas masing-masing. Bahkan, misalkan parah dan butuh rujukan ke rumah sakit, bisa segera tertangani,” jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, kriteria level situasi asesmen pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Lumajang yang sebelumnya berada di level 3, kini berubah menjadi level 4. oleh karenanya, pengendalian korona di Lumajang perlu ditingkatkan untuk menekan penularan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus aktif orang yang terpapar virus korona serta banyaknya pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) direspons DPRD Lumajang. Jajaran legislatif ini menyarankan Pemkab Lumajang untuk segera mendirikan tempat isolasi tersentral atau isoter.

Hal itu karena saat ini klaster keluarga dianggap menjadi penyebab ledakan penularan tak terkontrol. Isoter tersebut bisa didirikan di tingkat kabupaten, setiap kecamatan, atau masing-masing desa. Warga yang isoman itu bisa dikumpulkan untuk mendapat perawatan maupun pemantauan secara intensif.

Wakil Ketua III DPRD Lumajang H Akhmat mengatakan, sampai hari ini kurang lebih ada seribu lima ratus orang yang terpapar. Sebagian besar menjalani isolasi di rumah masing-masing. Karenanya, orang-orang itu berpotensi menularkan ke keluarga lainnya. Sebab, pemantauan maupun pengawasannya cukup minim.

“Kalau isoter, semua bisa terpantau. Jadi, nanti kalau di tengah-tengah masa isolasi ada orang yang membutuhkan perawatan khusus bisa terdeteksi. Mereka bisa mendapat perawatan petugas yang ada di puskesmas masing-masing. Bahkan, misalkan parah dan butuh rujukan ke rumah sakit, bisa segera tertangani,” jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, kriteria level situasi asesmen pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Lumajang yang sebelumnya berada di level 3, kini berubah menjadi level 4. oleh karenanya, pengendalian korona di Lumajang perlu ditingkatkan untuk menekan penularan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus aktif orang yang terpapar virus korona serta banyaknya pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) direspons DPRD Lumajang. Jajaran legislatif ini menyarankan Pemkab Lumajang untuk segera mendirikan tempat isolasi tersentral atau isoter.

Hal itu karena saat ini klaster keluarga dianggap menjadi penyebab ledakan penularan tak terkontrol. Isoter tersebut bisa didirikan di tingkat kabupaten, setiap kecamatan, atau masing-masing desa. Warga yang isoman itu bisa dikumpulkan untuk mendapat perawatan maupun pemantauan secara intensif.

Wakil Ketua III DPRD Lumajang H Akhmat mengatakan, sampai hari ini kurang lebih ada seribu lima ratus orang yang terpapar. Sebagian besar menjalani isolasi di rumah masing-masing. Karenanya, orang-orang itu berpotensi menularkan ke keluarga lainnya. Sebab, pemantauan maupun pengawasannya cukup minim.

“Kalau isoter, semua bisa terpantau. Jadi, nanti kalau di tengah-tengah masa isolasi ada orang yang membutuhkan perawatan khusus bisa terdeteksi. Mereka bisa mendapat perawatan petugas yang ada di puskesmas masing-masing. Bahkan, misalkan parah dan butuh rujukan ke rumah sakit, bisa segera tertangani,” jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, kriteria level situasi asesmen pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Lumajang yang sebelumnya berada di level 3, kini berubah menjadi level 4. oleh karenanya, pengendalian korona di Lumajang perlu ditingkatkan untuk menekan penularan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/