Juknis Beres, Tinggal Tunggu Perbup

Mengkaji Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Mengawali Tahun Ajaran Baru Awaltahun ajaran baru kali ini menjadi dilema. Satu sisi memang harus mengejar target-target pembelajaran, satu sisi harus mengantisipasi lonjakan penularan virus korona. Lumajang sudah mulai mengkaji petunjuk teknis pembelajaran tatap muka terbatas. Bagaimana hasilnya?

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas rencananya dimulai pada Juli mendatang. Meski jumlah pasien positifCovid-19 di Lumajang melonjak naik, PTM terbatas tetap dilaksanakan. Sebab, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lumajang telah selesai merampungkan petunjuk teknis (juknis) PTM terbatas.

Juknis tersebut sudah diajukan ke pemerintah kabupaten, beberapa hari lalu. Rencananya, hal tersebut diresmikan pekan depan. Sebab, juknis tersebut sudah disusun menjadi peraturan bupati (perbup). “Sudah mendapat persetujuan dari sekda. Pekan depan, kami serahkan ke bagian hukum untuk ditandatangani bupati,” kata Yusuf Ageng, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar Dindik Lumajang.

Yusuf menjelaskan, PTM terbatas dapat dilaksanakan jika persyaratan pada perbup sudah dipenuhi. Di antaranya vaksinasi guru, penyediaan fasilitas sesuai penerapan protokol kesehatan, dan kesiapan siswa serta orang tua.“Semuanya harus disiapkan. Baik vaksinasi guru yang sudah selesai, sarana dan prasarana sesuai penerapan prokes, maupun izin dari orang tua. Sehingga pekan kedua bulan Juli, PTM terbatas bisa dilaksanakan bertepatan dengan tahun ajaran baru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dindik LumajangAgus Salim menuturkan, pihaknya siap menerapkan PTM terbatas. Sebab, hal tersebut meneruskan Program Sinau Bareng (PSB) yang telah berjalan selama masa pandemi. Namun, jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran bisa ditambah.