alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Stockpile Ilegal Tetap Marak

Jumlah yang Berizin Hanya Segelintir

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hasil kesepakatan harga antara APRI, paguyuban, dan pengusaha stockpile tampaknya tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah pertambangan pasir. Sebab, sampai saat ini cukup banyak penampung pasir ilegal di Lumajang yang masih tetap beroperasi untuk angkut jual.

Memang untuk surat keterangan asal barang (SKAB) otomatis mereka dapatkan ketika menerima pasir dari sopir armada truk. Namun, untuk penjualan, mereka seharusnya mengantongi izin lainnya. Sekalipun sebelumnya telah melakukan join operation (JO) bersama para penambang berizin.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, jumlah stockpile yang mengantongi izin memang tidak banyak. Rata-rata, penampung pasir dari lokasi kawasan pertambangan itu tiba-tiba menerima penjualan pasir.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hasil kesepakatan harga antara APRI, paguyuban, dan pengusaha stockpile tampaknya tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah pertambangan pasir. Sebab, sampai saat ini cukup banyak penampung pasir ilegal di Lumajang yang masih tetap beroperasi untuk angkut jual.

Memang untuk surat keterangan asal barang (SKAB) otomatis mereka dapatkan ketika menerima pasir dari sopir armada truk. Namun, untuk penjualan, mereka seharusnya mengantongi izin lainnya. Sekalipun sebelumnya telah melakukan join operation (JO) bersama para penambang berizin.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, jumlah stockpile yang mengantongi izin memang tidak banyak. Rata-rata, penampung pasir dari lokasi kawasan pertambangan itu tiba-tiba menerima penjualan pasir.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hasil kesepakatan harga antara APRI, paguyuban, dan pengusaha stockpile tampaknya tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah pertambangan pasir. Sebab, sampai saat ini cukup banyak penampung pasir ilegal di Lumajang yang masih tetap beroperasi untuk angkut jual.

Memang untuk surat keterangan asal barang (SKAB) otomatis mereka dapatkan ketika menerima pasir dari sopir armada truk. Namun, untuk penjualan, mereka seharusnya mengantongi izin lainnya. Sekalipun sebelumnya telah melakukan join operation (JO) bersama para penambang berizin.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, jumlah stockpile yang mengantongi izin memang tidak banyak. Rata-rata, penampung pasir dari lokasi kawasan pertambangan itu tiba-tiba menerima penjualan pasir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/