alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Pascaeksekusi, Ketegangan Pemilik Lahan dan SMK di Lumajang Masih Terjadi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sengketa lahan dan bangunan SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Lumajang sepertinya belum berakhir. Meski pemohon eksekusi dan pemilik lahan Teguh Budi D memenangkan gugatan dan melakukan eksekusi kemarin, polemik ini bisa terus bergulir. Sebab, pemilik lahan akan melakukan upaya lain atas sejumlah temuan saat eksekusi lahan.

Proses eksekusi dimulai pada pukul 09.00. Kapolres Lumajang, panitera dan jurusita Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, Muspika Sukodono dan pemilik lahan ditemani kuasa hukumnya mengikuti eksekusi. Sementara termohon dari SMK WYSN tidak hadir.

Awalnya, eksekusi dilaksanakan pada Desember tahun lalu. Namun, kesepakatan kedua pihak, penundaan eksekusi dilakukan kemarin (27/6). Sebab pemohon memberikan tenggat waktu kepada termohon untuk memindahkan barang-barang milik WYSN.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Lahan SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Jadi Sengketa

Jurusita PN Lumajang Atok Rohman mengungkapkan, sebelum melakukan eksekusi, pihaknya menginventarisasi lahan dan bangunan beserta sejumlah barang milik pemohon. Hasilnya, petugas menemukan ada beberapa barang rusak dan tidak berada di tempat.

“Kami melihat langsung banyak ditemukan barang rusak dan dibawa termohon. Hasil ini akan kami tuangkan dalam berita acara. Namun, kami menyatakan eksekusi sudah selesai. Lahan dan bangunan ini sebagaimana putusan dikembalikan dalam keadaan terawat kepada pemohon selaku pemenang,” ujarnya.

Kuasa hukum pemohon John Richard menjelaskan, awalnya eksekusi dilakukan sesuai keputusan. Namun, saat itu sekolah sedang menggelar ujian, sehingga disepakati ditunda enam bulan. Mengenai kerusakan, pihaknya bakal melakukan langkah hukum selanjutnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sengketa lahan dan bangunan SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Lumajang sepertinya belum berakhir. Meski pemohon eksekusi dan pemilik lahan Teguh Budi D memenangkan gugatan dan melakukan eksekusi kemarin, polemik ini bisa terus bergulir. Sebab, pemilik lahan akan melakukan upaya lain atas sejumlah temuan saat eksekusi lahan.

Proses eksekusi dimulai pada pukul 09.00. Kapolres Lumajang, panitera dan jurusita Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, Muspika Sukodono dan pemilik lahan ditemani kuasa hukumnya mengikuti eksekusi. Sementara termohon dari SMK WYSN tidak hadir.

Awalnya, eksekusi dilaksanakan pada Desember tahun lalu. Namun, kesepakatan kedua pihak, penundaan eksekusi dilakukan kemarin (27/6). Sebab pemohon memberikan tenggat waktu kepada termohon untuk memindahkan barang-barang milik WYSN.

BACA JUGA: Lahan SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Jadi Sengketa

Jurusita PN Lumajang Atok Rohman mengungkapkan, sebelum melakukan eksekusi, pihaknya menginventarisasi lahan dan bangunan beserta sejumlah barang milik pemohon. Hasilnya, petugas menemukan ada beberapa barang rusak dan tidak berada di tempat.

“Kami melihat langsung banyak ditemukan barang rusak dan dibawa termohon. Hasil ini akan kami tuangkan dalam berita acara. Namun, kami menyatakan eksekusi sudah selesai. Lahan dan bangunan ini sebagaimana putusan dikembalikan dalam keadaan terawat kepada pemohon selaku pemenang,” ujarnya.

Kuasa hukum pemohon John Richard menjelaskan, awalnya eksekusi dilakukan sesuai keputusan. Namun, saat itu sekolah sedang menggelar ujian, sehingga disepakati ditunda enam bulan. Mengenai kerusakan, pihaknya bakal melakukan langkah hukum selanjutnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sengketa lahan dan bangunan SMK Wira Yudha Sakti Nusantara (WYSN) Lumajang sepertinya belum berakhir. Meski pemohon eksekusi dan pemilik lahan Teguh Budi D memenangkan gugatan dan melakukan eksekusi kemarin, polemik ini bisa terus bergulir. Sebab, pemilik lahan akan melakukan upaya lain atas sejumlah temuan saat eksekusi lahan.

Proses eksekusi dimulai pada pukul 09.00. Kapolres Lumajang, panitera dan jurusita Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, Muspika Sukodono dan pemilik lahan ditemani kuasa hukumnya mengikuti eksekusi. Sementara termohon dari SMK WYSN tidak hadir.

Awalnya, eksekusi dilaksanakan pada Desember tahun lalu. Namun, kesepakatan kedua pihak, penundaan eksekusi dilakukan kemarin (27/6). Sebab pemohon memberikan tenggat waktu kepada termohon untuk memindahkan barang-barang milik WYSN.

BACA JUGA: Lahan SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Jadi Sengketa

Jurusita PN Lumajang Atok Rohman mengungkapkan, sebelum melakukan eksekusi, pihaknya menginventarisasi lahan dan bangunan beserta sejumlah barang milik pemohon. Hasilnya, petugas menemukan ada beberapa barang rusak dan tidak berada di tempat.

“Kami melihat langsung banyak ditemukan barang rusak dan dibawa termohon. Hasil ini akan kami tuangkan dalam berita acara. Namun, kami menyatakan eksekusi sudah selesai. Lahan dan bangunan ini sebagaimana putusan dikembalikan dalam keadaan terawat kepada pemohon selaku pemenang,” ujarnya.

Kuasa hukum pemohon John Richard menjelaskan, awalnya eksekusi dilakukan sesuai keputusan. Namun, saat itu sekolah sedang menggelar ujian, sehingga disepakati ditunda enam bulan. Mengenai kerusakan, pihaknya bakal melakukan langkah hukum selanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/