alexametrics
24.2 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Delapan Izin Tambang Dicabut

Mobile_AP_Rectangle 1

TEMPEH, Radar Semeru – Belakangan sejumlah pemilik izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) maupun pemilik izin yang masih tahap eksplorasi pasir terkaget-kaget. Pasalnya, dalam waktu yang relatif singkat, Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah mencabut delapan izin pertambangan pasir tanpa sebab.

BACA JUGA : Temukan Dolmen Batu dan Fragmen Tulang

Setidaknya ada lima pemilik izin yang dicabut pada tanggal 3 Juni 2022. Di antaranya CV Rati Persada, CV Putri Kartini, Koperasi KPP Morodadi, CV Mutiara Pasir, serta CV Nur Mubarok. Lalu, pada tanggal 21 Juni 2022 lalu, tiga izin lainnya menyusul. Dua nomor izin pertambangan milik PT Lumajang Jaya Sejahtera serta satu milik PT Uniagri Prima Teknindo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekretaris APRI Lumajang Didik Almashudi mengatakan, seluruh penambang yang berkaitan sempat mengeluhkan soal pencabutan tersebut. Menurutnya, pencabutan tersebut tidak berdasar. Sebab, seluruh pemilik izin itu telah melengkapi sejumlah dokumen yang diperlukan. Termasuk melaporkan rutin aktivitas pertambangannya.

- Advertisement -

TEMPEH, Radar Semeru – Belakangan sejumlah pemilik izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) maupun pemilik izin yang masih tahap eksplorasi pasir terkaget-kaget. Pasalnya, dalam waktu yang relatif singkat, Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah mencabut delapan izin pertambangan pasir tanpa sebab.

BACA JUGA : Temukan Dolmen Batu dan Fragmen Tulang

Setidaknya ada lima pemilik izin yang dicabut pada tanggal 3 Juni 2022. Di antaranya CV Rati Persada, CV Putri Kartini, Koperasi KPP Morodadi, CV Mutiara Pasir, serta CV Nur Mubarok. Lalu, pada tanggal 21 Juni 2022 lalu, tiga izin lainnya menyusul. Dua nomor izin pertambangan milik PT Lumajang Jaya Sejahtera serta satu milik PT Uniagri Prima Teknindo.

Sekretaris APRI Lumajang Didik Almashudi mengatakan, seluruh penambang yang berkaitan sempat mengeluhkan soal pencabutan tersebut. Menurutnya, pencabutan tersebut tidak berdasar. Sebab, seluruh pemilik izin itu telah melengkapi sejumlah dokumen yang diperlukan. Termasuk melaporkan rutin aktivitas pertambangannya.

TEMPEH, Radar Semeru – Belakangan sejumlah pemilik izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) maupun pemilik izin yang masih tahap eksplorasi pasir terkaget-kaget. Pasalnya, dalam waktu yang relatif singkat, Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah mencabut delapan izin pertambangan pasir tanpa sebab.

BACA JUGA : Temukan Dolmen Batu dan Fragmen Tulang

Setidaknya ada lima pemilik izin yang dicabut pada tanggal 3 Juni 2022. Di antaranya CV Rati Persada, CV Putri Kartini, Koperasi KPP Morodadi, CV Mutiara Pasir, serta CV Nur Mubarok. Lalu, pada tanggal 21 Juni 2022 lalu, tiga izin lainnya menyusul. Dua nomor izin pertambangan milik PT Lumajang Jaya Sejahtera serta satu milik PT Uniagri Prima Teknindo.

Sekretaris APRI Lumajang Didik Almashudi mengatakan, seluruh penambang yang berkaitan sempat mengeluhkan soal pencabutan tersebut. Menurutnya, pencabutan tersebut tidak berdasar. Sebab, seluruh pemilik izin itu telah melengkapi sejumlah dokumen yang diperlukan. Termasuk melaporkan rutin aktivitas pertambangannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/