alexametrics
24.1 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kelola Kali Kotor Jadi Kolam

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aliran sungai dan kali yang kotor memang meresahkan. Selain menimbulkan bau busuk, tumpukan sampah juga membuat tidak sedap dipandang. Oleh sebab itu, pembersihan dan pemeliharaan sungai harus digencarkan. Baik dari pemerintah ataupun masyarakat setempat.

Beragam cara bisa dilakukan. Salah satunya dengan membersihkan sampah secara berkala dan diisi dengan benih ikan hias. Seperti yang dilakukan karang taruna dan warga RT 5 RW 8 Bayeman Kelurahan Citrodiwangsan, dua tahun lalu. Sungai yang kotor diubah menjadi kolam ikan hias dan konsumsi.

M Hasan, ketua karang taruna setempat, menceritakan, awalnya dia bersama warga sekitar hendak menyukseskan program kali bersih. Sehingga, orang-orang bergotong royong membersihkan sungai. “Sebenarnya, ikan di sungai itu sudah ada sejak September 2019. Awalnya, kami tidak fokus pada pengelolaan ikan. Tetapi, kami lebih ingin aliran kali dari Selokambang itu bersih dan indah,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Memang, banyak warga membuang sampah di sungai. Sebab, lokasinya di samping Jalan Semeru memudahkan masyarakat membuang limbah rumah tangga, pertanian, dan peternakan. Karenanya, setelah pembersihan, dia mengajukan benih ikan ke Dinas Perikanan. “Setelah bersih, kami mengajukan 60 ribu benih ikan ke Dinas Perikanan. Karena ini percobaan, kami diberikan sepuluh ribu benih. Terdiri atas ikan tombro dan tawis. Masing-masing berjumlah lima ribu,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aliran sungai dan kali yang kotor memang meresahkan. Selain menimbulkan bau busuk, tumpukan sampah juga membuat tidak sedap dipandang. Oleh sebab itu, pembersihan dan pemeliharaan sungai harus digencarkan. Baik dari pemerintah ataupun masyarakat setempat.

Beragam cara bisa dilakukan. Salah satunya dengan membersihkan sampah secara berkala dan diisi dengan benih ikan hias. Seperti yang dilakukan karang taruna dan warga RT 5 RW 8 Bayeman Kelurahan Citrodiwangsan, dua tahun lalu. Sungai yang kotor diubah menjadi kolam ikan hias dan konsumsi.

M Hasan, ketua karang taruna setempat, menceritakan, awalnya dia bersama warga sekitar hendak menyukseskan program kali bersih. Sehingga, orang-orang bergotong royong membersihkan sungai. “Sebenarnya, ikan di sungai itu sudah ada sejak September 2019. Awalnya, kami tidak fokus pada pengelolaan ikan. Tetapi, kami lebih ingin aliran kali dari Selokambang itu bersih dan indah,” ujarnya.

Memang, banyak warga membuang sampah di sungai. Sebab, lokasinya di samping Jalan Semeru memudahkan masyarakat membuang limbah rumah tangga, pertanian, dan peternakan. Karenanya, setelah pembersihan, dia mengajukan benih ikan ke Dinas Perikanan. “Setelah bersih, kami mengajukan 60 ribu benih ikan ke Dinas Perikanan. Karena ini percobaan, kami diberikan sepuluh ribu benih. Terdiri atas ikan tombro dan tawis. Masing-masing berjumlah lima ribu,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aliran sungai dan kali yang kotor memang meresahkan. Selain menimbulkan bau busuk, tumpukan sampah juga membuat tidak sedap dipandang. Oleh sebab itu, pembersihan dan pemeliharaan sungai harus digencarkan. Baik dari pemerintah ataupun masyarakat setempat.

Beragam cara bisa dilakukan. Salah satunya dengan membersihkan sampah secara berkala dan diisi dengan benih ikan hias. Seperti yang dilakukan karang taruna dan warga RT 5 RW 8 Bayeman Kelurahan Citrodiwangsan, dua tahun lalu. Sungai yang kotor diubah menjadi kolam ikan hias dan konsumsi.

M Hasan, ketua karang taruna setempat, menceritakan, awalnya dia bersama warga sekitar hendak menyukseskan program kali bersih. Sehingga, orang-orang bergotong royong membersihkan sungai. “Sebenarnya, ikan di sungai itu sudah ada sejak September 2019. Awalnya, kami tidak fokus pada pengelolaan ikan. Tetapi, kami lebih ingin aliran kali dari Selokambang itu bersih dan indah,” ujarnya.

Memang, banyak warga membuang sampah di sungai. Sebab, lokasinya di samping Jalan Semeru memudahkan masyarakat membuang limbah rumah tangga, pertanian, dan peternakan. Karenanya, setelah pembersihan, dia mengajukan benih ikan ke Dinas Perikanan. “Setelah bersih, kami mengajukan 60 ribu benih ikan ke Dinas Perikanan. Karena ini percobaan, kami diberikan sepuluh ribu benih. Terdiri atas ikan tombro dan tawis. Masing-masing berjumlah lima ribu,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/