alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Istri Sempat Melarang Berdakwah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak dai yang berangkat dari latar belakang sebagai pendidik. Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu. Pasti setiap dai memiliki cara yang berbeda dalam menyikapinya. Seperti yang dilakukan oleh Ustad Sayyidi Jazuli Spd MA.

“Sebenarnya sederhana untuk membagi waktu antara menjadi seorang dai dan pendidik. Ada tiga kunci. Yakni niat, komitmen, dan saling memahami,” ujarnya.

Lelaki yang menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Lamongan tersebut mengungkapkan, menanamkan niat baik akan menuai kebaikan. “Tidak ada niat baik yang akan dibalas dengan keburukan. Dan itu berlaku sebaliknya. Oleh karena itu, menanamkan niat baik menjadi hal yang penting bagi seorang pendakwah dan pendidik,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAI Syarifuddin Lumajang tersebut melanjutkan, komitmen juga menjadi hal penting kedua dalam berdakwah. “Membagi waktu memang sulit. Tetapi,, kalau sejak awal kita niat baik dan berkomitmen untuk tetap dalam kebaikan, tidak ada yang tidak mungkin. Dengan sendirinya, kita bisa berkomitmen untuk terus membagi waktu. Terpenting, kita tidak menyia-nyiakannya,” lanjutnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak dai yang berangkat dari latar belakang sebagai pendidik. Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu. Pasti setiap dai memiliki cara yang berbeda dalam menyikapinya. Seperti yang dilakukan oleh Ustad Sayyidi Jazuli Spd MA.

“Sebenarnya sederhana untuk membagi waktu antara menjadi seorang dai dan pendidik. Ada tiga kunci. Yakni niat, komitmen, dan saling memahami,” ujarnya.

Lelaki yang menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Lamongan tersebut mengungkapkan, menanamkan niat baik akan menuai kebaikan. “Tidak ada niat baik yang akan dibalas dengan keburukan. Dan itu berlaku sebaliknya. Oleh karena itu, menanamkan niat baik menjadi hal yang penting bagi seorang pendakwah dan pendidik,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAI Syarifuddin Lumajang tersebut melanjutkan, komitmen juga menjadi hal penting kedua dalam berdakwah. “Membagi waktu memang sulit. Tetapi,, kalau sejak awal kita niat baik dan berkomitmen untuk tetap dalam kebaikan, tidak ada yang tidak mungkin. Dengan sendirinya, kita bisa berkomitmen untuk terus membagi waktu. Terpenting, kita tidak menyia-nyiakannya,” lanjutnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyak dai yang berangkat dari latar belakang sebagai pendidik. Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu. Pasti setiap dai memiliki cara yang berbeda dalam menyikapinya. Seperti yang dilakukan oleh Ustad Sayyidi Jazuli Spd MA.

“Sebenarnya sederhana untuk membagi waktu antara menjadi seorang dai dan pendidik. Ada tiga kunci. Yakni niat, komitmen, dan saling memahami,” ujarnya.

Lelaki yang menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Lamongan tersebut mengungkapkan, menanamkan niat baik akan menuai kebaikan. “Tidak ada niat baik yang akan dibalas dengan keburukan. Dan itu berlaku sebaliknya. Oleh karena itu, menanamkan niat baik menjadi hal yang penting bagi seorang pendakwah dan pendidik,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAI Syarifuddin Lumajang tersebut melanjutkan, komitmen juga menjadi hal penting kedua dalam berdakwah. “Membagi waktu memang sulit. Tetapi,, kalau sejak awal kita niat baik dan berkomitmen untuk tetap dalam kebaikan, tidak ada yang tidak mungkin. Dengan sendirinya, kita bisa berkomitmen untuk terus membagi waktu. Terpenting, kita tidak menyia-nyiakannya,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/